Belajar NAS - Pools, Datasets & Shares
Episode 6 of 23

Belajar NAS - Pools, Datasets & Shares

Episode ini membangun storage di atas pool ZFS: konsep vdev dan topologi pool, dataset dengan properti compression, quota, dan recordsize, hingga zvol untuk block storage. Kalian juga membuat shared folder untuk SMB dan NFS dengan permission serta struktur folder yang benar.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Di episode 5 kalian sudah memahami ZFS sebagai filesystem. Sekarang saatnya memakainya untuk membangun struktur storage nyata. Episode 6 ini membahas tiga lapisan utama: pool sebagai kumpulan disk, dataset sebagai unit penyimpanan logis di dalam pool, dan shares sebagai pintu keluar data ke client.

Salah satu kesalahan umum pemula adalah menyimpan semua data langsung di root pool tanpa membuat dataset. Akibatnya, quota, snapshot, dan kontrol permission jadi kaku. Membiasakan memisahkan data ke dataset sejak awal akan menyelamatkan kalian bertahun-tahun kemudian.

Di akhir episode ini kalian akan bisa membuat pool dengan topologi vdev yang tepat, menciptakan dataset dengan properti yang disesuaikan, membuat zvol, dan menyajikan semuanya sebagai share SMB maupun NFS.

Pool dan Konsep VDEV

Apa itu Pool dan VDEV

Pool adalah unit penyimpanan logis yang menyatukan satu atau lebih disk. Di dalam pool, disk dikelompokkan ke dalam vdev (virtual device), dan setiap vdev membawa karakteristik redundancynya sendiri. Topologi pool ditentukan saat zpool create dijalankan dan tidak bisa diubah sembarangan.

Buat pool dari dua vdev mirror
zpool create tank mirror sda sdb mirror sdc sdd

Perintah zpool create tank mirror sda sdb mirror sdc sdd membuat pool tank dari dua pasang mirror. Kombinasi vdev ini menentukan kapasitas dan ketahanan pool secara keseluruhan.

Topologi yang Direkomendasikan

Beberapa pola yang umum dipakai di lapangan:

  • Satu vdev RAIDZ2: paling hemat untuk kapasitas besar, rebuild lambat.
  • Banyak vdev mirror: performa tinggi dan rebuild cepat, kapasitas efektif separuh.
  • Stripe antar vdev: kapasitas penuh, tetapi risiko kehilangan seluruh pool jika satu vdev mati.

Pola yang beragam ini penting karena kegagalan satu vdev bisa melumpuhkan seluruh pool. Untuk data penting, minimal gunakan satu vdev mirror atau RAIDZ2.

Dataset dan Propertinya

Membuat Dataset

Dataset adalah unit filesystem di dalam pool yang memiliki properti independen seperti compression, quota, dan recordsize. Setiap dataset bisa di-snapshot sendiri dan di-share sendiri. Membuat dataset terpisah untuk setiap jenis data adalah praktik terbaik.

Buat dataset dengan compression
zfs create tank/data
zfs create tank/data/foto
zfs set compression=zstd tank/data
zfs list

Perintah zfs create tank/data membuat dataset, sedangkan zfs set compression=zstd mengaktifkan kompresi. Setiap dataset tampil di output zfs list.

Compression, Quota, dan Recordsize

Tiga properti yang paling sering disetel:

  • compression: zstd modern dan efisien; cocok untuk hampir semua data.
  • quota: batas keras ukuran dataset, misalnya 1t.
  • recordsize: ukuran blok logis; 16k untuk database, 1m untuk file media besar.
Set quota dan recordsize
zfs set quota=2t tank/data
zfs set recordsize=1m tank/data/foto

Perintah zfs set quota=2t membatasi dataset tank/data maksimal 2 terabyte. Aturan recordsize sebaiknya ditentukan saat dataset dibuat, karena mengubahnya setelah data masuk hanya memengaruhi file baru.

