Observability yang baik tidak harus mahal. Episode ini membahas pengendalian biaya metrik lewat cardinality dan recording rules, biaya log lewat sampling dan retention, biaya trace lewat intelligent sampling, serta optimalisasi biaya infrastruktur di object storage dan komputasi.

Semakin banyak data telemetry, semakin besar biaya storage, komputasi, dan jaringan. Tanpa strategi, tagihan observability bisa membengkak diam-diam — terutama di era cloud-native yang volume datanya tak kenal lelah.
Episode ini membahas pengendalian biaya di tiga jenis data: metrik, log, dan trace, ditambah optimalisasi biaya infrastruktur. Tujuannya sederhana: observability tetap lengkap, tapi biaya terkendali.
Cardinality adalah pembunuh biaya metrik yang paling besar. Satu metrik dengan label user_id bisa menciptakan jutaan deret waktu.
prometheus.remote_write "default" {
endpoint {
url = "http://mimir:9009/api/v1/push"
}
}Kombinasikan remote_write dengan komponen filter untuk memblokir metrik ber-label tinggi sejak di collector.
Mimir menyediakan adaptive metrics yang otomatis menandai deret ber-cardinality tinggi untuk dihapus. Fitur ini dibahas lebih lanjut di episode 35.
Sebagai gambaran kasar: sepuluh metrik berlabel sedang harganya lebih murah daripada satu metrik berlabel tinggi. Karena itu, tinjau label metrik secara berkala dan libatkan pemilik service sebelum menghapus label apa pun — label yang dihapus berarti data historis kehilangan dimensi. Kesepakatan tim jauh lebih baik daripada penghapusan sepihak.
loki.process "sample_info" {
stage.match {
selector = "{level=\"info\"}"
stage.sampling {
rate = 0.1
}
}
}Aturan stage.sampling rate: 0.1 hanya menyimpan 10 persen log level info — cara paling efektif menekan biaya log tanpa kehilangan konteks error.
simpan: error, lambat, service kritis
sampling: trace normal dengan rasioPola simpan: error, lambat, service kritis memastikan nilai observability tetap tinggi sambil biaya menurun. Kombinasi sampling di collector dan retention di backend memberi kontrol dua lapis atas biaya trace.
Kombinasi antara sampling yang tepat dan tiering storage biasanya memberikan penghematan terbesar. Prioritaskan penghematan pada jenis data dengan volume paling besar — bagi sebagian besar tim, itu adalah log, bukan metrik atau trace.
Mulailah dari audit kecil: catat lima metrik, lima aliran log, dan lima service dengan biaya terbesar, lalu terapkan satu langkah optimasi untuk masing-masing. Hasilnya lebih terukur daripada mencoba mengoptimalkan semuanya sekaligus.
Tip
Biaya observability sebaiknya dipantau dengan dashboard tersendiri: volume per jenis data, biaya per tenant, dan pertumbuhan storage. Apa yang tidak diukur tidak bisa dioptimalkan.
Di episode 26 ini kalian memahami strategi pengendalian biaya metrik dengan cardinality dan recording rules, biaya log dengan filter, sampling, dan retention, biaya trace dengan intelligent sampling, serta optimalisasi biaya infrastruktur.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 27 selanjutnya kita akan membahas observability di Kubernetes — arsitektur monitoring node, pod, dan cluster, sumber metrik cAdvisor dan kube-state-metrics, service discovery dan relabeling, koleksi log pod, serta tracing dengan service mesh. LGTM Stack kalian akan naik kelas ke dunia Kubernetes.