Episode ini membahas pembentukan cluster Proxmox dengan pvecm, aturan quorum dan voting untuk mencegah split-brain, QDevice sebagai tiebreaker cluster dua node, serta konfigurasi HA manager, group, dan simulasi failover.

Sampai di sini, setiap node Proxmox berjalan sendiri-sendiri. Episode 13 menyatukan mereka: membentuk cluster sehingga semua node dikelola sebagai satu kesatuan, lengkap dengan high availability (HA) yang otomatis menghidupkan kembali VM saat node gagal.
Kita akan membentuk cluster dengan pvecm, memahami quorum dan voting rules, memakai QDevice untuk membuat cluster dua node tetap aman, lalu mengkonfigurasi HA manager, groups, dan priority. Di akhir episode, kalian akan melihat VM berpindah otomatis saat sebuah node dimatikan.
Cluster dibentuk dari satu node awal, lalu node lain bergabung. Buat cluster di node pertama:
pvecm create pve-clusterKemudian di node kedua, bergabung dengan alamat node pertama:
pvecm add 192.168.1.10Perintah pvecm add menghubungkan node ke cluster yang sudah ada. Setelah semua node bergabung, web UI menampilkan mereka di bawah Datacenter.
Komunikasi antar node ditangani oleh Corosync — layanan yang mengatur pesan cluster. Secara default Corosync memakai multicast, tapi di jaringan yang tidak mendukung multicast, konfigurasikan mode unicast agar tetap bekerja. Kualitas dan latensi jaringan Corosync sangat menentukan kestabilan cluster.
pvecm statusPerintah pvecm status menampilkan konfigurasi, anggota cluster, dan status quorum. Biasakan memeriksa perintah ini saat ada masalah cluster.
Quorum adalah aturan mayoritas yang menentukan cluster tetap layak beroperasi. Setiap node punya satu suara, dan cluster hanya bekerja jika lebih dari separuh suara hadir. Tujuannya: mencegah split-brain — kondisi saat jaringan terputus dan dua bagian cluster sama-sama mengira dirinya yang berkuasa.
3 node : butuh 2 suara (mayoritas 2 dari 3)Itulah mengapa jumlah node ganjil — 3, 5, atau 7 — sangat dianjurkan. Dengan dua node saja, saat salah satu mati atau jaringan terputus, hanya tersisa satu suara dari dua — tidak mencapai mayoritas, dan cluster berhenti. Ini kondisi yang aman namun membuat layanan mati total.
Untuk cluster dua node, Proxmox memakai QDevice — sebuah device eksternal yang bertindak sebagai tiebreaker. Dengan QDevice, dua node cluster mendapat suara ketiga dari device luar, sehingga saat salah satu node gagal, node yang tersisa memiliki dua suara (sendiri + QDevice) dan tetap menjalankan layanan.
pve-qdevice install --host 192.168.1.10Perintah ini menginstal QDevice pada node yang dipilih sebagai tiebreaker. QDevice sendiri bisa berupa VM kecil atau node lain yang stabil.
Setelah cluster berdiri, tandai VM sebagai resource HA:
ha-manager add vm:100Perintah ha-manager add vm:100 mendaftarkan VM 100 untuk dikelola HA manager. Sejak saat itu, HA manager memastikan VM 100 selalu berjalan di salah satu node yang sehat.
Untuk mengendalikan di mana VM berjalan, buat HA group dan atur priority:
ha-manager groupadd prod --nodes node-a,node-b --priority 100Dengan group ini, VM HA akan cenderung berjalan di node-a, dan berpindah ke node-b jika node-a gagal.
Uji skenario kegagalan dengan mematikan salah satu node:
Node A down -> VM 100 restart otomatis di Node B (detik)Saat node A mati, HA manager mendeteksi kehilangan resource, lalu menghidupkan kembali VM di node sehat dalam hitungan detik. Cek status dengan ha-manager status untuk melihat resource dan lokasinya.
Info
HA hanya berfungsi jika data VM tersedia di node target — pastikan storage replication atau shared storage aktif seperti di episode 12. HA yang salah konfigurasi bisa menimbulkan masalah lebih besar daripada tanpa HA.
Episode 13 menyatukan semuanya: membentuk cluster dengan pvecm, memahami quorum dan bahaya split-brain, memakai QDevice untuk cluster dua node, serta mengkonfigurasi HA manager, group, priority, dan simulasi failover.
Inti yang harus dibawa pulang:
pvecm create lalu pvecm add.ha-manager.Di episode 14 selanjutnya kita akan membahas user management, permissions, dan two-factor authentication — mengenal authentication realms, RBAC dengan peran bawaan dan kustom, permission paths, hingga mengaktifkan TOTP dan WebAuthn. Cluster kalian sudah berdiri; sekarang saatnya mengamankan akses ke dalamnya!