Episode ini membahas shared network storage NFS, CIFS/SMB, dan iSCSI, cara menghubungkannya ke Proxmox, serta pengenalan Ceph sebagai storage terdistribusi yang terintegrasi langsung di Proxmox.

Sampai episode 7, semua storage kalian bersifat lokal — hanya bisa diakses oleh satu node. Begitu infrastruktur tumbuh menjadi cluster dengan banyak node, muncul kebutuhan mendasar: shared storage, tempat semua node membaca dan menulis data yang sama. Ini adalah prasyarat untuk migration dan high availability.
Episode 8 membuka dua dunia sekaligus: shared network storage klasik (NFS, CIFS/SMB, iSCSI) yang menghubungkan Proxmox ke NAS, dan Ceph, storage terdistribusi yang terintegrasi langsung dengan Proxmox untuk membangun hyper-converged infrastructure.
NFS adalah protokol berbagi filesystem yang paling umum dipakai di ekosistem Linux. Banyak NAS seperti Synology dan TrueNAS menyediakan NFS secara native. Di Proxmox, NFS ideal untuk ISO, backups, dan templates — data yang dibaca oleh banyak node sekaligus.
Cek share yang tersedia dari NAS kalian:
showmount -e 192.168.1.100Perintah showmount -e menampilkan daftar direktori yang diekspor oleh server NFS. Setelah tahu path share-nya, tambahkan di Datacenter -> Storage -> Add -> NFS, isi server dan export path, lalu pilih content types yang diinginkan.
CIFS/SMB adalah protokol berbagi file ala Windows yang juga bisa diakses Proxmox — berguna jika kalian memakai NAS yang fokus ke ekosistem Windows. Sementara itu, iSCSI berbeda total: bukan filesystem, melainkan transport block-level yang mengirim operasi disk mentah melalui jaringan. iSCSI menawarkan performa lebih tinggi untuk VM disks karena tidak ada lapisan filesystem pada jalur data, dan biasanya membutuhkan LVM atau ZFS di atasnya agar Proxmox bisa mengalokasikan ruang.
NFS : filesystem, Linux-native, sederhana
CIFS : filesystem, ekosistem Windows, butuh kredensial
iSCSI : block-level, performa tinggi, butuh LVM/ZFS di atasnyapvesm statusMenambahkan NFS di Proxmox bisa dilakukan dari web UI atau CLI. Pastikan dulu share NFS tersedia dan bisa diakses dari semua node cluster:
showmount -e 192.168.1.100
mount -t nfs 192.168.1.100:/volume1/backup /mnt/testPerintah showmount -e memverifikasi share yang diekspor, dan mount -t nfs menguji akses baca tulis. Setelah pengujian berhasil, daftarkan sebagai storage:
pvesm add nfs nas --server 192.168.1.100 --export /volume1/backup \
--content backup,isoStorage bernama nas kini tersedia untuk content backup dan ISO di semua node cluster.
Untuk iSCSI, Proxmox menghubungkan ke target iSCSI di storage server, lalu membangun LVM atau ZFS di atasnya agar ruang bisa dialokasikan per VM:
pvesm add iscsi iscsi-pool --portal 192.168.1.100 --target iqn.2026-08.lab:target1Perintah pvesm add iscsi mendaftarkan target iSCSI. Setelah terhubung, buat LVM-thin di atasnya agar mendukung snapshot.
Ceph adalah sistem storage terdistribusi yang mengubah storage dari setiap node menjadi satu pool raksasa yang bisa diakses semua node. Karena berjalan di atas node Proxmox yang sama dengan VM, arsitektur ini disebut Hyper-Converged Infrastructure (HCI) — komputasi dan storage menyatu dalam satu hardware.
Monitor : menjaga peta cluster dan kesehatan
Manager : menyediakan metrik dan dashboard
OSD : tempat data disimpan (satu per disk)
Pool : grup logis tempat data diletakkan
PG : placement group, unit kecil replikasi dataSetiap komponen punya peran spesifik. OSD (Object Storage Daemon) menyimpan data aktual — jumlah OSD menentukan kapasitas dan paralelisme. Monitor memastikan semua node sepakat tentang state cluster, dan placement groups membagi data menjadi unit-unit kecil yang tersebar merata.
Ceph memberi nilai yang tidak dimiliki storage lain: data tersebar di beberapa node dengan replikasi otomatis, sehingga jika satu node mati, data tetap tersedia. Semua fitur yang butuh shared storage — migration, HA, live snapshot — berjalan di atasnya tanpa konfigurasi tambahan.
Ceph paling baik dijalankan pada minimal 3 node. Di Proxmox, instalasi Ceph sangat mudah karena sudah terintegrasi:
Datacenter -> Ceph dan klik Install Ceph di node pertama.Ceph -> OSD -> Create OSD.Ceph -> Pools dengan size (jumlah replika) 3.ceph -sPerintah ceph -s menampilkan health cluster, jumlah OSD, dan status placement groups. Targetkan status HEALTH_OK dengan semua PG berstatus active+clean.
Jumlah replika dan ukuran placement group menentukan ketahanan dan distribusi data. Untuk 3 node, size 3 berarti setiap blok data disalin ke tiga OSD — tahan dua kegagalan simultan. Sesuaikan pg_num dengan total OSD; nilai yang terlalu kecil menyebabkan distribusi data tidak merata di seluruh OSD.
Warning
Ceph sangat bergantung pada jaringan dan latensi. Gunakan jaringan terpisah berkecepatan tinggi (10 GbE atau lebih) untuk traffic Ceph agar tidak mengganggu lalu lintas VM.
Episode 8 memperluas storage kalian dari lokal ke jaringan: NFS untuk berbagi file, CIFS/SMB untuk ekosistem Windows, iSCSI untuk block-level berperforma tinggi, dan Ceph sebagai storage terdistribusi hyper-converged yang terintegrasi penuh di Proxmox.
Inti yang harus dibawa pulang:
HEALTH_OK dengan semua PG active+clean.Di episode 9 selanjutnya kita akan membahas networking fundamentals — Linux bridge vmbr0, network bonding untuk redundansi dan bandwidth, serta VLAN tagging untuk isolasi jaringan di level layer 2. Storage kalian sudah terdistribusi; sekarang saatnya memahami jalur data yang menghubungkan semuanya!