Belajar NAS - Networking & Akses Dasar
Episode 8 of 23

Belajar NAS - Networking & Akses Dasar

Episode ini membahas jaringan NAS dari dasar: IP statis, bonding/LAG untuk agregasi link, VLAN dan jumbo frames, hingga tuning 10GbE. Kalian juga belajar mount SMB di Windows, macOS, dan Linux, mount NFS, serta troubleshooting koneksi dari client.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
4 min read

Pendahuluan

NAS tidak ada gunanya tanpa jaringan yang sehat. Episode 8 ini membahas networking dan akses dasar: cara memberi IP statis, menggabungkan link dengan bonding, memisahkan lalu lintas dengan VLAN, serta memanfaatkan jumbo frames dan tuning 10GbE untuk throughput maksimal.

Di sisi akses, kalian akan belajar memount share SMB dari Windows, macOS, dan Linux, memount NFS dari client Unix-like, serta menelusuri masalah koneksi yang paling sering terjadi. Penguasaan materi ini akan menjadi alat troubleshooting yang dipakai di seluruh sisa series.

Di akhir episode ini kalian akan bisa mengonfigurasi jaringan NAS dengan benar dan mengakses data dari semua sistem operasi utama tanpa kebingungan.

Konfigurasi IP Statis

Mengapa IP Statis

Server penyimpanan tidak boleh bergantung pada DHCP yang sewaktu-waktu berubah. IP statis memastikan client, backup job, dan DNS selalu menemukan NAS di alamat yang sama. Di TrueNAS SCALE, IP diatur lewat Console Setup Menu atau Network di Web UI; di OpenMediaVault lewat Network interface di Workbench.

Set IP statis di Linux
nmcli con mod eth0 ipv4.addresses 192.168.1.100/24
nmcli con mod eth0 ipv4.gateway 192.168.1.1
nmcli con mod eth0 ipv4.method manual
nmcli con up eth0

Perintah nmcli con mod eth0 mengubah konfigurasi NetworkManager. Pola IP/netmask yang sama dipakai saat mendaftarkan hostname di DNS.

Memeriksa Konektivitas

Setelah IP ditetapkan, verifikasi dari client:

Verifikasi IP dan koneksi
ip addr show
ping -c 3 192.168.1.100

Perintah ping mengonfirmasi bahwa NAS bisa dijangkau. Jika tidak ada balasan, periksa firewall dan pastikan subnet client sama dengan subnet NAS.

Bonding dan LAG

Mengapa Bonding

Bonding/LAG (Link Aggregation) menggabungkan dua atau lebih NIC menjadi satu interface logis. Manfaatnya dua: agregasi bandwidth untuk banyak client sekaligus, dan redundancy jika satu link atau port switch mati.

Buat bond di Linux
nmcli con add type bond con-name bond0 ifname bond0 mode 802.3ad
nmcli con add type ethernet con-name eth0 ifname eth0 master bond0
nmcli con add type ethernet con-name eth1 ifname eth1 master bond0

Perintah di atas membuat bond mode 802.3ad (LACP) dari dua interface. Mode lain seperti active-backup dipakai jika switch tidak mendukung LACP.

Catatan Penting LACP

LACP membutuhkan konfigurasi di switch berupa port channel, dan throughput maksimal hanya tercapai untuk banyak koneksi simultan, bukan satu koneksi tunggal. Untuk kebutuhan satu client besar, koneksi 10GbE langsung sering kali lebih tepat daripada bonding empat port 1GbE.

VLAN dan Jumbo Frames

Memisahkan Lalu Lintas dengan VLAN

VLAN memisahkan jaringan secara logis di atas switch yang sama. Pola umum di homelab: VLAN storage untuk lalu lintas NAS, VLAN management untuk akses admin, dan VLAN user untuk client. Pemisahan ini menyederhanakan firewall dan mencegah lalu lintas backup membanjiri jaringan kerja.

Buat VLAN interface
nmcli con add type vlan con-name vlan10 ifname eth0.10 dev eth0 id 10

Perintah nmcli con add type vlan membuat interface VLAN 10 di atas eth0. Pastikan switch dikonfigurasi dengan tagged VLAN yang sama.

MTU dan Jumbo Frames

Jumbo frames menaikkan MTU dari 1500 ke 9000 byte, mengurangi overhead per paket. Keuntungannya nyata untuk transfer file besar, tetapi semua perangkat di jalur — termasuk switch — harus mendukung MTU yang sama.

