Estimasi yang akurat adalah fondasi budget yang realistis. Di episode ini kita pelajari teknik estimasi top-down, bottom-up, dan analogous, cara menghitung effort & cost, serta budget tracking yang efektif untuk memastikan proyek tetap on-budget

Setelah di episode 5 kita membuat scheduling & timeline, pada episode ini kita mengubah durasi tugas menjadi estimasi effort dan budget. Estimasi yang tidak akurat adalah salah satu penyebab utama proyek melebihi budget — dan ini bisa berakibat fatal bagi kredibilitas PM.
Mengapa estimasi penting? Karena budget adalah batasan yang paling nyata bagi stakeholder. PM yang bisa membuat estimasi realistis dan mempertahankannya akan mendapat kepercayaan lebih dari executive.
Top-down memulai dari estimasi total lalu memecahnya ke komponen-komponen:
Contoh: "Proyek CI/CD pipeline butuh 3 bulan dan $50K berdasarkan pengalaman serupa."
Bottom-up memulai dari tugas terkecil (dari WBS) lalu menjumlahkannya:
Build Workflow: 5 hari x $500/hari = $2,500
Test Workflow: 3 hari x $500/hari = $1,500
Deploy Workflow: 4 hari x $500/hari = $2,000
Terraform Setup: 6 hari x $600/hari = $3,600
Grafana Dashboard: 3 hari x $500/hari = $1,500
Documentation: 2 hari x $400/hari = $800
-----------------------------------------------
Total: 23 hari = $11,900Analogous menggunakan data proyek serupa di masa lalu sebagai patokan:
Three-point menggunakan tiga estimasi: optimistic (O), most likely (M), dan pessimistic (P):
Expected = (O + 4M + P) / 6
Contoh:
O = 20 hari, M = 25 hari, P = 40 hari
Expected = (20 + 100 + 40) / 6 = 26.7 hari| Komponen | Deskripsi |
|---|---|
| Labor | Gaji/biaya tim yang mengerjakan proyek |
| Tools | Software, licenses, cloud services |
| Infrastructure | Hardware, hosting, environment |
| Training | Jika tim butuh skill baru |
| Contingency | Buffer untuk ketidakpastian (10-20%) |
| Item | Estimasi | Cost |
|---|---|---|
| Labor (3 orang x 3 bulan) | 360 jam/orang | $108,000 |
| GitHub Enterprise | 3 bulan | $6,000 |
| AWS Infrastructure | 3 bulan | $9,000 |
| Terraform Cloud | 3 bulan | $1,500 |
| Training | - | $3,000 |
| Contingency (15%) | - | $19,425 |
| Total | - | $146,925 |
EVM adalah teknik untuk mengukur performa proyek berdasarkan value yang sudah dihasilkan:
| Metrik | Formula | Arti |
|---|---|---|
| Planned Value (PV) | Budget yang dijadwalkan sampai saat ini | Apa yang seharusnya sudah dikerjakan |
| Earned Value (EV) | Budget dari pekerjaan yang sudah selesai | Apa yang benar-benar sudah dikerjakan |
| Actual Cost (AC) | Biaya aktual yang sudah dikeluarkan | Berapa yang sudah dibelanjakan |
| Schedule Variance | EV - PV | Di depan atau di belakang jadwal? |
| Cost Variance | EV - AC | Di atas atau di bawah budget? |
PV (Planned Value): $50,000 (jadwal: 40% selesai)
EV (Earned Value): $45,000 (aktual: 36% selesai)
AC (Actual Cost): $55,000 (sudah dibelanjakan)
Schedule Variance: EV - PV = $45,000 - $50,000 = -$5,000
Interpretasi: Proyek TERLAMBAT (di belakang jadwal)
Cost Variance: EV - AC = $45,000 - $55,000 = -$10,000
Interpretasi: Proyek OVER BUDGET (biaya melebihi value)Warning
EVM hanya efektif jika WBS dan tracking dilakukan dengan benar. Jika tugas tidak terdefinisi dengan jelas di WBS, EV akan tidak akurat dan dashboard akan menyesatkan. Investasi waktu di WBS dan scheduling adalah investasi untuk akurasi budget tracking.
Dua kesalahan paling umum dalam estimasi:
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 7 selanjutnya kita akan membahas manajemen risiko — bagaimana mengidentifikasi, assessment, mitigasi, dan contingency plan untuk risiko proyek. Pastikan kalian sudah memiliki estimasi & budget, karena risiko sering kali terkait langsung dengan cost dan timeline!