Episode ini membahas jaringan NAS dari dasar: IP statis, bonding/LAG untuk agregasi link, VLAN dan jumbo frames, hingga tuning 10GbE. Kalian juga belajar mount SMB di Windows, macOS, dan Linux, mount NFS, serta troubleshooting koneksi dari client.

NAS tidak ada gunanya tanpa jaringan yang sehat. Episode 8 ini membahas networking dan akses dasar: cara memberi IP statis, menggabungkan link dengan bonding, memisahkan lalu lintas dengan VLAN, serta memanfaatkan jumbo frames dan tuning 10GbE untuk throughput maksimal.
Di sisi akses, kalian akan belajar memount share SMB dari Windows, macOS, dan Linux, memount NFS dari client Unix-like, serta menelusuri masalah koneksi yang paling sering terjadi. Penguasaan materi ini akan menjadi alat troubleshooting yang dipakai di seluruh sisa series.
Di akhir episode ini kalian akan bisa mengonfigurasi jaringan NAS dengan benar dan mengakses data dari semua sistem operasi utama tanpa kebingungan.
Server penyimpanan tidak boleh bergantung pada DHCP yang sewaktu-waktu berubah. IP statis memastikan client, backup job, dan DNS selalu menemukan NAS di alamat yang sama. Di TrueNAS SCALE, IP diatur lewat Console Setup Menu atau Network di Web UI; di OpenMediaVault lewat Network interface di Workbench.
nmcli con mod eth0 ipv4.addresses 192.168.1.100/24
nmcli con mod eth0 ipv4.gateway 192.168.1.1
nmcli con mod eth0 ipv4.method manual
nmcli con up eth0Perintah nmcli con mod eth0 mengubah konfigurasi NetworkManager. Pola IP/netmask yang sama dipakai saat mendaftarkan hostname di DNS.
Setelah IP ditetapkan, verifikasi dari client:
ip addr show
ping -c 3 192.168.1.100Perintah ping mengonfirmasi bahwa NAS bisa dijangkau. Jika tidak ada balasan, periksa firewall dan pastikan subnet client sama dengan subnet NAS.
Bonding/LAG (Link Aggregation) menggabungkan dua atau lebih NIC menjadi satu interface logis. Manfaatnya dua: agregasi bandwidth untuk banyak client sekaligus, dan redundancy jika satu link atau port switch mati.
nmcli con add type bond con-name bond0 ifname bond0 mode 802.3ad
nmcli con add type ethernet con-name eth0 ifname eth0 master bond0
nmcli con add type ethernet con-name eth1 ifname eth1 master bond0Perintah di atas membuat bond mode 802.3ad (LACP) dari dua interface. Mode lain seperti active-backup dipakai jika switch tidak mendukung LACP.
LACP membutuhkan konfigurasi di switch berupa port channel, dan throughput maksimal hanya tercapai untuk banyak koneksi simultan, bukan satu koneksi tunggal. Untuk kebutuhan satu client besar, koneksi 10GbE langsung sering kali lebih tepat daripada bonding empat port 1GbE.
VLAN memisahkan jaringan secara logis di atas switch yang sama. Pola umum di homelab: VLAN storage untuk lalu lintas NAS, VLAN management untuk akses admin, dan VLAN user untuk client. Pemisahan ini menyederhanakan firewall dan mencegah lalu lintas backup membanjiri jaringan kerja.
nmcli con add type vlan con-name vlan10 ifname eth0.10 dev eth0 id 10Perintah nmcli con add type vlan membuat interface VLAN 10 di atas eth0. Pastikan switch dikonfigurasi dengan tagged VLAN yang sama.
Jumbo frames menaikkan MTU dari 1500 ke 9000 byte, mengurangi overhead per paket. Keuntungannya nyata untuk transfer file besar, tetapi semua perangkat di jalur — termasuk switch — harus mendukung MTU yang sama.
nmcli con mod eth0 mtu 9000
ip link show eth0Perintah nmcli con mod eth0 mtu 9000 menetapkan MTU 9000. Jika transfer justru lambat atau terputus setelahnya, kembalikan ke 1500 dan periksa dukungan switch.
Di Windows, buka File Explorer, ketik alamat NAS, lalu masukkan kredensial:
\\192.168.1.100\dataDi macOS, dari Finder pilih Go > Connect to Server lalu masukkan URL:
smb://192.168.1.100/dataKedua sistem operasi menangani SMB secara native, sehingga share langsung muncul seperti folder lokal setelah kredensial diverifikasi.
Di Linux, mount SMB dilakukan dengan paket cifs-utils dan opsi mount yang spesifik. Untuk mount persisten, tambahkan entri ke /etc/fstab.
sudo mount -t cifs //192.168.1.100/data /mnt/data -o username=devnullPerintah mount -t cifs memasang share SMB ke /mnt/data. Opsi versi protokol seperti vers=3.1.1 bisa ditambahkan untuk menyesuaikan dengan konfigurasi server di episode 9.
NFS adalah protokol share yang populer untuk client Unix-like dan virtualization. Di server, share didaftarkan di /etc/exports; di client, pemasangan dilakukan dengan mount.
sudo mount -t nfs 192.168.1.100:/tank/data /mnt/dataPerintah mount -t nfs menghubungkan direktori ekspor NAS ke /mnt/data. Detail konfigurasi ekspor akan dibahas di episode 10.
Agar mount bertahan setelah reboot, daftarkan di /etc/fstab. Gunakan opsi nofail agar boot tidak terganggu saat NAS belum aktif.
192.168.1.100:/tank/data /mnt/data nfs defaults,nofail 0 0Saat akses gagal, telusuri lapis demi lapis:
ip addr show, lalu ping ke NAS.ss -tlnp | grep -E '445|2049'Perintah ss -tlnp menampilkan port yang sedang mendengarkan. Jika port tidak muncul, layanan SMB atau NFS belum berjalan di server.
Warning
Jika transfer lambat setelah mengaktifkan jumbo frames, jangan berasumsi semuanya mendukung MTU 9000. Uji dengan file besar di kedua arah dan periksa switch. Lebih baik MTU konsisten daripada cepat di atas kertas.
Di episode 8 ini kalian sudah menguasai fondasi jaringan NAS: IP statis, bonding/LAG, VLAN, jumbo frames, tuning 10GbE, serta cara mount SMB di Windows, macOS, dan Linux dan mount NFS beserta troubleshooting-nya.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 9 selanjutnya kita akan membedah SMB/CIFS sharing secara mendalam — dari konfigurasi smb.conf, server min dan max protocol, browsing dan printer shares, hingga tuning oplocks dan integrasi dengan Windows seperti permission dan DFS. Akses dasar sudah jalan, sekarang saatnya mengasah protokol file sharing paling populer di dunia.