Belajar Network Engineer - BGP Lanjutan & Peering
Episode 21 of 28

Belajar Network Engineer - BGP Lanjutan & Peering

Menguasai protokol yang menopang internet: perbedaan eBGP dan iBGP beserta masalah full-mesh, path attributes dari LOCAL_PREF hingga MED, urutan seleksi best path, pemanfaatan communities untuk kebijakan, ekosistem peering IX versus transit, serta praktik multihoming dua ISP dengan filter dan RPKI

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
4 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 20 edge kalian terlindungi, kita naik ke protokol yang menjadi tulang punggung internet itu sendiri: BGP — dalam versi lanjutannya. Di episode 5 kalian mengenalnya sekilas sebagai EGP; kini saatnya membedah mesin di baliknya, karena inilah skill yang memisahkan enterprise engineer dari engineer yang mengelola konektivitas skala provider/multihoming.

Episode ini membahas eBGP vs iBGP, path attributes dan algoritma best-path, communities, dunia peering & IX, ditutup praktik desain multihoming.

eBGP vs iBGP: Dua Wajah Protokol Sama

AspekeBGPiBGP
Antar siapaAS berbeda (dengan ISP/peering)Router di dalam AS sendiri
Administrative distance20200
Next-hopDiubah ke peer saat advertiseDipertahankan (perlu next-hop-self)
Syarat adjacencyLangsung terhubung (TTL 1)Tidak harus langsung (loopback + multihop)
Propagasi routeOtomatis diteruskan ke peer lainTidak — iBGP tidak re-advertise

Baris terakhir itulah sumber semua drama iBGP: karena aturan anti-loop (route yang dipelajari via iBGP tak boleh diiklankan lagi ke tetangga iBGP), N router iBGP butuh full mesh: N×(N−1)/2 sesi. Sepuluh router = 45 sesi — dan masih terkendali. Seratus? Mustahil.

Route Reflector: Jawaban Full Mesh

Route reflector (RR) memantulkan route iBGP ke client-nya, melanggar larangan propagasi secara terkontrol. Desain standar modern: dua RR cluster untuk redundansi, sisanya jadi client — topologi iBGP turun dari mesh penuh menjadi bintang. Konsep saudaranya untuk skala raksasa adalah confederation (AS dipecah sub-AS); jarang dibutuhkan di enterprise.

Path Attributes: Bahasa Kebijakan BGP

Yang membuat BGP unik bukan metric tunggal, melainkan rangkaian atribut per-prefix. Yang wajib dikuasai:

AtributArah PengaruhFungsi Praktis
NEXT_HOPIP tempat mencapai prefix
AS_PATHoutboundDeteksi loop; prepend untuk kurang menarik
LOCAL_PREFinbound trafikPilih jalur keluar (di dalam AS) — makin besar makin disukai
MEDinbound trafikSaran ke AS tetangga mana lebih murah masuk
Weightlokal CiscoTie-breaker lokal, tak disebar
Communitykebijakan"Label" yang memicu aksi di peer

Algoritma Best Path (Versi Kerja)

Saat beberapa jalur menuju prefix sama, BGP memilih dengan urutan eliminasi — hafalkan enam langkah pertama ini, mereka menjawab 95% kasus:

  1. Weight tertinggi (lokal Cisco).
  2. LOCAL_PREF tertinggi.
  3. Originate lokal sendiri menang.
  4. AS_PATH terpendek.
  5. Origin type terendah (IGP < EGP < incomplete).
  6. MED terendah (antar AS sama).
  7. eBGP di atas iBGP → lalu IGP cost ke next-hop terendah → dst.

Kebiasaan profesional: jangan mengandalkan urutan default — nyatakan niat lewat LOCAL_PREF (keluar) dan MED/community (masuk). Desain eksplisit selalu mengalahkan kebetulan.

Communities: Tag Kebijakan yang Menyeberang AS

Community adalah label 32-bit (atau format baru AS:value besar) yang menempel pada route dan terbawa ke peer — bahasa kontrak antar-AS:

  • Well-known: no-export (jangan keluar AS), no-advertise, blackhole (untuk RTBH episode 20!).
  • Konvensi ISP: tiap provider punya kamus komunitas publik — misal "set community 65000:100 = prepend saya 1x", "65000:120 = jangan announce ke pelanggan Eropa". Membaca dokumen komunitas ISP adalah ritual onboarding wajib.

Contoh pola multihoming: prefix utama dikirim bersih; backup dikirim dengan community prepend agar ISP memandangnya kurang menarik.

Peering vs Transit: Ekonomi Internet

Bagaimana paket lintas benua tersambung? Dua model hubungan AS:

  • Transit: kalian bayar provider untuk mencapai seluruh internet. Mahal per-Mbps, tapi lengkap.
  • Peering: dua AS bertukar trafik langsung dan gratis (settlement-free) demi saling menguntungkan. Tempatnya IXP/IX (Internet Exchange — misal IIX Jakarta, DE-CIX, AMS-IX): switch publik tempat ratusan AS saling menyambung.

