Menempuh perjalanan dari sketsa kertas, wireframe lo-fi, hingga prototype hi-fi yang bisa diklik di Figma untuk fitur cek gejala Sehati. Di episode ini kalian belajar kapan memakai tiap tingkat ketelitian, membangun prototype interaktif dengan variabel dan komponen, serta mengujinya untuk memastikan flow benar-benar berfungsi sebelum masuk ke development

Setelah di episode 6 kita menyusun sitemap dan user flows Sehati, pada episode ini ide mulai berwujud. Kita bergerak dari abstrak ke visual: wireframe dan prototype, dari tingkat ketelitian paling rendah (sketsa kertas) hingga prototype hi-fi yang bisa diklik dan dirasakan.
Pertanyaan yang selalu muncul: "kok tidak langsung desain hi-fi saja?" Jawabannya ada di biaya umpan balik. Pada tahap lo-fi, mengubah arah semahal mengganti kertas; pada tahap hi-fi, mengubah arah semahal mengganti seluruh komponen visual. Dengan naik bertahap, kalian memvalidasi struktur dulu (murah), baru kosmetik (mahal) — ini sama dengan prinsip fail fast di episode 3.
| Fidelity | Ciri | Tujuan | Biaya revisi |
|---|---|---|---|
| Sketsa | Kertas, 1-2 menit/layar | Menangkap ide cepat | Sangat murah |
| Lo-fi | Wireframe Figma, kotak & placeholder | Validasi struktur & flow | Murah |
| Mid-fi | Wireframe + text nyata | Validasi copy & urutan | Sedang |
| Hi-fi | Visual penuh + interaksi | Presentasi & handoff | Mahal |
Aturan praktisnya: mulai serendah mungkin, naik hanya jika pertanyaan yang harus dijawab butuh detail lebih. Mau validasi "apakah user paham urutannya?" — lo-fi cukup. Mau validasi "apakah warna tombol memengaruhi kepercayaan?" — baru butuh hi-fi.
Mulailah dengan sketsa 5 layar inti fitur cek gejala di kertas (atau FigJam). Lalu pindahkan ke Figma sebagai wireframe: kotak untuk gambar, garis untuk teks, X untuk tombol.
┌──────────────────────┐
│ Sehati ⌂ │
├──────────────────────┤
│ HASIL CEK GEJALA │
│ │
│ [⚠️ ] Gejala kuning │
│ Perlu perhatian │
│ │
│ ▸ Rekomendasi dokter│
│ ▸ Saran perawatan │
│ │
│ [ Booking Sekarang ]│
│ [ Kembali ke Home ] │
└──────────────────────┘Pada tahap ini, jangan pikirkan warna atau font. Yang diuji: apakah urutan langkah masuk akal? Jalankan kembali flow episode 6 dan pastikan wireframe mewakili setiap langkah.
Setelah wireframe dirasa benar, naik ke prototype interaktif. Di Figma, prototype dibangun dari tiga hal:
text dan mode).Frame: 01 Intro
→ Frame: 02 Q1 (variabel: jawaban1)
→ Frame: 03 Q2 (variabel: jawaban2)
→ Frame: 04 Hasil (conditional: skor ≥ 2 → merah, dsb.)
→ Frame: 05a Booking (jalur merah)
→ Frame: 05b Tips mandiri (jalur hijau)Prototype hi-fi menambahkan desain visual penuh di atas struktur ini: warna sesuai design tokens (episode 8), teks nyata, dan transisi yang masuk akal. Penting: prototype hi-fi bukan produk final — ia alat untuk menguji dan alat untuk presentasi ke stakeholder.
Tip
Biasakan menamai frame dengan pola nomor_layar + tujuan, misal 04 HasilTriase, 05a Booking, 05b Tips. Saat flow berkembang ke puluhan frame, penamaan ini menyelamatkan kalian — dan memudahkan engineer membaca prototype saat handoff di episode 13.
Prototype tidak berguna jika tidak diuji. Lakukan prototype walkthrough cepat: minta 2-3 orang menjalankan skenario (misal "kalian merasa pusing, coba cari tahu perlu ke dokter atau tidak"), amati di mana mereka berhenti, dan catat langkah yang tidak mereka temukan. Cocokkan dengan flow episode 6.
| Temuan umum | Kemungkinan akar masalah | Perbaikan |
|---|---|---|
| User bingung di langkah 3 | Label pertanyaan ambigu | Uji ulang copy |
| User tidak menemukan tombol | Posisi/kontras tombol | Pindah ke thumb zone |
| User keluar dari flow | Terlalu banyak pilihan | Kurangi opsi layar |
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 8 selanjutnya kita akan membahas design systems & governance — menyusun tokens, komponen, dan aturan pemeliharaan agar semua layar Sehati (termasuk yang belum dibuat) tetap konsisten dan terkelola. Sampai jumpa di episode 8!