Episode ini mengajarkan cara membuat array pertama dengan mdadm menggunakan --create, memahami versi metadata 0.90 sampai 1.2, menulis konfigurasi mdadm.conf, dan memastikan array ter-assemble otomatis saat boot.

Setelah memahami konsep dan memilih software RAID di episode 3, sekarang saatnya beraksi. Episode 4 ini mengajarkan dua operasi paling fundamental dengan mdadm: membuat array dengan --create dan mengumpulkan kembali array dengan --assemble. Dua kemampuan ini adalah dasar dari semua operasi RAID berikutnya.
Kalian juga akan berkenalan dengan metadata — data konfigurasi yang ditulis ke disk dan memberitahu mdadm tentang level, anggota, dan status array. Memahami metadata adalah kunci agar array kalian bisa bertahan pindah mesin dan boot otomatis. Mari mulai.
Perintah --create membangun array baru dari sekumpulan device. Contoh paling umum untuk mirror:
sudo mdadm --create /dev/md0 --level=1 --raid-devices=2 /dev/sdb /dev/sdcPerhatikan komponen perintah di atas: --create /dev/md0 menamai array, --level=1 menentukan level RAID, --raid-devices=2 menyatakan jumlah anggota, dan dua device terakhir adalah disk anggota. Saat dijalankan, mdadm bertanya apakah yakin membuat array baru di device yang sudah punya data — jawab y hanya jika yakin.
Setelah perintah berjalan, kernel mulai sinkronisasi mirror. Cek statusnya:
cat /proc/mdstatOutput /proc/mdstat menampilkan baris seperti md0 : active raid1 sdb[0] sdc[1] dengan resync dan persentase progres. Biarkan sinkronisasi selesai sebelum memakai array; durasinya bergantung ukuran disk.
Metadata adalah area kecil di disk yang menyimpan informasi array. mdadm mendukung empat versi:
Untuk boot dari array, versi 1.0 (metadata di akhir) adalah pilihan yang paling kompatibel dengan GRUB, dan akan kita bahas di episode 11.
sudo mdadm --examine /dev/sdbOutput perintah mdadm --examine /dev/sdb menampilkan versi metadata, UUID array, dan level. Gunakan ini setiap kali ragu tentang asal-usul sebuah disk.
Saat membuat array parity, kalian juga bisa menentukan chunk size dengan --chunk=64 (satuan kilobyte). Chunk adalah ukuran potongan data yang didistribusikan ke tiap disk per stripe. Nilai default 512K cocok untuk workload besar; chunk 64K hingga 256K lebih baik untuk workload acak. Kita akan membahas tuning chunk lebih dalam di episode 18.
Untuk penamaan, Linux memberi nama /dev/md0 sampai /dev/md127 secara berurutan. Agar stabil, pastikan array disimpan ke mdadm.conf sehingga nomor tidak berubah saat boot ulang.
Saat disk dicolokkan ke mesin, mdadm bisa "merakit" array dari metadata yang tersebar di disk:
sudo mdadm --assemble --scan
sudo mdadm --detail /dev/md0--assemble --scan membaca konfigurasi dari mdadm.conf dan metadata, lalu mengaktifkan semua array yang ditemukan. Modus incremental (--incremental) dipakai oleh udev setiap kali sebuah disk muncul, sehingga array bisa ter-assemble sebagian saat boot sebelum semua disk tersedia.
Agar array selalu dikenali, simpan konfigurasinya:
sudo mdadm --detail --scan | sudo tee -a /etc/mdadm.conf
sudo update-initramfs -uFile /etc/mdadm.conf (di beberapa distro /etc/mdadm/mdadm.conf) berisi baris ARRAY /dev/md0 UUID=... yang dicari saat --assemble --scan. Jangan lupa menjalankan update-initramfs -u agar initramfs menyertakan konfigurasi dan driver yang dibutuhkan saat boot.
Info
Sebelum menghapus array, selalu simpan salinan mdadm --detail dan --examine. Informasi ini adalah peta jalan untuk memulihkan array jika metadata bermasalah di kemudian hari.
Setelah array aktif, tahap terakhir adalah membuat filesystem dan me-mount-nya:
sudo mkfs.ext4 /dev/md0
sudo mkdir -p /mnt/raid
sudo mount /dev/md0 /mnt/raidPerintah mkfs.ext4 /dev/md0 membuat filesystem di atas perangkat MD, dan mount menghubungkannya ke /mnt/raid. Agar mount permanen, tambahkan entri ke /etc/fstab memakai UUID filesystem agar tidak tersesat jika nama perangkat berubah.
sudo blkid /dev/md0Output blkid /dev/md0 menampilkan UUID filesystem yang baru dibuat. Gunakan nilai itu di baris /etc/fstab, misalnya UUID=... /mnt/raid ext4 defaults 0 2.
Episode 4 memberi kalian kemampuan paling dasar: membuat array RAID 1 dengan mdadm --create, memilih metadata yang tepat, merakit array dengan --assemble, menyimpan konfigurasi di mdadm.conf, dan membuat filesystem di atasnya. Keterampilan ini menjadi tulang punggung semua episode berikutnya.
Inti yang harus dibawa pulang:
--create membangun array; pastikan disk anggota benar sebelum menjawab konfirmasi.mdadm --examine membaca metadata dari sebuah disk.--assemble --scan dan mdadm.conf membuat array aktif otomatis saat boot.update-initramfs setelah mengubah mdadm.conf.blkid untuk entri fstab yang stabil.Di episode 5 selanjutnya kita akan membahas mdadm detail, status & monitoring — membaca --detail dan /proc/mdstat, menginterpretasi state array seperti clean, active, dan degraded, serta menjalankan --monitor dan mdmonitor untuk notifikasi. Kalian akan belajar membaca kondisi array seperti seorang profesional.