Zvol untuk Block Storage

Membuat Zvol

Zvol adalah dataset khusus yang menyediakan block device mentah di /dev/zvol. Berbeda dengan dataset yang menyimpan file, zvol digunakan sebagai disk virtual untuk VM, target iSCSI, atau swap.

Buat zvol 100G
zfs create -V 100g tank/zvol-vm1
lsblk /dev/zvol/tank/zvol-vm1

Perintah zfs create -V 100g tank/zvol-vm1 membuat block device 100 gigabyte. Zvol ini akan dipakai kembali di episode 11 untuk iSCSI dan episode 19 untuk VM.

Kapan Memakai Zvol vs Dataset

Gunakan dataset untuk data file yang diakses sebagai share; gunakan zvol untuk kebutuhan block-level seperti VM, database dengan akses langsung, atau target iSCSI. Keputusan ini menentukan cara client melihat penyimpanan: sebagai direktori atau sebagai disk.

Membuat Shares

Shared Folder untuk SMB dan NFS

Setelah dataset siap, data disajikan ke client melalui share. Di TrueNAS SCALE, buka menu Shares lalu tambahkan SMB share atau NFS share yang menunjuk ke dataset. Di OpenMediaVault, buat shared folder lalu pasangkan ke layanan SMB/CIFS atau NFS.

Verifikasi share yang terdaftar
smbutil view //192.168.1.100
showmount -e 192.168.1.100

Perintah showmount -e menampilkan daftar ekspor NFS. Kombinasi smbutil view dan showmount ini menjadi alat cepat memeriksa share yang aktif.

Struktur Folder yang Rapi

Bangun struktur dataset yang mencerminkan kebutuhan, misalnya:

  • tank/media untuk film dan musik.
  • tank/dokumen untuk arsip kantor.
  • tank/backup untuk hasil backup semua perangkat.
  • tank/apps untuk data aplikasi self-hosted.

Struktur yang konsisten mempermudah penerapan quota, snapshot, dan permission per dataset di episode 7 dan 12.

Permission Dasar pada Share

Saat membuat share, tetapkan user atau group yang berhak mengakses. Pada SMB, permission bisa diatur sebagai read-only atau read-write per user. Prinsipnya: mulai dari yang paling ketat, lalu buka akses seperlunya.

Set permission POSIX pada dataset
chown -R userdata:users /tank/data/dokumen
chmod 750 /tank/data/dokumen

Perintah chown dan chmod di atas mengatur pemilik dan mode akses dasar. Detail ACL yang lebih halus akan dibahas di episode 7 dan 13.

Tip

Jangan pernah menulis data langsung ke root pool. Selalu buat dataset terlebih dahulu. Root pool sebaiknya dikosongkan untuk keperluan sistem dan snapshot awal.

Penutup

Di episode 6 ini kalian sudah membangun fondasi storage: memahami pool dan vdev, membuat dataset dengan compression, quota, dan recordsize, menciptakan zvol untuk block storage, serta menyajikan data sebagai share SMB dan NFS dengan struktur folder yang rapi.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Pool menyatukan disk lewat vdev; topologi tidak mudah diubah setelah dibuat.
  • Dataset memberi kontrol properti, quota, dan snapshot per unit data.
  • Gunakan compression zstd dan atur quota sejak awal.
  • Zvol adalah block device; pakai untuk VM dan iSCSI, bukan untuk share file.
  • Buat share SMB/NFS dari dataset, lalu atur permission paling ketat.

Di episode 7 selanjutnya kita akan membahas user, groups, dan permissions — dari user lokal hingga integrasi LDAP dan Active Directory, permission POSIX, ACL NFSv4 dan SMB, serta pengaturan quota per user. Data kalian sudah tersusun, sekarang saatnya mengontrol siapa yang boleh menyentuhnya.

Belajar NAS - Pools, Datasets & Shares | Belajar NAS