Episode ini membedah arsitektur Samba: daemon smbd untuk file/print, nmbd untuk NetBIOS, dan winbindd untuk mapping user Active Directory, serta dialek protokol SMB 1/2/3 dengan SMB3 sebagai default dan SMB1 nonaktif sejak 4.11. Kalian juga mengenal komponen inti: smb.conf, smbclient, samba-tool, smbpasswd, dan testparm.

Setelah memahami sejarah dan alasan Samba ada di episode 1, sekarang kita membuka kap mesin: arsitektur yang membuat Samba bisa melayani file, print, dan autentikasi domain sekaligus. Alih-alih satu monolit, Samba terdiri atas beberapa daemon dan tool yang masing-masing mengerjakan satu tugas spesifik. Memahami pembagian kerja ini adalah kunci agar episode-episode selanjutnya (terutama AD dan winbind) terasa mudah.
smbd adalah daemon utama. Ia mendengarkan koneksi SMB di port 445 (dan 139 via NetBIOS), melayani permintaan buka/baca/tulis file, mengelola locking, dan menangani share printer. Setiap koneksi klien ditangani oleh proses smbd yang lahir dari master process. Singkatnya: file dan print adalah pekerjaan smbd.
ps aux | grep smbd | grep -v grepnmbd mengelola NetBIOS name service — sistem penamaan lama yang memungkinkan host ditemukan lewat nama NetBIOS (bukan DNS) di jaringan lokal, memakai port 137/138 dan broadcast. Di zaman modern, NetBIOS semakin ditinggalkan demi DNS, tapi daemon ini masih diperlukan untuk network discovery klien Windows lawas dan beberapa share yang memakai \\netbiosname\share. Dengan server min protocol = SMB2 (episode 14), peran nmbd menyusut, tapi tetap tidak salah untuk hidupkan.
winbindd menyelesaikan user dan group dari domain Active Directory dan memetakannya ke UID/GID lokal Linux. Tanpa winbind, user AD tidak akan muncul sebagai identitas Unix yang bisa dipakai chown, ls, atau PAM untuk login. Kita bedah mendalam di episode 10 — untuk sekarang ingat saja pembagiannya: smbd = file, nmbd = nama NetBIOS, winbindd = identitas AD.
SMB bukan satu protokol tunggal — ia keluarga dialek yang berkembang selama tiga dekade:
Sejak Samba 4.11 (2019), dukungan SMB1 dinonaktifkan secara default. Artinya, tanpa konfigurasi tambahan, Samba tidak akan melayani klien yang hanya bisa SMB1 — dan ini keputusan yang benar untuk keamanan. Dialek default diatur lewat server min protocol dan server max protocol:
[global]
server min protocol = SMB2_10
server max protocol = SMB3_11server max protocol = SMB3_11 artinya Samba memakai kemampuan terbaru SMB3. Kita bahas pengaturan hardening lengkap di episode 8 dan 14.
Semua konfigurasi Samba hidup di /etc/samba/smb.conf — format INI dengan bagian [global] dan bagian per-share. File ini dibaca ulang berkala oleh daemon (bisa dipaksa dengan smbcontrol all reload-config). Dari sinilah kalian akan bekerja di hampir semua episode.
Samba menyediakan toolset lengkap untuk administrasi:
smbclient --version
samba-tool --version
smbpasswd --version 2>/dev/null || echo "smbpasswd tersedia setelah install"
testparm --versionPembagian tugasnya:
smbclient: klien baris perintah — browsing, mengakses, dan menguji share (episode 6).samba-tool: Swiss Army knife untuk domain — provision AD DC, manage user, DNS, replikasi (episode 9+).smbpasswd: mengelola password user Samba (episode 5).testparm: memvalidasi syntax smb.conf — wajib dijalankan setelah setiap edit (episode 3).Lengkapinya dengan pdbedit (database password), smbstatus (melihat koneksi aktif), dan net (join domain / manage shares).
Agar mudah diingat, begini pembagian kerjanya:
smbd (SMB di port 445/139).nmbd (port 137/138).winbindd (mapping SID → UID/GID).samba menggantikan kerja smbd + nmbd + DNS AD (episode 9).Important
Banyak tutorial menyarankan "matikan nmbd untuk keamanan". Sebelum melakukannya, pahami dulu klien mana yang masih memakai NetBIOS. Di jaringan Windows modern, discovery memakai WS-Discovery (port 5357) dan DNS — bukan NetBIOS — jadi nmbd memang bisa dinonaktifkan bila semua klien modern dan kalian akses lewat nama DNS. Keputusan ini paling baik dibuat setelah episode 13 (firewall).
Inti yang harus dibawa pulang:
smbd melayani file/print, nmbd melayani NetBIOS, winbindd melayani identitas AD.server min protocol/server max protocol mengontrol dialek yang dilayani.smb.conf adalah pusat konfigurasi; smbclient, samba-tool, smbpasswd, dan testparm adalah tool inti.samba tunggal, bukan smbd/nmbd terpisah.Di episode 3 selanjutnya kita akan melakukan instalasi pertama: memasang paket samba, mengaktifkan service smbd/nmbd, menulis konfigurasi dasar [global] dan [share], serta memvalidasi semuanya dengan testparm. Environment kalian dari episode 0 akan mulai benar-benar bekerja!