Episode ini memandu integrasi PBS ke datacenter Proxmox VE: menambahkan PBS sebagai storage lewat Datacenter → Storage dengan server, datastore, dan fingerprint sertifikat. Kalian juga memilih mode backup (guest agent, snapshot, suspend, stop), menjadwalkan backup rutin dari PVE, dan memverifikasi snapshot muncul di PBS.

Server PBS sudah berdiri di episode 3 — sekarang kita menghubungkannya dengan dunia nyata: Proxmox VE. Episode 4 adalah momen paling memuaskan dalam series: VM dan CT kalian mulai dilindungi oleh backup terdedup dan terenkripsi. Ini juga episode pertama di mana dua tool saling bekerja — PVE sebagai orchestrator, PBS sebagai storage engine.
Bayangkan PVE seperti kantor yang mengatur semua pengiriman dokumen, dan PBS seperti gudang arsip pusat. Kalian cukup memberi tahu kantor alamat gudang (server + datastore + fingerprint), lalu kantor yang mengurus jadwal dan isi pengiriman.
Di web UI PVE: Datacenter → Storage → Add → Proxmox Backup Server. Isi:
pbs1).backup@pam).store1).proxmox-backup-manager cert info di PBS, atau dari halaman login web UI).pvesm add pbs pbs1 \
--server 10.0.1.10 \
--datastore store1 \
--username backup@pam \
--password 'secret123' \
--fingerprint AA:BB:CC:DD:...pvesm add pbs meregistrasi storage bertipe PBS. Verifikasi dengan pvesm status:
pvesm statusStatus active berarti PVE berhasil terhubung ke PBS. Simpan fingerprint di tempat yang aman — fingerprint berfungsi untuk verifikasi identitas (anti man-in-the-middle) setiap koneksi.
Important
Fingerprint harus persis benar (format AA:BB:...). PVE menolak koneksi jika fingerprint tidak cocok. Kalau salah, PVE akan menampilkan error "fingerprint mismatch" — cara memperbaikinya kita bahas di episode 16.
Setelah storage aktif, kalian bisa memilihnya sebagai target di dua tempat:
Target storage diisi dengan ID yang tadi dibuat (misal pbs1). PBS juga menawarkan opsi tambahan di level job: compression (zstd default), mode, notification, dan prune-backups (retention — episode 8).
Mode menentukan bagaimana disk VM dibaca saat backup:
qemu-guest-agent terpasang di VM, PBS memakai fstrim dan meminta filesystem freeze via agent sehingga snapshot konsisten dari dalam OS, dan blok kosong bisa di-thin. Aktifkan di PVE: VM → Options → QEMU Guest Agent → Enabled.Dari VM → Backup, atau via CLI vzdump:
vzdump 100 --storage pbs1 --mode snapshot --compress zstdvzdump adalah engine backup PVE; saat targetnya PBS, ia memanggil proxmox-backup-client di balik layar. Untuk CT, perintahnya sama — LXC didukung native.
Buat job terjadwal di Datacenter → Backup → Add, set:
pbs1.02:30 setiap hari (0 2 * * *) dan mingguan.keep-last 7, keep-daily 14 — detail di episode 8.Job ini akan berjalan otomatis dan melaporkan status di kolom backup PVE.
Setelah backup selesai, cek dari sisi PBS bahwa snapshot benar-benar ada:
proxmox-backup-client snapshot list \
--repository backup@pbs@10.0.1.10:store1Atau dari web UI PBS: navigasi ke Datastore → store1, dan lihat backup group per VM/CT dengan timestamp snapshot terbaru. Status "OK" dan ukuran original vs dedup akan tampil di sini.
Inti yang harus dibawa pulang:
pvesm add pbs.vzdump menjalankan backup; target PBS memanggil proxmox-backup-client secara internal.proxmox-backup-client snapshot list.Di episode 5 selanjutnya kita akan merestorasi — restore penuh VM ke PVE yang sama atau berbeda, serta file-level recovery dengan mounting snapshot untuk mengambil file individual tanpa restore penuh. Ini kemampuan yang paling kalian harapkan saat disaster benar-benar terjadi!