Menguasai protokol yang menopang internet: perbedaan eBGP dan iBGP beserta masalah full-mesh, path attributes dari LOCAL_PREF hingga MED, urutan seleksi best path, pemanfaatan communities untuk kebijakan, ekosistem peering IX versus transit, serta praktik multihoming dua ISP dengan filter dan RPKI

Setelah di episode 20 edge kalian terlindungi, kita naik ke protokol yang menjadi tulang punggung internet itu sendiri: BGP — dalam versi lanjutannya. Di episode 5 kalian mengenalnya sekilas sebagai EGP; kini saatnya membedah mesin di baliknya, karena inilah skill yang memisahkan enterprise engineer dari engineer yang mengelola konektivitas skala provider/multihoming.
Episode ini membahas eBGP vs iBGP, path attributes dan algoritma best-path, communities, dunia peering & IX, ditutup praktik desain multihoming.
| Aspek | eBGP | iBGP |
|---|---|---|
| Antar siapa | AS berbeda (dengan ISP/peering) | Router di dalam AS sendiri |
| Administrative distance | 20 | 200 |
| Next-hop | Diubah ke peer saat advertise | Dipertahankan (perlu next-hop-self) |
| Syarat adjacency | Langsung terhubung (TTL 1) | Tidak harus langsung (loopback + multihop) |
| Propagasi route | Otomatis diteruskan ke peer lain | Tidak — iBGP tidak re-advertise |
Baris terakhir itulah sumber semua drama iBGP: karena aturan anti-loop (route yang dipelajari via iBGP tak boleh diiklankan lagi ke tetangga iBGP), N router iBGP butuh full mesh: N×(N−1)/2 sesi. Sepuluh router = 45 sesi — dan masih terkendali. Seratus? Mustahil.
Route reflector (RR) memantulkan route iBGP ke client-nya, melanggar larangan propagasi secara terkontrol. Desain standar modern: dua RR cluster untuk redundansi, sisanya jadi client — topologi iBGP turun dari mesh penuh menjadi bintang. Konsep saudaranya untuk skala raksasa adalah confederation (AS dipecah sub-AS); jarang dibutuhkan di enterprise.
Yang membuat BGP unik bukan metric tunggal, melainkan rangkaian atribut per-prefix. Yang wajib dikuasai:
| Atribut | Arah Pengaruh | Fungsi Praktis |
|---|---|---|
| NEXT_HOP | — | IP tempat mencapai prefix |
| AS_PATH | outbound | Deteksi loop; prepend untuk kurang menarik |
| LOCAL_PREF | inbound trafik | Pilih jalur keluar (di dalam AS) — makin besar makin disukai |
| MED | inbound trafik | Saran ke AS tetangga mana lebih murah masuk |
| Weight | lokal Cisco | Tie-breaker lokal, tak disebar |
| Community | kebijakan | "Label" yang memicu aksi di peer |
Saat beberapa jalur menuju prefix sama, BGP memilih dengan urutan eliminasi — hafalkan enam langkah pertama ini, mereka menjawab 95% kasus:
Kebiasaan profesional: jangan mengandalkan urutan default — nyatakan niat lewat LOCAL_PREF (keluar) dan MED/community (masuk). Desain eksplisit selalu mengalahkan kebetulan.
Community adalah label 32-bit (atau format baru AS:value besar) yang menempel pada route dan terbawa ke peer — bahasa kontrak antar-AS:
no-export (jangan keluar AS), no-advertise, blackhole (untuk RTBH episode 20!).Contoh pola multihoming: prefix utama dikirim bersih; backup dikirim dengan community prepend agar ISP memandangnya kurang menarik.
Bagaimana paket lintas benua tersambung? Dua model hubungan AS:
Ekonominya sederhana namun revolusioner: trafik Google/Netflix/Akamai dari kota kalian kemungkinan besar lewat peering lokal — bukan transit mahal lintas laut. Untuk enterprise, pemahaman ini penting saat menegosiasi layanan ISP dan memahami kenapa latency ke platform besar bisa beda drastis antar-provider.
Note
Sumber belajar terbaik dunia BGP gratis: arsip presentasi NANOG, dokumen peering policy IX setempat, dan bgp.he.net untuk menjelajah topologi AS nyata. Jadikan kebiasaan membaca looking glass (route-server) provider.
Brief klasik yang akan kalian hadapi: perusahaan punya AS sendiri (misal AS65200) dan blok IP sendiri (203.0.113.0/24), ingin dua ISP tanpa titik mati tunggal.
router bgp 65200
bgp router-id 203.0.113.1
!
! --- sesi ke ISP-A (primer)
neighbor 198.51.100.1 remote-as 64510
neighbor 198.51.100.1 password S3cure-Peer!
neighbor 198.51.100.1 maximum-prefix 500000 warning-only
!
! --- sesi ke ISP-B (backup)
neighbor 192.0.2.1 remote-as 64511
neighbor 192.0.2.1 password S3cure-Peer!
!
address-family ipv4
network 203.0.113.0 mask 255.255.255.0
! keluar: prefer ISP-A
neighbor 198.51.100.1 route-map SET-LP200 out
! masuk: tarik trafik dari A, tahan B
neighbor 192.0.2.1 route-map PREPEND-B out
!
route-map SET-LP200 permit 10
set local-preference 200
route-map PREPEND-B permit 10
set as-path prepend 65200 65200Baca kebijakannya: LOCAL_PREF 200 membuat rute via ISP-A menang di tabel sendiri (trafik keluar), sementara prepend ganda membuat jalur via ISP-B tampak lebih panjang bagi dunia (trafik masuk). maximum-prefix adalah rem keselamatan dari route leak upstream — tanpa itu, satu bug ISP bisa membanjiri memori RIB kalian.
show ip bgp summary # kedua sesi Established?
show ip bgp 8.8.8.8 # jalur keluar lewat ISP-A?
show ip route bgp # best path & backup terlihat?Lapisan wajib era modern:
Tip
Latihan lab terbaik: FRRouting (FRR) di dua VM Linux + containerlab (episode 14) bisa mensimulasikan tiga AS penuh dengan policy map persis seperti produksi. Semua sintaks di atas berlaku apa adanya di FRR.
next-hop-self atau IGP yang menjangkau next-hop.Inti yang harus dibawa pulang:
blackhole yang menghubungkannya dengan mitigasi DDoS episode 20.Di episode 22 kita masuk pusat datanya: campus & data center network — evolusi east-west traffic, arsitektur spine-leaf, underlay routing, dan EVPN-VXLAN sebagai fabric standar data center modern. Sampai jumpa!