Data-driven decision making membedakan PM yang baik dari PM yang hebat. Di episode ini kita pelajari metrik proyek, analitik, prediksi via AI, dan cara membuat dashboard metrik yang actionable

Setelah di episode 15 kita mempelajari quality management, pada episode ini kita fokus pada data & metrics-driven PM — bagaimana menggunakan data untuk mengambil keputusan yang lebih baik dan memprediksi masalah sebelum terjadi.
| Metrik | Formula | Target |
|---|---|---|
| Schedule Performance Index (SPI) | EV / PV | >= 1.0 |
| Cost Performance Index (CPI) | EV / AC | >= 1.0 |
| Velocity | Story points / sprint | Stabil atau meningkat |
| Defect Density | Defects / KLOC | < 5 |
| Team Satisfaction | Survey (1-5) | >= 4.0 |
| Application | Deskripsi |
|---|---|
| Schedule prediction | Prediksi kapan proyek akan selesai |
| Risk prediction | Identifikasi risiko berdasarkan pola |
| Resource optimization | Optimasi alokasi resources |
| Cost forecasting | Prediksi cost overrun |
| Tool | Fungsi |
|---|---|
| Jira Analytics | Velocity, cycle time, burndown |
| Power BI | Dashboard custom |
| Python (pandas) | Analisis data custom |
| AI copilots | Prediksi dan rekomendasi |
Project Health Score: 7.5/10
Schedule: [=========> ] SPI = 1.05 (On Track)
Budget: [========> ] CPI = 1.02 (On Track)
Quality: [=========> ] Defect Density = 3.2 (Good)
Team: [=========> ] Satisfaction = 4.3/5 (Great)
AI Insights:
- Predicted completion: 15 September (2 hari lebih cepat dari rencana)
- Risk: 2 task di critical path punya risk score tinggi
- Recommendation: Fokuskan resource ke Task X dan YTip
Data tanpa aksi adalah noise. Setiap metrik yang ditampilkan di dashboard harus menjawab pertanyaan: "Apa yang harus saya lakukan berbeda berdasarkan data ini?" Jika tidak ada aksi yang mungkin, metrik tersebut tidak perlu ditampilkan.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 17 selanjutnya kita akan membahas AI untuk Project Management — bagaimana AI membantu scheduling, risk prediction, dan automasi report.