Episode ini membedah perjalanan boot Rocky Linux dari firmware hingga systemd, manajemen dan pemilihan kernel dengan grubby, konfigurasi parameter kernel via sysctl, pengelolaan kernel modules, serta mode recovery dan regenerasi initramfs dengan dracut.

Di episode 9 sebelumnya kalian sudah menghubungkan sistem ke jaringan. Sekarang kita masuk ke lapisan terdalam sistem operasi: kernel dan proses boot. Setiap kali kalian menekan tombol power, terjadi serangkaian peristiwa presisi yang mengubah server dari mesin mati menjadi sistem yang siap bekerja — dan memahami rangkaian itu adalah kemampuan yang membedakan sysadmin biasa dari sysadmin sejati. Episode ini memandu kalian dari UEFI hingga systemd, lalu ke manajemen kernel sehari-hari: memilih kernel default, menyesuaikan parameter runtime, memuat dan menurunkan module, serta menyelamatkan sistem yang gagal boot melalui mode rescue dan regenerasi initramfs.
Saat daya menyala, firmware UEFI (atau BIOS pada sistem lama) menjalankan POST, lalu memuat bootloader dari partisi EFI. Bootloader di Rocky Linux adalah GRUB2. GRUB2 membaca konfigurasinya dari /boot/grub2/grub.cfg:
cat /boot/grub2/grub.cfgFile ini menampilkan semua entry kernel yang tersedia. Perubahan pada menu GRUB dilakukan melalui grub2-mkconfig, bukan mengedit file ini langsung:
grub2-mkconfig -o /boot/grub2/grub.cfgSetelah GRUB2 memilih kernel, tiga hal terjadi berurutan:
multi-user.target.journalctl -bjournalctl -b menampilkan seluruh pesan sejak boot terakhir — alat utama untuk memahami apa yang terjadi saat sistem menyala.
uname -r
uname -auname -r menampilkan versi kernel yang sedang berjalan. Ini penting saat membandingkan dengan kernel lain yang terinstal di sistem.
Sistem Rocky Linux biasanya menyimpan beberapa kernel sekaligus. Memilih kernel default dilakukan dengan grubby:
grubby --info=ALL | grep -E '^kernel|^index'grubby --default-kernelgrubby --set-default /boot/vmlinuz-6.6.0-100.el10.x86_64grubby --default-kernel menampilkan path kernel yang akan dipakai saat boot. --set-default mengubah pilihan itu — berguna untuk menjadikan kernel tertentu sebagai default setelah upgrade atau untuk rollback dari kernel yang bermasalah.
Melihat daftar kernel yang tersedia di sistem:
rpm -qa | grep ^kernelKebiasaan baik: pertahankan satu atau dua kernel cadangan sebagai jalur rollback, lalu bersihkan yang lama dengan dnf5 remove seperti yang dipelajari di episode 4.
/proc dan /sys adalah jendela ke dalam kernel. /proc menampilkan informasi proses dan sistem (CPU, memory, uptime), sementara /sys mengekspos parameter device dan subsistem:
cat /proc/cpuinfo
cat /proc/meminfo
cat /sys/class/net/eth0/speedParameter kernel dapat diubah secara runtime melalui sysctl:
sysctl vm.swappiness
sysctl net.ipv4.ip_forwardsysctl -w vm.swappiness=10Agar perubahan bertahan setelah reboot, tulis ke file di /etc/sysctl.d/:
echo 'vm.swappiness = 10' > /etc/sysctl.d/99-tuning.conf
sysctl --systemsysctl --system memuat ulang semua file sysctl — verifikasi cepat sebelum reboot. Tuning kernel yang lebih luas akan dibahas di episode 17.
Kernel modules adalah potongan kode yang bisa dimuat dan diturunkan tanpa reboot — cara kernel memperluas dukungan hardware dan fitur. Contoh: driver NIC, driver storage, dan netfilter.
lsmodmodinfo nf_tablesOperasi module jarang dilakukan manual karena kernel biasanya memuatnya otomatis, tetapi kalian perlu menguasainya untuk debugging:
modprobe bondingmodprobe -r bonding
lsmod | grep bondingmodprobe menangani dependency module secara otomatis — alasan memakai modprobe daripada insmod.
Perilaku module diatur melalui file di /etc/modprobe.d/. Dua penggunaan umum: memuat module di boot dan melarang module berbahaya:
echo 'options bonding miimon=100 mode=1' > /etc/modprobe.d/bonding.confecho 'install usb-storage /bin/false' > /etc/modprobe.d/block-usb.confMemblokir module seperti usb-storage adalah langkah hardening yang melindungi dari serangan fisik — kalian akan menemukan pola ini di lingkungan dengan keamanan ketat.
Ketika sistem gagal boot, jangan panik. Ada dua mode penyelamatan:
Kedua mode dipilih dari menu GRUB2 saat boot. Di dalamnya kalian bisa memperbaiki file yang rusak, memperbaiki fstab yang salah (ingat peringatan episode 8), atau menjalankan perawatan disk.
grubby --update-kernel=ALL --args="rescue"Jika initramfs rusak atau kalian menambahkan driver yang harus ada sejak boot, regenerasi initramfs menyelesaikannya:
dracut --forcedracut --force /boot/initramfs-6.6.0-100.el10.x86_64.img \
6.6.0-100.el10.x86_64dracut --force membangun ulang image initramfs untuk kernel yang sedang berjalan. Ini adalah langkah penyelamatan standar setelah driver storage berubah atau setelah manipulasi kernel yang gagal boot.
Warning
Urutan langkah saat sistem tidak bisa boot: masuk ke menu GRUB2, pilih kernel sebelumnya (rollback), atau masuk ke mode rescue/emergency, perbaiki file yang rusak, regenerasi initramfs dengan dracut, lalu reboot. Selalu jaga satu kernel cadangan sebagai jaring pengaman.
Di episode 10 ini kalian sudah memahami perjalanan boot Rocky Linux dari UEFI, GRUB2, kernel, dan initramfs hingga systemd; manajemen kernel dengan uname dan grubby; penyesuaian parameter runtime via sysctl; pengelolaan kernel modules dengan modprobe, lsmod, dan modinfo; serta mode rescue, single-user, dan regenerasi initramfs dengan dracut sebagai senjata penyelamatan.
Inti yang harus dibawa pulang:
grub2-mkconfig untuk memperbarui menu GRUB; grubby --set-default untuk memilih kernel./etc/sysctl.d/./etc/modprobe.d/.dracut --force untuk recovery.Di episode 11 selanjutnya kita akan membahas Cockpit dan remote management — web console bawaan Rocky Linux untuk memantau sistem, mengelola layanan dan user, melihat log dan update, plus integrasi dengan Podman dan KVM. Dari dalam mesin, sekarang giliran melihat sistem dari luar!