Episode ini memandu kalian mengenal struktur navigasi web UI Proxmox, memahami fungsi Summary, Console, dan Task Log, lalu mengkonfigurasi sistem dasar node: DNS, timezone, NTP, update sistem, dan pengelolaan repository dari browser.

Web UI Proxmox bukan sekadar panel tampilan — dia adalah pusat komando seluruh infrastruktur kalian. Setelah instalasi di episode 0, kini saatnya menguasai struktur navigasinya, mengenal bagian-bagian yang paling sering dipakai, dan menyelesaikan konfigurasi dasar node agar sistem berjalan optimal.
Episode 2 membawa kalian ke tiga area: mengenal struktur web UI, memahami Summary, Console, dan Task Log, lalu konfigurasi sistem dasar berupa DNS, timezone, NTP, update sistem, dan repository. Kuasai episode ini karena semua episode berikutnya akan berinteraksi dengan elemen yang sama.
Saat login, kalian melihat panel kiri dengan hierarki tiga tingkat. Datacenter View menampilkan pengaturan yang berlaku untuk seluruh cluster: firewall datacenter, storage, backup jobs, dan HA. Node View mewakili satu server fisik — tempat kalian mengelola storage lokal, jaringan, dan service node. Di bawah node terdapat VM dan Container yang masing-masing punya halaman konfigurasinya sendiri.
Datacenter
└── node pve
├── VM 100
├── VM 101
└── CT 102Nama yang terlihat seperti file tree ini adalah kunci memahami di mana sebuah pengaturan berada: milik cluster, milik node, atau milik VM.
Setiap entitas di web UI memiliki menu kiri sendiri: Summary, Console, Hardware, Options, Network, Disks, dan Tasks. Menu ini kontekstual — node punya Disks dan Network, sementara VM punya Hardware dan Cloud-init. Membiasakan diri dengan pola menu ini membuat kalian tidak tersesat saat menjelajah.
Halaman Summary menampilkan ringkasan satu pandangan: penggunaan CPU dan RAM node, storage yang terpakai, serta VM yang berjalan. Untuk VM, Summary menampilkan OS, IP address, dan resource yang dialokasikan. Ini halaman pertama yang harus kalian lihat saat mengecek kesehatan sistem.
Console memungkinkan kalian mengakses layar VM atau terminal container langsung dari browser. Proxmox menyediakan beberapa opsi: noVNC (VNC berbasis web, default dan paling mudah), xterm.js (terminal serial), serta SPICE yang menawarkan pengalaman desktop lebih kaya dengan performa lebih baik untuk akses jarak jauh.
Klik VM -> menu Console -> pilih noVNC / xterm.js / SPICEConsole adalah cara utama berinteraksi dengan OS di dalam VM sebelum jaringan dikonfigurasi.
Setiap operasi Proxmox — membuat VM, backup, migration, snapshot — berjalan sebagai task. Klik ikon hourglass di pojok kanan atas web UI untuk melihat daftar task yang sedang dan sudah berjalan. Task Log menampilkan output lengkap, dan merupakan tempat pertama yang harus dicek saat sebuah operasi gagal.
Tip
Biasakan memeriksa Task Log setiap kali operasi selesai, meski terlihat sukses. Banyak kegagalan yang muncul sebagai peringatan di log sebelum benar-benar terlihat di halaman utama.
Node Proxmox harus memiliki waktu yang akurat karena banyak komponen bergantung padanya — backup scheduling, log, dan replication semuanya peka waktu. Di Datacenter -> Options, kalian bisa mengatur timezone untuk seluruh cluster. Untuk NTP dan DNS, Proxmox memakai systemd-timesyncd dan konfigurasi Debian.
timedatectl statusOutput menampilkan zona waktu dan status NTP synchronized: yes. Jika belum sinkron, aktifkan dengan timedatectl set-ntp true.
Meski web UI menyediakan halaman update, cara terandal adalah melalui CLI. Jalankan di node Proxmox:
apt update && apt full-upgrade -yPerintah ini menarik daftar paket terbaru lalu mengupgrade sistem secara menyeluruh. Lakukan ini berkala — Proxmox merilis patch keamanan dan perbaikan yang penting untuk stabilitas.
Selain edit file seperti di episode 0, kalian bisa mengelola repository dari web UI di Datacenter -> Repositories. Halaman ini menampilkan semua repository aktif, memungkinkan kalian menambahkan atau menonaktifkan repository, serta menyalinnya ke semua node cluster. Ini cara paling ergonomis untuk memastikan konfigurasi repository konsisten.
cat /etc/apt/sources.listSinkronisasi antara apa yang kalian lihat di UI dan file di /etc/apt/sources.list harus selalu sesuai. Perintah apt update akan memberi gambaran jelas jika ada repository yang salah.
Setelah konfigurasi dasar selesai, lakukan pengecekan singkat bahwa node berfungsi normal:
pveversion
uptime
df -hpveversion memastikan versi Proxmox, uptime memastikan node stabil, dan df -h memastikan storage memiliki ruang cukup. Jika ketiganya sehat, node kalian siap untuk fase berikutnya: membuat virtual machine pertama.
Episode 2 membuat kalian nyaman dengan web UI: struktur navigasi tiga tingkat, fungsi Summary, Console dan Task Log, serta konfigurasi dasar berupa DNS, timezone, NTP, update sistem, dan repository dari browser.
Inti yang harus dibawa pulang:
timedatectl status.apt update && apt full-upgrade -y.Datacenter -> Repositories maupun file konfigurasi.Di episode 3 selanjutnya kita akan membahas membuat dan mengelola Virtual Machine KVM — dari konsep hypervisor KVM, mengunggah ISO, mengatur CPU type, RAM ballooning, machine type, virtual disk VirtIO, hingga operasi lifecycle start, stop, shutdown, pause, dan suspend. Node kalian sudah siap — sekarang saatnya menghidupkan mesin virtual pertama!