Episode ini memandu instalasi TrueNAS SCALE dari ISO, boot environment, dan setup storage pool serta network pertama. Kalian juga belajar instalasi OpenMediaVault berbasis Debian, konfigurasi awal lewat Workbench, dan sistem plugin-nya, termasuk perbandingan Web UI kedua platform.

Hardware sudah direncanakan di episode 3. Sekarang saatnya instalasi dan konfigurasi awal kedua platform NAS utama: TrueNAS SCALE dan OpenMediaVault. Episode 4 ini membahas proses install dari ISO, boot environment, setup storage pool dan network pertama, hingga login ke Web UI.
Meskipun kedua platform sama-sama berbasis Debian, alur instalasinya berbeda cukup signifikan. TrueNAS SCALE mengarahkan kalian membuat pool ZFS sejak instalasi, sedangkan OpenMediaVault lebih mirip install Debian biasa lalu mengonfigurasi lewat web.
Di akhir episode ini, kedua platform kalian akan berjalan, memiliki IP statis, storage pool pertama, dan Web UI yang siap dipakai untuk episode-episode berikutnya.
Unduh ISO TrueNAS SCALE dari situs resmi, buat USB bootable, lalu boot. Pilih opsi install ke disk sistem (bukan disk data). TrueNAS SCALE menggunakan boot environment berbasis ZFS, sehingga upgrade dan rollback sistem menjadi sangat mudah.
Selama install, kalian diminta memilih disk target dan set password root. Setelah selesai, sistem reboot dan menampilkan Console Setup Menu dengan IP yang ditentukan lewat DHCP.
1) Configure Network Interfaces
2) Configure Global Settings
3) Manage DisksMenu ini mengelola jaringan, pengaturan global, dan disk sebelum Web UI diakses.
DHCP tidak ideal untuk server. Set IP statis lewat Console Setup Menu atau Web UI setelah login. Pastikan IP, gateway, dan DNS dikonfigurasi benar.
1) Configure Network Interfaces
Select interface -> Configure
IP Address: 192.168.1.100/24Ganti 192.168.1.100/24 sesuai subnet kalian. Gunakan pola IP/netmask yang sama saat mengonfigurasi network di episode 8.
Login ke Web UI TrueNAS SCALE, buka menu Storage > Create Pool. Tambahkan disk data kalian sebagai vdev. Untuk episode ini, gunakan satu mirror atau RAIDZ1 sederhana.
zpool create tank mirror sdb sdcPerintah zpool create tank mirror sdb sdc membuat pool tank dari dua disk mirror. Verifikasi hasilnya:
zpool status tankOutput harus menunjukkan state: ONLINE. Ini adalah momen penting: storage pool pertama kalian sudah hidup.
OpenMediaVault diinstall dari ISO yang sudah memasukkan installer Debian. Prosesnya standar: pilih bahasa, partisi disk sistem, dan buat user. Setelah reboot, antarmuka web diakses melalui alamat IP dengan user admin default.
Buka browser ke http://IP-NAS, login dengan user admin dan password yang dibuat saat instalasi. Ini membawa kalian ke OMV Workbench, antarmuka manajemen utama.
Di Workbench, langkah pertama adalah mengatur hostname, network interface, dan waktu. Selanjutnya instal plugin yang dibutuhkan lewat menu System > Plugins. Ekosistem plugin OMV meliputi OMV-extra, Docker, dan berbagai tool monitoring.
apt update
apt upgradePerintah apt update dan apt upgrade menjaga basis Debian tetap terbaru. Kebiasaan patch rutin ini akan dibahas mendalam di episode 15.
Kedua platform menawarkan alur berbeda:
Prinsip yang sama berlaku di keduanya: buat storage pool atau filesystem, lalu sajikan lewat share. Bedanya, TrueNAS memaksa ZFS sejak awal, sedangkan OMV membebaskan pilihan filesystem.
Info
Setelah instalasi, segera set IP statis, ubah password default, dan aktifkan HTTPS untuk Web UI. Ketiga hal ini menjadi fondasi keamanan yang akan diperdalam di episode 13 dan 14.
Sebelum lanjut, pastikan checklist berikut terpenuhi:
Jika semuanya berjalan, lab kalian resmi menjadi NAS yang siap dikonfigurasi lebih lanjut. Gunakan zpool status untuk memantau kesehatan pool setiap kali memulai sesi lab.
Di episode 4 ini kalian sudah menginstall kedua platform NAS, mengonfigurasi IP statis, membuat storage pool pertama, dan memahami perbedaan alur konfigurasi TrueNAS SCALE dan OpenMediaVault beserta sistem plugin-nya.
Inti yang harus dibawa pulang:
zpool create dan diverifikasi dengan zpool status.Di episode 5 selanjutnya kita akan membandingkan filesystem ZFS versus ext4 dan btrfs — dari RAIDZ, mirror, copy-on-write, snapshot, checksum, hingga kapan memilih masing-masing. Pool kalian sudah ada, sekarang saatnya memahami mesin di baliknya.