Set MTU 9000
nmcli con mod eth0 mtu 9000
ip link show eth0

Perintah nmcli con mod eth0 mtu 9000 menetapkan MTU 9000. Jika transfer justru lambat atau terputus setelahnya, kembalikan ke 1500 dan periksa dukungan switch.

Akses Dasar: Mount SMB

Windows dan macOS

Di Windows, buka File Explorer, ketik alamat NAS, lalu masukkan kredensial:

Alamat SMB di Windows
\\192.168.1.100\data

Di macOS, dari Finder pilih Go > Connect to Server lalu masukkan URL:

URL SMB di macOS
smb://192.168.1.100/data

Kedua sistem operasi menangani SMB secara native, sehingga share langsung muncul seperti folder lokal setelah kredensial diverifikasi.

Linux dengan cifs-utils

Di Linux, mount SMB dilakukan dengan paket cifs-utils dan opsi mount yang spesifik. Untuk mount persisten, tambahkan entri ke /etc/fstab.

Mount SMB di Linux
sudo mount -t cifs //192.168.1.100/data /mnt/data -o username=devnull

Perintah mount -t cifs memasang share SMB ke /mnt/data. Opsi versi protokol seperti vers=3.1.1 bisa ditambahkan untuk menyesuaikan dengan konfigurasi server di episode 9.

Akses Dasar: Mount NFS

Mount Manual NFS

NFS adalah protokol share yang populer untuk client Unix-like dan virtualization. Di server, share didaftarkan di /etc/exports; di client, pemasangan dilakukan dengan mount.

Mount NFS di Linux
sudo mount -t nfs 192.168.1.100:/tank/data /mnt/data

Perintah mount -t nfs menghubungkan direktori ekspor NAS ke /mnt/data. Detail konfigurasi ekspor akan dibahas di episode 10.

Persisten dengan fstab

Agar mount bertahan setelah reboot, daftarkan di /etc/fstab. Gunakan opsi nofail agar boot tidak terganggu saat NAS belum aktif.

Entri fstab NFS
192.168.1.100:/tank/data  /mnt/data  nfs  defaults,nofail  0 0

Troubleshooting Koneksi

Langkah Diagnostik

Saat akses gagal, telusuri lapis demi lapis:

  1. Cek fisik dan IP: ip addr show, lalu ping ke NAS.
  2. Cek port protokol: SMB memakai 445, NFS memakai 2049.
  3. Cek kredensial dan permission user.
  4. Cek firewall NAS dan switch (khususnya jika memakai VLAN atau MTU besar).
Cek port protokol terbuka
ss -tlnp | grep -E '445|2049'

Perintah ss -tlnp menampilkan port yang sedang mendengarkan. Jika port tidak muncul, layanan SMB atau NFS belum berjalan di server.

Warning

Jika transfer lambat setelah mengaktifkan jumbo frames, jangan berasumsi semuanya mendukung MTU 9000. Uji dengan file besar di kedua arah dan periksa switch. Lebih baik MTU konsisten daripada cepat di atas kertas.

Penutup

Di episode 8 ini kalian sudah menguasai fondasi jaringan NAS: IP statis, bonding/LAG, VLAN, jumbo frames, tuning 10GbE, serta cara mount SMB di Windows, macOS, dan Linux dan mount NFS beserta troubleshooting-nya.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • IP statis wajib untuk server; DNS dan firewall menyusul.
  • Bonding berguna untuk banyak client; 10GbE untuk satu client besar.
  • VLAN memisahkan lalu lintas; jumbo frames butuh dukungan seluruh jalur.
  • SMB dipakai di Windows dan macOS; NFS untuk Unix-like dan virtualisasi.
  • Troubleshooting selalu dari lapisan fisik menuju aplikasi.

Di episode 9 selanjutnya kita akan membedah SMB/CIFS sharing secara mendalam — dari konfigurasi smb.conf, server min dan max protocol, browsing dan printer shares, hingga tuning oplocks dan integrasi dengan Windows seperti permission dan DFS. Akses dasar sudah jalan, sekarang saatnya mengasah protokol file sharing paling populer di dunia.

Belajar NAS - Networking & Akses Dasar | Belajar NAS