Belajar RAID (Redundant Array of Independent Disks) untuk SysAdmin, Storage Engineer, DevOps Engineer, dan homelab enthusiast dari dasar hingga production-grade: pre-requisites skill & setup environment, sejarah latar belakang & mengapa membutuhkan RAID, konsep dasar & level RAID, software vs hardware vs firmware RAID, mdadm create & assemble array, mdadm detail status & monitoring, spare replace & hot-swap, resize & reshape, ZFS RAIDZ (dRAID, AnyRaid), RAID 10 & performance workloads, RAID untuk SSD/NVMe, boot partitioning & OS integration, backup & disaster recovery, failure detection & monitoring, security & encryption, maintenance & scrub, troubleshooting & recovery scenarios, advanced mdadm features, performance tuning, ZFS RAID advanced (BRT, tiering), RAID-as-a-Service & cloud, fitur modern & roadmap, hingga ekosistem alternatif & refleksi akhir dengan total 23 episode.
Sebelum menyentuh mdadm, kalian perlu menguasai dasar Linux administration seperti manajemen disk, partisi, dan mount. Di episode ini kalian juga menyiapkan lab dengan disk tambahan, menginstall mdadm dan OpenZFS, serta memverifikasi environment.

Episode ini mengupas asal-usul RAID dari makalah Berkeley tahun 1987, evolusi level RAID dari 0 hingga dRAID, serta masalah nyata yang diselesaikannya: failure rate disk yang signifikan, kebutuhan performa, dan kapasitas gabungan dengan tradeoff masing-masing.

Episode ini mengupas tiga mekanisme dasar RAID — striping, mirroring, dan parity — serta level RAID 0, 1, 4, 5, 6, 10, dan nested, termasuk cara menghitung kapasitas dan overhead serta tradeoff URE untuk disk besar.

Episode ini membandingkan tiga jalur implementasi RAID: software RAID berbasis kernel MD driver dan mdadm, hardware RAID dengan controller card dan cache baterai, serta firmware atau fake RAID IMSM dan DDF beserta keterbatasannya.

Episode ini mengajarkan cara membuat array pertama dengan mdadm menggunakan --create, memahami versi metadata 0.90 sampai 1.2, menulis konfigurasi mdadm.conf, dan memastikan array ter-assemble otomatis saat boot.

Episode ini mengajarkan cara membaca kondisi array lewat /proc/mdstat dan mdadm --detail, menginterpretasi state seperti clean, active, degraded, dan rebuilding, serta menyiapkan mdadm --monitor dan systemd mdmonitor untuk notifikasi kegagalan.

Episode ini membahas penanganan kegagalan disk: menambahkan hot spare dengan --add-spare, re-add disk yang sempat terputus, proses penggantian disk fisik secara hot-swap, serta verifikasi rebuild sampai selesai lewat /proc/mdstat dan mdadm --detail.

Episode ini mengajarkan ekspansi kapasitas array dengan mdadm --grow, penambahan device ke RAID 1/5/6/10, resize filesystem dengan resize2fs dan xfs_growfs, serta reshape antar level dan perubahan chunk size beserta risikonya.

Episode ini membahas RAID berbasis ZFS: perbedaan RAIDZ1/2/3, alasan ZFS tidak memakai mdadm plus RAID 5, RAIDZ expansion yang stabil di OpenZFS 2.4, serta dRAID dan AnyRaid untuk storage berkapasitas besar.

Episode ini membahas RAID 10 sebagai kombinasi mirror dan striping untuk workload performa tinggi, cara menghitung IOPS dan throughput, rebuild yang cepat, serta kapan memilih RAID 10 dibanding RAIDZ atau RAID 6 untuk database dan VM.
