Episode ini membahas manajemen identitas di NAS: user dan group lokal, integrasi LDAP dan Active Directory, permission POSIX, hingga ACL NFSv4 dan SMB. Kalian juga belajar menerapkan quota dataset dan quota per user beserta monitoring penggunaan storage.

Setelah storage tertata rapi di episode 6, pertanyaan berikutnya adalah: siapa yang boleh mengakses apa? Episode 7 ini menjawabnya dengan membahas user, groups, dan permissions — fondasi access control di NAS.
NAS yang sehat jarang berbagi satu account untuk semua orang. Dengan user yang jelas, audit menjadi mungkin, quota per orang bisa diterapkan, dan risiko account yang disalahgunakan berkurang drastis. Permissions yang rapi juga menjadi prasyarat sebelum share dibuka ke jaringan luas di episode 8.
Di akhir episode ini kalian akan bisa membuat user dan group, menghubungkan NAS ke LDAP atau Active Directory, menerapkan permission POSIX dan ACL, serta memasang quota per dataset dan per user.
TrueNAS SCALE dan OpenMediaVault sama-sama menyediakan manajemen user lewat Web UI, dengan basis penyimpanan lokal di sistem. Langkah pertamanya adalah merancang group untuk mengelompokkan peran, lalu menaruh user di dalamnya.
groupadd data-teams
useradd -m -G data-teams -s /usr/sbin/nologin devnull
passwd devnullPerintah useradd membuat user devnull yang digabungkan ke group data-teams. Shell nologin membatasi akses login interaktif, sebuah pola yang dianjurkan untuk account storage.
Kelola permission lewat group, bukan per user. Contoh pemetaan yang umum:
data-teams untuk tim internal yang boleh baca-tulis.data-auditor untuk user yang hanya perlu baca.nas-admin untuk administrator storage.Dengan pola ini, menambah user baru cukup memasukkan dia ke group yang tepat tanpa menyentuh permission per file.
Saat jumlah user bertambah puluhan, mengelola user lokal di tiap mesin menjadi tidak berkelanjutan. LDAP dan Active Directory (AD) memusatkan identitas sehingga NAS hanya menjadi client dari direktori tersebut. Di TrueNAS SCALE, fitur ini tersedia di menu Directory Services; di OpenMediaVault lewat plugin LDAP/AD.
Untuk bergabung ke AD, kalian perlu menyediakan nama domain, domain account yang berhak join, dan alamat DNS yang benar. Setelah join, user AD bisa langsung dipakai pada share SMB.
midclt call directoryservices.get_statePerintah midclt call directoryservices.get_state menampilkan status sinkronisasi dengan domain. Jika status HEALTHY, user domain sudah bisa dimanfaatkan.
Linux memakai permission POSIX dengan tiga aksi (read, write, execute) untuk tiga kelas (owner, group, other). Saat share dibuat, permission ini menentukan akses dasar sebelum lapisan ACL bekerja.
ls -l /tank/data/dokumen
chmod 2770 /tank/data/dokumen
chown :data-teams /tank/data/dokumenPerintah chmod 2770 mengaktifkan setgid dan memberi baca-tulis-eksekusi untuk owner dan group. Setgid membuat file baru mewarisi group direktori, sangat membantu untuk folder kolaborasi.
ACL (Access Control List) memperluas permission POSIX dengan aturan per user atau group spesifik. Di ZFS, dua gaya ACL yang umum adalah NFSv4 ACL dan SMB ACL. NFSv4 ACL dipakai untuk client Unix-like dan NFS; SMB ACL dipakai untuk integrasi Windows melalui Samba.
chmod A+user:auditor:r-x:allow /tank/data/dokumen
chmod A+user:devnull:rwx:allow /tank/data/dokumenPerintah chmod A+...:allow menambahkan aturan ACL NFSv4 secara eksplisit. Format ini sulit dihapal, karena itu kebanyakan orang mengelola ACL lewat Web UI yang menyediakan editor grafis.
Ketika ACL aktif, permission dasar tetap berfungsi sebagai jaring pengaman. Pastikan owner dan group sudah benar sebelum menambahkan aturan ACL. Di TrueNAS SCALE, setiap dataset memiliki pengaturan acltype yang menentukan apakah memakai NFSv4 atau POSIX.
Quota membatasi penyimpanan sehingga satu user tidak menghabiskan kapasitas seluruh pool. Ada dua jenis: dataset quota yang membatasi ukuran dataset, dan user quota yang membatasi per user di dalam dataset.
zfs set userquota@devnull=500g tank/data
zfs userspace tank/dataPerintah zfs set userquota@devnull=500g membatasi user devnull hingga 500 gigabyte di dataset. Output zfs userspace menampilkan penggunaan per user secara real-time.
Pantau penggunaan secara rutin agar quota tidak mengejutkan siapa pun:
zfs list
df -hPerintah zfs list menampilkan kapasitas tiap dataset, sedangkan df -h menunjukkan ketersediaan dari sisi mount. Keduanya jadi instrumen monitoring harian sebelum kita membahas monitoring penuh di episode 16.
Info
Selalu pasang quota untuk dataset yang dipakai banyak user. Quota tidak hanya mencegah disk penuh, tetapi juga memberi sinyal awal saat kapasitas mendekati batas sehingga keputusan penambahan disk bisa direncanakan.
Di episode 7 ini kalian sudah membangun kontrol identitas dan akses: user dan group lokal, integrasi LDAP dan Active Directory, permission POSIX, ACL NFSv4 dan SMB, serta quota per dataset dan per user dengan pemantauan penggunaan.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 8 selanjutnya kita akan membahas networking dan akses dasar — dari konfigurasi IP statis, bonding/LAG, VLAN dan jumbo frames, hingga cara mount SMB dan NFS dari Windows, macOS, dan Linux beserta troubleshooting koneksinya. User dan permission sudah siap, sekarang saatnya menghubungkan NAS ke jaringan.