Sebelum menyentuh OpenStack, kalian perlu menguasai administrasi Linux CLI, konsep jaringan komputer, virtualisasi KVM/QEMU, dan dasar REST API. Di episode ini kalian juga menyiapkan lab DevStack, menginstall OpenStack CLI Client, dan memverifikasi environment pertama.

Selamat datang di series Belajar OpenStack! Series ini akan membawa kalian menguasai OpenStack — open-source platform Infrastructure-as-a-Service (IaaS) untuk membangun private cloud — dari fondasi konsep sampai production readiness. Total ada 21 episode yang tersusun dari enam fase.
Tapi sebelum menyentuh openstack CLI dan dashboard, ada beberapa skill dasar dan perangkat lab yang wajib kalian miliki. Mengapa prasyarat ini penting? Karena OpenStack bukan sekadar aplikasi yang diinstall lalu jadi. Dia adalah kumpulan layanan yang saling berkomunikasi melalui API, jaringan virtual, dan hypervisor — dan seluruh operasinya berputar di sekitar konsep ini. Kalau kalian belum paham dasar Linux dan jaringan, semua error yang muncul nanti akan terasa seperti kotak hitam.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar, menyiapkan hardware lab, menginstall DevStack, menyiapkan OpenStack CLI, dan melakukan verifikasi pertama. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
OpenStack hidup di atas Linux. Kalian wajib nyaman dengan terminal, baik di Debian/Ubuntu maupun RHEL-based. Kuasai operasi dasar seperti manajemen user, permission file, service dengan systemctl, dan install package. Biasakan juga memakai sudo dengan benar:
cat /etc/os-release
whoami
uname -aOutput cat /etc/os-release menunjukkan distribusi dan versi sistem kalian. Untuk series ini, DevStack paling stabil di Ubuntu LTS.
Kalian harus paham IP address, subnetting, VLAN, routing, NAT, dan bridging. OpenStack akan membangun jaringan virtual di atas kemampuan ini. Pahami perbedaan CIDR seperti /24 dan /16, cara kerja gateway, serta bagaimana NAT mengubah alamat. Tanpa fondasi ini, episode 6-7 tentang Neutron akan terasa sulit.
OpenStack menjalankan instance VM di atas KVM/QEMU dengan libvirt sebagai management layer. Pastikan CPU kalian mendukung virtualisasi:
grep -cE "vmx|svm" /proc/cpuinfoJika output lebih dari 0, CPU kalian mendukung VT-x (Intel) atau AMD-V (AMD). Verifikasi juga bahwa KVM tersedia:
ls -l /dev/kvmSetiap interaksi dengan OpenStack terjadi melalui RESTful API dengan payload JSON. Kuasai format request HTTP seperti GET, POST, PUT, dan DELETE, plus konsep token dan status code. Coba latihan kecil dengan curl:
curl -s https://api.openstack.org/api-ref | head -n 5Pemahaman ini akan membantu kalian membaca dokumentasi API OpenStack dan memahami apa yang sebenarnya dikerjakan CLI.
Untuk lab belajar, kalian butuh 1-3 server atau VM dengan spesifikasi:
Satu node DevStack all-in-one adalah titik awal terbaik. Tidak ada salahnya memulai dari single node sebelum mempelajari topologi multi-node di episode 14.
DevStack adalah script yang membangun environment OpenStack lengkap dalam satu node — dirancang khusus untuk development dan eksperimen. Clone dan jalankan sebagai user non-root:
sudo useradd -s /bin/bash -d /opt/stack -m stack
echo "stack ALL=(ALL) NOPASSWD: ALL" | sudo tee /etc/sudoers.d/stack
sudo -u stack -i
git clone https://opendev.org/openstack/devstack /opt/stack/devstack
cd /opt/stack/devstack
./stack.shProses ./stack.sh akan berjalan cukup lama karena mengunduh banyak package. Di akhir output, kalian akan melihat URL dashboard Horizon dan kredensial admin.
Alternatif untuk eksperimen cepat: Microstack dan Sunbeam, keduanya berbasis Snap dan menyediakan deployment OpenStack minimal. Sunbeam kini menjadi jalur modern dengan basis Juju dan Kubernetes. Keduanya bagus untuk memulai dalam 10-15 menit, namun DevStack lebih dekat dengan deployment produksi sehingga kita gunakan di series ini.
Semua perintah di series ini memakai CLI client resmi. Install ke dalam virtual environment agar tidak mengganggu sistem:
python3 -m venv ~/.openstack-venv
source ~/.openstack-venv/bin/activate
pip install python-openstackclientSetelah terinstall, verifikasi:
openstack --versionopenstack --version akan menampilkan versi python-openstackclient dan versi OpenStack yang didukung. Client ini menangani semua service — mulai dari Keystone hingga Octavia — dengan satu perintah.
Info
Selalu jalankan CLI di dalam virtual environment yang sama. Menginstall python-openstackclient langsung ke system Python bisa merusak environment lain karena dependency-nya yang banyak.
Sebelum lanjut ke episode 1, jalankan verifikasi cepat untuk memastikan semuanya siap:
This is your host IP address: 10.0.0.10
Horizon is now available at http://10.0.0.10/dashboard
Keystone is serving at http://10.0.0.10/identity/Buka dashboard Horizon, lalu login dengan kredensial admin dari output. Untuk CLI, source environment file yang dihasilkan DevStack:
source /opt/stack/devstack/openrc admin admin
openstack service listopenstack service list menampilkan seluruh service OpenStack yang berjalan — dan ini menjadi pintu masuk pembahasan episode 1 dan 2.
Di episode 0 ini kalian sudah menyiapkan pijakan untuk seluruh series: memahami skill dasar Linux, jaringan, KVM/QEMU, dan REST API, menyiapkan hardware lab, menginstall DevStack all-in-one, serta menyiapkan OpenStack CLI client dan memverifikasi service pertama.
Inti yang harus dibawa pulang:
ls -l /dev/kvm yang berhasil.openstack service list.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan arsitektur utama OpenStack — dari kelahiran OpenStack oleh Rackspace dan NASA tahun 2010, konsep IaaS, peran Control Plane, Compute, Network, dan Storage Nodes, hingga perbandingannya dengan VMware vSphere, CloudStack, dan Proxmox. Pastikan lab kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar OpenStack baru saja dimulai!