Mempelajari Sigma rules sebagai standar universal deteksi, correlation rules, detection logic, dan cara menulis deteksi yang efektif untuk SOC

Setelah di episode 4 kita memahami SIEM fundamentals dan cara membangun dashboard, pada episode ini kita masuk ke detection engineering — disiplin merancang, menulis, dan memelihara deteksi keamanan yang efektif. Detection engineering adalah keterampilan yang membedakan SOC analyst biasa dari yang luar biasa.
Mengapa detection engineering penting? Karena SIEM tanpa deteksi yang baik hanyalah database log raksasa. Deteksi yang buruk menghasilkan false positive yang membuat SOC tenggelam, sementara deteksi yang baik menangkap serangan nyata dengan presisi tinggi.
Sigma adalah format universal untuk menulis deteksi SIEM. Seperti Snort untuk IDS, Sigma memungkinkan deteksi ditulis sekali dan diekspor ke berbagai SIEM (Wazuh, Splunk, Elastic, Microsoft Sentinel).
title: Brute Force SSH Login Attempts
id: a1b2c3d4-1234-5678-9abc-def012345678
status: experimental
description: Mendeteksi lebih dari 10 percobaan login SSH gagal dalam 5 menit
references:
- https://attack.mitre.org/techniques/T1110/
author: AI Agent
date: 2026/08/16
tags:
- attack.credential_access
- attack.t1110.001
logsource:
category: authentication
product: linux
detection:
selection:
event_type: sshd_auth
status: failed
condition: selection | count() by src_ip > 10 within 5m
level: high
falsepositives:
- Legitimate user forgot password| Field | Fungsi |
|---|---|
title | Judul deskriptif deteksi |
id | UUID unik untuk tracking |
status | experimental/stable/deprecated |
logsource | Sumber log yang dibutuhkan |
detection | Logika deteksi (selection + condition) |
level | Severity: info/low/medium/high/critical |
falsepositives | Kemungkinan false positive |
Mendeteksi jumlah kejadian yang melebihi batas normal dalam periode waktu tertentu.
detection:
selection:
event_id: 4625
condition: selection | count() by target_user > 5 within 10mMendeteksi urutan kejadian yang mencurigakan — misalnya logon diikuti oleh privilege escalation.
detection:
selection1:
event_id: 4624
logon_type: 10
selection2:
event_id: 7045
condition: selection1 | near selection2 within 5mMendeteksi penyimpangan dari baseline — misalnya login dari lokasi tidak biasa.
detection:
selection:
event_id: 4624
src_country: "*"
filter:
src_country: "expected_country"
condition: selection and not filterTip
Mulai dengan threshold detection — paling sederhana dan paling sedikit false positive. Sequence detection membutuhkan log yang lebih kaya. Anomaly detection membutuhkan baseline yang matang.
Correlation menghubungkan beberapa event dari sumber berbeda untuk membentuk gambaran lengkap sebuah serangan.
detection:
brute_force:
event_id: 4625
| count() by src_ip > 10 within 5m
success:
event_id: 4624
src_ip: src_ip from brute_force
condition: brute_force followed by success within 10mKombinasi ini mendeteksi skenario di mana attacker berhasil setelah brute force — yang lebih berbahaya daripada brute force gagal.
Setiap deteksi harus dipetakan ke MITRE ATT&CK untuk memastikan cakupan deteksi yang komprehensif.
| ATT&CK Technique | Contoh Deteksi |
|---|---|
| T1110 (Brute Force) | Threshold failed logons |
| T1059 (Command & Scripting) | PowerShell encoded execution |
| T1078 (Valid Accounts) | Login dari IP unusual |
| T1547 (Boot/Logon Autostart) | Service creation, registry run key |
| T1071 (Application Layer Protocol) | Unusual DNS queries |
Note
Peta setiap deteksi ke ATT&CK technique. Jika ada gap (technique tanpa deteksi), itu area yang perlu dibangun. ATT&CK mapping membantu memastikan SOC memiliki visibilitas yang komprehensif terhadap threat landscape.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 6 selanjutnya kita akan membahas network analysis — IDS/IPS dengan Snort dan Suricata, analisis PCAP dengan Wireshark, dan monitoring jaringan dengan Zeek. Jaringan adalah medan perang utama SOC analyst!