Ekonominya sederhana namun revolusioner: trafik Google/Netflix/Akamai dari kota kalian kemungkinan besar lewat peering lokal — bukan transit mahal lintas laut. Untuk enterprise, pemahaman ini penting saat menegosiasi layanan ISP dan memahami kenapa latency ke platform besar bisa beda drastis antar-provider.

Note

Sumber belajar terbaik dunia BGP gratis: arsip presentasi NANOG, dokumen peering policy IX setempat, dan bgp.he.net untuk menjelajah topologi AS nyata. Jadikan kebiasaan membaca looking glass (route-server) provider.

Praktik: Multihoming Dua ISP

Brief klasik yang akan kalian hadapi: perusahaan punya AS sendiri (misal AS65200) dan blok IP sendiri (203.0.113.0/24), ingin dua ISP tanpa titik mati tunggal.

Tujuan Kebijakan

  • Keluar: ISP-A primer (kapasitas lebih besar), ISP-B backup.
  • Masuk: ISP-A primer; ISP-B menerima trafik hanya saat A gagal.
  • Amanti: jika salah satu link mati, konvergensi otomatis tanpa intervensi manusia.

Konfigurasi Inti (Pola)

bgp-multihoming.cfg
router bgp 65200
 bgp router-id 203.0.113.1
 !
 ! --- sesi ke ISP-A (primer)
 neighbor 198.51.100.1 remote-as 64510
 neighbor 198.51.100.1 password S3cure-Peer!
 neighbor 198.51.100.1 maximum-prefix 500000 warning-only
 !
 ! --- sesi ke ISP-B (backup)
 neighbor 192.0.2.1 remote-as 64511
 neighbor 192.0.2.1 password S3cure-Peer!
 !
 address-family ipv4
  network 203.0.113.0 mask 255.255.255.0
  ! keluar: prefer ISP-A
  neighbor 198.51.100.1 route-map SET-LP200 out
  ! masuk: tarik trafik dari A, tahan B
  neighbor 192.0.2.1 route-map PREPEND-B out
 !
route-map SET-LP200 permit 10
 set local-preference 200
route-map PREPEND-B permit 10
 set as-path prepend 65200 65200

Baca kebijakannya: LOCAL_PREF 200 membuat rute via ISP-A menang di tabel sendiri (trafik keluar), sementara prepend ganda membuat jalur via ISP-B tampak lebih panjang bagi dunia (trafik masuk). maximum-prefix adalah rem keselamatan dari route leak upstream — tanpa itu, satu bug ISP bisa membanjiri memori RIB kalian.

Validasi dan Keamanan

Verifikasi multihoming
show ip bgp summary            # kedua sesi Established?
show ip bgp 8.8.8.8            # jalur keluar lewat ISP-A?
show ip route bgp              # best path & backup terlihat?

Lapisan wajib era modern:

  1. Prefix list/filter ketat: advertise HANYA blok milik kalian; accept hanya yang wajar dari peer. Filter telanjang = risiko hijack.
  2. RPKI ROV: validasi origin AS route yang diterima (menjawab gelombang route leak/hijack global).
  3. IRR/peeringdb konsisten: data kontak dan ASN akurat untuk koordinasi insiden.

Tip

Latihan lab terbaik: FRRouting (FRR) di dua VM Linux + containerlab (episode 14) bisa mensimulasikan tiga AS penuh dengan policy map persis seperti produksi. Semua sintaks di atas berlaku apa adanya di FRR.

Common Pitfalls

  • Announce prefix tanpa aggregate/filter — satu typo mengumumkan blok tetangga (route leak); internet sempat lumpuh berkali-kali karena ini. Prefix-list eksplisit selalu.
  • iBGP next-hop tidak terselesaikan — route ada tapi tak terpakai ("not synchronized/inaccessible"); solusi standarnya next-hop-self atau IGP yang menjangkau next-hop.
  • Mengandalkan prepending saja untuk load-sharing — hasilnya asimetris dan rapuh; kombinasi LOCAL_PREF + MED + komunitas ISP memberi kontrol nyata.
  • Tanpa maximum-prefix — RIB penuh karena leak upstream membuat router reload/mati; selalu pasang batas dengan margin.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • eBGP antar-AS vs iBGP internal; full mesh iBGP diselesaikan dengan route reflector.
  • Kebijakan BGP diekspresikan lewat path attributes: LOCAL_PREF untuk keluar, MED/AS_PATH prepend untuk mengatur masuk, weight sebagai tie-breaker lokal.
  • Communities adalah bahasa kontrak antar-AS — termasuk blackhole yang menghubungkannya dengan mitigasi DDoS episode 20.
  • Ekonomi internet: transit berbayar vs peering settlement-free di IX; memahaminya membuat kalian bicara bahasa provider.
  • Multihoming profesional = tujuan kebijakan eksplisit + filter ketat + maximum-prefix + RPKI — semuanya teruji di lab FRR dulu.

Di episode 22 kita masuk pusat datanya: campus & data center network — evolusi east-west traffic, arsitektur spine-leaf, underlay routing, dan EVPN-VXLAN sebagai fabric standar data center modern. Sampai jumpa!