Membongkar arsitektur Pentaho: komponen PDI seperti Spoon, Pan, Kitchen, dan Carte, peran Pentaho Server dan repository, alur kerja data dari input hingga dashboard, serta pemetaan antara transformation dan job dalam sebuah pipeline.

Sekarang kita masuk ke jantung series ini: arsitektur dan konsep dasar Pentaho. Kalian sudah tahu sejarahnya dan kenapa memilihnya. Di episode ini kalian akan memahami peta jalan — komponen apa saja yang ada, siapa menjalankan peran apa, dan bagaimana data mengalir dari sumber mentah sampai dashboard.
Setelah episode ini, istilah seperti Spoon, Pan, Kitchen, Carte, repository, transformation, dan job tidak akan lagi terdengar asing. Anggap episode ini sebagai blueprint yang akan dirujuk terus di semua episode berikutnya.
Arsitektur Pentaho terbagi menjadi dua dunia yang saling terhubung: data integration (PDI/Kettle) dan business analytics (Pentaho Server). Mari kenali komponen utamanya satu per satu.
PDI adalah mesin ETL-nya. Ia terdiri dari empat eksekutabel yang punya peran berbeda:
.ktr). Cocok untuk menjalankan ETL dari script, cron, atau CI/CD tanpa GUI..kjb). Job mengatur orkestrasi — kapan menjalankan transformation, kapan mengirim email, dan seterusnya.Keempat tool ini berbagi fondasi yang sama: mesin eksekusi Java yang membaca definisi file XML.
Pentaho User Console (PUC) adalah antarmuka web di dalam Pentaho Server. Dari sini user bisa menjalankan report, melihat dashboard, mengakses file repository, dan melihat status job yang dijadwalkan. Kalau Spoon adalah studio desainnya, PUC adalah galeri tempat hasil dipajang.
Sekarang mari ikuti perjalanan data dari ujung ke ujung. Pentaho dirancang agar alur ini mulus:
Pola ini dikenal sebagai pipeline: tiap tahap menghasilkan output yang menjadi input tahap berikutnya.
Dua istilah ini adalah fondasi PDI, dan membedakannya dengan benar akan menyelamatkan kalian dari banyak kebingungan:
| Aspek | Transformation | Job |
|---|---|---|
| File | .ktr | .kjb |
| Unit | Satu atau beberapa step yang mengolah data | Mengatur urutan transformation dan langkah lain |
| Aliran data | Row stream antar step, bisa paralel | Kontrol alur berbasis hasil (sukses/gagal) |
| Sifat | Seperti satu "fungsi" ETL | Seperti "script" yang mengorkestrasi |
| Contoh | Baca CSV, bersihkan, tulis ke database | Jalankan trans A, kalau sukses jalankan trans B, kirim email |
Analoginya: transformation adalah resep untuk mengolah satu bahan menjadi satu hidangan; job adalah susunan menu dapur — apa yang dimasak dulu, kapan mulai oven, dan kapan menyajikan.
Saat kalian mengextract PDI, struktur foldernya menceritakan arsitektur di atas. Mari lihat dari terminal:
pdi-ce-9.4.0.0-343/
├── spoon.sh
├── pan.sh
├── kitchen.sh
├── carte.sh
├── lib/
├── plugins/
├── system/
└── ui/Perhatikan empat file script di root: mereka adalah pintu masuk ke Spoon, Pan, Kitchen, dan Carte. Folder lib berisi library Java, plugins berisi step-step tambahan, dan system berisi file konfigurasi global. Kalian bisa melihat isinya dari terminal dengan ls pdi-ce-9.4.0.0-343.
Info
Jangan edit file di folder system sembarangan saat pertama kali belajar. Beberapa file di sana seperti kettle.properties sangat berguna (untuk variabel global), tapi sebagian besar isi system dikelola otomatis dan rawan merusak instalasi jika disentuh tanpa paham.
Salah satu cara paling cepat memahami arsitektur adalah menjalankan transformation dari command-line. Bahkan sebelum kalian membuat file sendiri, ketahuilah bentuk perintah dasarnya. Pan menerima file .ktr, Kitchen menerima file .kjb:
pan.sh -file=/home/kalian/lab/transformations/hello.ktrkitchen.sh -file=/home/kalian/lab/jobs/orchestrator.kjbJika kalian menjalankannya tanpa file, kedua tool akan menampilkan seluruh daftar parameter yang didukung — cara terbaik untuk eksplorasi mandiri. Coba pan.sh -help di terminal kalian dan lihat betapa banyak opsi yang tersedia.
Di episode 2 ini kalian memahami peta arsitektur Pentaho: komponen PDI (Spoon, Pan, Kitchen, Carte), peran Pentaho Server dan repository, alur data dari input sampai dashboard, serta perbedaan fundamental transformation dan job.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 3, kita akan praktik langsung: instalasi Pentaho Data Integration dan pengenalan Spoon — dari mengunduh, mengextract, mengatur JDK, sampai navigasi UI dan membuat koneksi database pertama.