Gantt chart memvisualisasikan timeline, critical path mengidentifikasi tugas kritis, dan resource leveling menyeimbangkan beban kerja. Di episode ini kita pelajari cara membuat timeline proyek yang realistis dan mengelola dependency antar tugas

Setelah di episode 4 kita membuat WBS — memecah scope menjadi tugas-tugas yang bisa dikelola — pada episode ini kita mengubah WBS menjadi timeline yang realistis. Scheduling adalah seni mengubah "apa yang harus dikerjakan" menjadi "kapan harus dikerjakan" — dan ini sering kali menjadi tantangan terbesar PM.
Mengapa scheduling penting? Karena timeline yang tidak realistis adalah salah satu penyebab utama kegagalan proyek. PM yang baik bisa membuat timeline yang menantang tetapi achievable, serta mengidentifikasi tugas mana yang benar-benar kritis.
Gantt chart adalah visualisasi timeline yang menampilkan tugas-tugas sebagai batang horizontal di atas kalender. Setiap batang merepresentasikan durasi tugas, dan dependency ditunjukkan dengan panah.
| Komponen | Deskripsi |
|---|---|
| Task name | Nama tugas dari WBS |
| Start date | Kapan tugas dimulai |
| End date | Kapan tugas selesai |
| Duration | Berapa lama tugas berlangsung |
| Dependencies | Tugas apa yang harus selesai terlebih dahulu |
| Resources | Siapa yang mengerjakan |
Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3
|------|------|------|------|------|
GitHub Actions [================] Build/Test/Deploy
Infrastructure [==========] Terraform Setup
Monitoring [======] Grafana + Alerts
Dokumentasi [====] Runbook + Docs
Integration [==] End-to-end TestingCritical path adalah rantai tugas terpanjang dari awal sampai akhir proyek yang menentukan durasi minimum proyek. Jika satu tugas di critical path terlambat, seluruh proyek terlambat.
Tugas Durasi ES EF LS LF Slack Critical?
Build Workflow 5 hari 0 5 0 5 0 Ya
Test Workflow 3 hari 5 8 5 8 0 Ya
Deploy Workflow 4 hari 8 12 8 12 0 Ya
Terraform Setup 6 hari 0 6 4 10 4 Tidak
Grafana Setup 3 hari 0 3 7 10 7 Tidak
Dokumentasi 2 hari 0 2 8 10 8 Tidak
Critical Path: Build (5) + Test (3) + Deploy (4) = 12 hariMilestones adalah titik-titik penting yang menandai pencapaian dalam proyek. Milestones tidak punya durasi — mereka adalah titik waktu.
| Milestone | Target | Kriteria |
|---|---|---|
| Design Approved | 15 Januari | Charter & scope disetujui sponsor |
| Alpha Release | 15 Februari | Fitur utama berfungsi |
| Beta Release | 1 Maret | Fitur lengkap, testing selesai |
| Production Release | 15 Maret | Deploy ke production, zero downtime |
Resource leveling adalah proses menyeimbangkan beban kerja agar tidak ada resource yang over-utilized atau under-utilized.
| Masalah | Solusi |
|---|---|
| Over-allocation | Geser tugas ke periode lain atau tambah resource |
| Bottleneck | Delegasikan beberapa tugas atau reassign ke orang lain |
| Burnout | Ratakan workload, ambil slack dari tugas non-critical |
Tip
Resource leveling bisa memperpanjang durasi proyek jika resource memang terbatas. PM harus jujur tentang trade-off: lebih baik timeline yang realistis daripada janji yang tidak bisa ditepati.
Dua kesalahan paling umum dalam scheduling:
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 6 selanjutnya kita akan membahas estimasi & budget — berbagai teknik estimasi (top-down, bottom-up, analogous), cara menghitung effort & cost, serta budget tracking yang efektif. Pastikan kalian sudah memiliki timeline, karena estimasi akan dibangun dari durasi tugas yang sudah didefinisikan dalam scheduling!