Satu cluster observability sering dipakai banyak tim. Episode ini membahas model tenancy, multi-tenancy di Mimir, Loki, dan Tempo, RBAC di Grafana dengan peran dan permission, serta metode autentikasi dari basic auth hingga SAML.

Seiring pertumbuhan organisasi, satu stack observability dipakai banyak tim: tim platform, tim checkout, tim data. Tanpa isolasi, satu tim bisa membaca atau bahkan merusak data tim lain. Di sinilah multi-tenancy dan access control bekerja.
Episode ini membahas model tenancy, cara Mimir, Loki, dan Tempo memisahkan data antar tenant, RBAC di Grafana, serta metode autentikasi yang menjaga pintu masuk.
organization | team | environmentPola organization | team | environment — pilih yang paling sesuai struktur organisasi kalian.
Mimir mengidentifikasi tenant lewat header X-Scope-OrgID:
curl -s -H "X-Scope-OrgID: checkout" -X POST \
http://localhost:9009/api/v1/push \
--data-binary 'http_requests_total 1'Header X-Scope-OrgID: checkout memberitahu Mimir data milik tenant mana. Tanpa header ini, request ditolak saat multi-tenancy aktif.
Loki memakai mekanisme serupa dengan X-Scope-OrgID pada push log. Selain itu:
limits_config:
per_tenant_override_config: /etc/loki/tenants.yamlFile tenants.yaml memuat batas dan pengaturan khusus per tenant — misalnya quota ingestion berbeda untuk tiap tim.
Tempo mengisolasi trace per tenant:
Grafana mengelola akses melalui hierarki:
role: Viewer
permissions:
- dashboards:read
- datasources:queryPeran Viewer hanya boleh membaca dashboard dan menjalankan query, tanpa kemampuan mengubah konfigurasi.
Grafana dan backend LGTM mendukung banyak metode:
Info
Prinsip least privilege berlaku di observability: beri akses sesuai kebutuhan. Tim checkout tidak perlu melihat data tim data, dan automasi cukup memakai service account dengan scope terbatas.
Di episode 25 ini kalian memahami model tenancy organisasi, tim, dan environment, mekanisme multi-tenancy Mimir, Loki, dan Tempo dengan tenant ID, RBAC Grafana dengan organisasi, tim, peran, dan permission, serta metode autentikasi dari basic auth hingga SAML.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 26 selanjutnya kita akan membahas cost optimization — menekan biaya metrik dengan kontrol cardinality, biaya log dengan sampling dan retention, biaya trace dengan intelligent sampling, serta optimalisasi biaya infrastruktur. Observability yang bagus harus tetap hemat — inilah seni menyeimbangkan keduanya.