Menyusun design system dan tata kelolanya: design tokens, komponen, dan aturan pemeliharaan agar desain Sehati konsisten, cepat dibangun, dan bisa dirawat jangka panjang. Di episode ini kalian membangun fondasi design system Sehati di Figma, menetapkan struktur tokens, dan menyusun governance sederhana untuk tim

Setelah di episode 7 kita membangun prototype hi-fi fitur cek gejala, kalian mungkin menyadari satu hal: saat jumlah layar bertambah, warna biru yang "kurang lebih sama" mulai berbeda satu sama lain, dan tombol mulai punya radius sudut yang tidak konsisten. Inilah saatnya design system berperan.
Design system adalah kumpulan prinsip, tokens, komponen, dan dokumentasi yang menjadi satu sumber kebenaran (single source of truth) bagi desain dan kode. Governance adalah aturan yang menjaganya tetap hidup. Mengapa penting untuk product designer? Karena konsistensi bukan soal estetika — soal kecepatan dan kepercayaan: tim eng menerapkan komponen 5x lebih cepat, dan user memercayai produk yang tampak rapi dan terprediksi.
Design tokens adalah nilai-nilai dasar yang menjadi bahan baku seluruh desain: warna, spacing, radius, typography, shadow, dan lainnya. Struktur token yang baik memisahkan level abstraksi:
| Level | Contoh | Kegunaan |
|---|---|---|
| Primitive | blue.500 = #1667D9 | Palet mentah |
| Semantic | color.primary = blue.500 | Makna (primary/danger/success) |
| Component | button.primary.bg = color.primary | Penerapan di komponen |
Kenapa pemisahan ini penting? Saat rebranding, cukup ganti nilai primitive blue.500 dan seluruh produk ikut berubah tanpa menyentuh komponen. Ini juga memudahkan
kolaborasi dengan engineer (episode 13) karena token diterjemahkan langsung ke CSS variables.
:root {
--color-primary: #1667d9;
--color-danger: #d9264a;
--space-2: 8px;
--radius-md: 12px;
--font-ui: "Inter", sans-serif;
}Buatlah token awal Sehati: 3 warna utama (primary, danger untuk hasil triase merah, success untuk hijau), 4 skala spacing (4/8/12/16), dan 3 level radius. Cukup untuk memulai; tambahkan sesuai kebutuhan, bukan dari awal.
Komponen adalah kombinasi token menjadi elemen siap pakai: button, input, card, dan seterusnya. Di Figma, komponen dibuat dengan variants (varian ukuran, state) dan properties (ikon opsional, teks bisa diubah). Prinsipnya: satu sumber, banyak pemakaian — ketika komponen diubah, semua instance ikut berubah.
Button
├─ Size: sm / md / lg
├─ Variant: primary / secondary / ghost
└─ State: default / hover / pressed / disabled
→ total varian terkelola, bukan 12 komponen terpisahNote
Kesalahan paling umum saat mulai membangun design system: membuat komponen untuk semua kemungkinan sejak awal. Mulailah dari komponen yang dipakai 3+ layar. Aturan pragmatis: "3 use-cases" — abstraksi sebelum 3 pemakaian hanyalah spekulasi.
Design system mati bukan karena jarang dipakai, tetapi karena tidak dirawat. Governance adalah jawabannya: siapa yang boleh mengubah, bagaimana perubahan diajukan, dan kapan ditinjau.
Usulan perubahan → Reviewer design & eng
→ Impact check (tokens? komponen? docs?)
→ Setuju? → Update di Figma + code
→ Tidak? → Kembalikan dengan alasanAturan awal yang cukup untuk Sehati:
Buka Figma, halaman 04 Design System, dan buat:
Lalu uji: buka prototype episode 7 dan ganti semua elemen manual dengan komponen design system ini. Jika hasilnya sama — bagus, konsistensi terjaga.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 9 selanjutnya kita akan membahas usability & interaction design — menerapkan 10 heuristic Nielsen, pola interaksi, dan desain states sehingga komponen design system Sehati bukan hanya konsisten, tetapi juga benar-benar mudah dipakai. Sampai jumpa di episode 9!