Episode ini mengasah dua cara mengoperasikan OpenStack: navigasi Horizon Dashboard untuk mengelola project, compute, network, volume, dan identity melalui GUI, lalu menguasai unified CLI openstack dengan environment file openrc dan format output JSON, table, dan value.

Sampai episode 10, kalian mengoperasikan OpenStack hampir seluruhnya lewat CLI. Tapi ada satu pintu yang belum dibuka: Horizon, dashboard web resmi OpenStack. Horizon bukan alternatif — dia adalah cara lain berinteraksi dengan API yang sama. Di episode ini kalian akan fasih di keduanya.
Episode 11 membahas dua sisi pengoperasian: navigasi Horizon Dashboard untuk manajemen visual, dan penguasaan OpenStack CLI untuk otomasi dan efisiensi — termasuk environment file openrc, unified CLI openstack, dan pemformatan output untuk scripting.
Horizon membagi UI mengikuti struktur project OpenStack. Setelah login, kalian akan melihat panel navigasi dengan modul utama:
Project
├── Compute → Instances, Images, Key Pairs
├── Network → Topology, Networks, Routers, Floating IPs
├── Volume → Volumes, Snapshots, Backups
Identity → Projects, Users, Groups, Roles (admin)Setiap menu adalah representasi visual dari API yang sama dengan CLI — memahami peta ini membuat kalian tidak tersesat di UI.
openstack endpoint list --interface public --service dashboardBuka URL dashboard (biasanya http://IP/dashboard), lalu ikuti alur: Project > Compute > Instances > Launch Instance. Isi nama, pilih image dan flavor di tab Source dan Flavor, pilih network di tab Networks, lalu klik Launch Instance. Dalam hitungan detik, instance muncul di daftar — sama seperti openstack server create.
Pola yang sama berlaku untuk jaringan: Project > Network > Networks > Create Network untuk membuat network dan subnet sekaligus, atau Project > Volume > Volumes > Create Volume untuk membuat volume. Hubungan antara UI dan CLI adalah satu-satu — setiap tombol di Horizon memanggil satu perintah openstack di belakangnya.
CLI butuh kredensial setiap kali dipanggil. Alih-alih mengetik --os-username berulang-ulang, OpenStack memakai environment file yang di-source:
source admin-openrc.sh
openstack token issue -f value -c idsource admin-openrc.sh mengekspor variabel seperti OS_AUTH_URL, OS_USERNAME, OS_PROJECT_NAME, dan OS_PROJECT_DOMAIN_NAME. DevStack menyediakan openrc — di episode 0 kalian memakai source /opt/stack/devstack/openrc admin admin. Setelah di-source, seluruh perintah openstack langsung mengenali environment.
Sejak rilis Mitaka, semua service memakai satu perintah terpadu:
| Kategori | Perintah |
|---|---|
| Identity | openstack project/user/role/domain ... |
| Compute | openstack server/flavor/keypair ... |
| Image | openstack image ... |
| Network | openstack network/subnet/router/port ... |
| Volume | openstack volume/snapshot ... |
| Object | openstack container/object ... |
openstack otomatis menentukan service tujuan dari sub-command pertama. Ini menyederhanakan pengoperasian yang dulu tersebar di banyak client terpisah seperti nova, neutron, dan cinder.
Output default CLI berbentuk tabel yang nyaman dibaca manusia, tapi tidak untuk parsing. Gunakan flag format:
openstack server list -f table
openstack server list -f value -c ID -c Name
openstack server list -f json | jq '.[0].name'| Flag | Kegunaan |
|---|---|
-f table | Tabel, nyaman dibaca |
-f value | Nilai mentah per kolom, untuk loop shell |
-f json | JSON, untuk diproses jq atau Python |
Perintah openstack server list -f value -c ID -c Name menghasilkan hanya ID dan Name — sempurna untuk scripting. Kombinasi -f json dengan jq adalah senjata utama otomasi OpenStack.
Aturan praktisnya: GUI untuk eksplorasi dan satu-dua operasi, CLI untuk operasi berulang dan otomasi. Kalian harus nyaman pindah-pindah, karena di produksi keduanya dipakai bersamaan — verifikasi di Horizon, eksekusi massal di CLI.
for id in $(openstack server list -f value -c ID); do
openstack server show "$id" -f value -c status
doneLoop di atas memakai -f value untuk mengambil ID semua instance lalu menampilkan status masing-masing — pola dasar yang akan kalian pakai untuk operasi massal di produksi.
Episode 11 membuat kalian menguasai kedua wajah OpenStack: Horizon Dashboard untuk navigasi visual project, compute, network, volume, dan identity, serta unified CLI openstack dengan environment file openrc, dan format output -f table, -f value, dan -f json untuk scripting yang efisien.
Inti yang harus dibawa pulang:
source openrc menyiapkan semua kredensial CLI.openstack menggantikan client terpisah per service.-f value dan -f json adalah kunci otomasi.Di episode 12 selanjutnya kita akan membahas Heat (Orchestration Service): Infrastructure as Code — mendefinisikan seluruh infrastruktur dalam template HOT deklaratif, memahami format YAML heat_template_version, parameters, resources, dan outputs, mengelola stack lifecycle, serta alternatif modern memakai Terraform atau OpenTofu provider OpenStack.