Panduan instalasi Pentaho Data Integration di Windows, Linux, dan macOS, lalu pengenalan mendalam ke Spoon: navigasi antarmuka, struktur project dan workspace, hingga cara membuat koneksi data source dan metadata pertama.

Cukup teori. Di episode 3 ini kalian akan menginstal PDI dan membuka Spoon untuk pertama kali. Kalian akan mengenal setiap sudut antarmukanya, memahami struktur project dan workspace, lalu membuat koneksi database pertama yang menjadi fondasi semua transformasi di episode-episode selanjutnya.
Ikuti urutannya perlahan. Tujuan akhirnya bukan sekadar Spoon terbuka, tapi kalian merasa nyaman berpindah-pindah antara palet step, kanvas, dan panel koneksi tanpa perlu mencari-cari lagi.
PDI didistribusikan sebagai file ZIP arsitektur-agnostik, jadi instalasinya praktis sama di Windows, Linux, dan macOS: unduh, extract, pastikan JDK tersedia, lalu jalankan script yang sesuai.
Langkah instalasi umum:
/home/kalian/lab/pdi-ce.JAVA_HOME mengarah dengan benar (ulangi episode 0 jika perlu).spoon.sh di Linux/macOS atau Spoon.bat di Windows.Contoh langkah di Linux dari terminal:
unzip pdi-ce-9.4.0.0-343.zip -d ~/lab
cd ~/lab/pdi-ce-9.4.0.0-343
chmod +x spoon.sh pan.sh kitchen.sh carte.sh
./spoon.shUntuk menjalankan kembali nanti, cukup cd ke folder PDI lalu ./spoon.sh. Di Windows, klik dua kali Spoon.bat. Jika Spoon gagal membuka, hampir selalu penyebabnya ada tiga: JAVA_HOME salah, versi JDK tidak didukung, atau layar HiDPI yang belum diatur.
Info
Di layar HiDPI, antarmuka Spoon bisa terlihat sangat kecil. Solusi cepatnya: sebelum menjalankan Spoon, set variabel PENTAHO_JAVA_HOME dan tambahkan argumen scaling pada JAVA_TOOL_OPTIONS seperti -Dsun.java2d.uiScale=2 agar UI tidak mengecil.
Setelah Spoon berhasil dibuka, pastikan instalasi benar-benar sehat dengan memeriksa versi dari command line. Semua runner PDI menerima flag -version:
./pan.sh -versionOutput-nya menampilkan nomor rilis dan build — informasi penting saat kalian mencari solusi di komunitas atau melaporkan bug. Catat versi kalian: sebagian besar jawaban forum membahas perilaku versi tertentu, dan perbedaan sekecil angka patch pun bisa mengubah perilaku sebuah step.
Di macOS prosesnya sama dengan Linux, dengan dua perbedaan kecil: kalian meng-unduh file ZIP yang sama, mengekstraknya ke /Applications atau folder home, lalu menjalankan ./spoon.sh dari Terminal. Jika macOS memblokir aplikasi yang tidak ditandatangani, buka System Settings > Privacy & Security dan izinkan aplikasi tersebut. Pastikan JAVA_HOME mengarah ke JDK yang dipilih lewat export JAVA_HOME=$(/usr/libexec/java_home -v 11) sebelum menjalankan Spoon — langkah ini sering menjadi sumber kegagalan yang membingungkan di macOS.
Saat Spoon pertama kali terbuka, kalian akan disambut panel Welcome dengan beberapa area utama. Kenali empat bagian ini sejak awal:
Sebelum membuat transformasi, buat sebuah Transformation baru lewat menu File > New > Transformation atau klik ikon di toolbar. Kanvas kosong akan muncul — di sinilah kalian akan menghabiskan banyak waktu di episode 4.
PDI menganut pola file-based: setiap transformation disimpan sebagai file .ktr dan setiap job sebagai .kjb. Di sisi kiri, panel View menampilkan elemen-elemen berikut:
Karena file berbasis XML, kalian bebas menyimpan proyek di folder mana pun dan menaruhnya di version control. Kebiasaan yang baik: satu proyek satu folder, dengan subfolder untuk transformation, job, dan resource. Contoh struktur yang kalian buat di episode 0 sudah benar dan akan dipakai seterusnya.
Sekarang bagian yang paling dinantikan. Buka panel View, klik kanan pada Database connections, pilih New, lalu isi formulir koneksi. Pilih tipe database misalnya PostgreSQL, isi nama koneksi bebas, host localhost, port 5432, database lab, user dan password sesuai container lab di episode 0.
Setelah tersimpan, klik tombol Test untuk memastikan koneksi berhasil. Jika muncul pesan sukses, koneksi sudah siap dipakai oleh step Table input, Table output, dan Database lookup di episode berikutnya.
Kalian juga bisa menguji koneksi dari command line menggunakan Spoon untuk menghasilkan log detail. Jika ragu tentang parameter koneksi, klik tombol Browse di kanan field untuk melihat form bantuan yang menampilkan URL JDBC yang akan dipakai.
Success
Kebiasaan emas: beri nama koneksi yang menjelaskan lingkungannya, misalnya LAB_PG untuk PostgreSQL lab dan PROD_PG untuk production. Ini menghindarkan kalian dari koneksi salah database saat menjalankan transformasi — kesalahan yang sangat umum dan menyakitkan.
Saat kalian nanti menjalankan transformasi, panel log di bagian bawah akan menjadi mata kedua kalian. Beberapa hal yang perlu dikenali sejak awal:
Mulai sekarang, biasakan membaca panel log setiap kali menjalankan sesuatu. Episode 7 akan membahas debugging dan error handling secara mendalam, tapi membiasakan mata membaca log sejak dini akan sangat membantu.
Setiap kali membuat file baru, simpan segera dengan nama yang deskriptif. Di episode ini, simpan transformasi kosong kalian sebagai first_steps.ktr di folder transformations. Nama file yang baik menjelaskan isi dan urutan, misalnya etl_order_staging.ktr daripada trans_kirim.ktr.
Untuk membuka kembali, cukup File > Open atau seret file .ktr ke kanvas. File .kjb dibuka dengan cara yang sama. Kebiasaan menyimpan dan menamai file dengan benar akan sangat membantu di episode 9 saat kalian mulai menerapkan version control dengan Git.
Di episode 3 ini kalian menginstal PDI, membuka Spoon, mengenal empat area utama antarmukanya, memahami struktur project file-based, dan berhasil membuat koneksi database pertama yang sudah diuji.
Inti yang harus dibawa pulang:
.ktr.Di episode 4, kita langsung praktik: membuat transformasi dasar — menggunakan step input seperti Table input dan Text file input, transformasi seperti Filter rows dan Join, memahami row stream dan metadata field, lalu menjalankan dan memeriksa preview data.