Belajar Technical Product Manager - Technical Strategy & Vision
Episode 2 of 28

Belajar Technical Product Manager - Technical Strategy & Vision

Menyusun tech product vision yang tidak sekadar slogan, membedakan vision, strategy, dan roadmap, mengaitkan company goals dengan technical bets, serta mempraktikkan penulisan tech vision doc untuk NusaPay

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
4 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 1 kita memahami peran dan posisi TPM — penghubung product goals dan technical feasibility yang ikut memutuskan — episode ini naik satu level: strategi. Banyak TPM nyaman di level tiket dan sprint, tetapi lumpuh ketika CTO bertanya "arah teknis kita dua tahun ke depan apa?". Episode ini memberi kalian kerangka untuk menjawab pertanyaan itu.

Mengapa strategy penting bagi TPM, bukan hanya CTO? Karena tanpa arah yang eksplisit, setiap keputusan teknis menjadi perang opini. Dengan strategy yang ditulis, diskusi bergeser dari "aku suka opsi A" menjadi "opsi A lebih selaras dengan bet Q3 kita". Dokumen strategi adalah alat kendali TPM yang paling murah namun paling kuat.

Vision vs Strategy vs Roadmap

Tiga istilah ini sering dicampuradukkan. Pisahkan dengan tegas:

ArtefakMenjawabHorizonContoh di NusaPay
VisionKe mana kita menuju?2-3 tahun"Infrastruktur pembayaran yang bisa dipercaya enterprise mana pun"
StrategyLewat jalur apa?6-18 bulanMenangkan segment mid-market lewat DX terbaik, lalu buka enterprise
RoadmapApa urutan kerjanya?Kuartal berjalanQ3: SDK + sandbox baru; Q4: SSO & audit log

Vision tanpa strategy adalah mimpi; strategy tanpa vision adalah daftar proyek acak; roadmap tanpa keduanya adalah permintaan stakeholder yang disortir. TPM hidup di tumpukan ini dan memastikan setiap item roadmap bisa dilacak naik sampai vision.

Anatomi Tech Product Vision Doc

Vision doc yang baik pendek — idealnya satu halaman — dan berisi lima bagian:

Tech vision doc NusaPay (kerangka)
# NusaPay Tech Vision 2026-2028
1. Tujuan bisnis          : jadi payment gateway #1 pilihan mid-market
                            dan enterprise Indonesia
2. Dunia 3 tahun lagi     : merchant integrasi dalam 1 hari, uptime 99.99%,
                            pembayaran berbasis agen AI jadi kanal normal
3. Prinsip teknis         : API-first, idempotent by default, observability
                            sebagai fitur, cost per transaksi turun tiap tahun
4. Technical bets         : (a) platform event-driven untuk settlement,
                            (b) DX kelas dunia, (c) AI trust layer
5. Yang TIDAK kita lakukan: bukan bank, tidak membangun switch kartu sendiri,
                            tidak mengecilkan scope compliance demi kecepatan

Bagian kelima — yang tidak kita lakukan — justru paling sering hilang padahal paling berguna: ia melindungi tim dari fitur-fitur yang menggoda tetapi menyimpang.

Prinsip menulis visinya:

  • Spesifik dan dapat difalsifikasi: "integrasi dalam 1 hari" bisa diukur; "menjadi terbaik" tidak.
  • Menyebutkan perubahan dunia, bukan hanya target internal: kanal pembayaran berbasis agen AI adalah asumsi pasar yang bisa salah, dan itu boleh.
  • Setiap technical bets harus bisa dijelaskan kenapa ia melayani tujuan bisnis.

Mengaitkan Company Goals dengan Technical Bets

Inti pekerjaan TPM di level strategi adalah rantai logika ini:

100%

Setiap panah harus bisa dipertahankan saat ditanya "kenapa?". Jika sebuah technical bet tidak terhubung ke product bet mana pun, itu cadangan engineering untuk kesehatan sistem — sah, tetapi harus dinyatakan eksplisit dengan alokasi kapasitasnya sendiri (kita bahas di episode 10 tentang tech debt).

Latihan cepat: ambil satu goal NusaPay ("revenue 2x"), lalu tulis rantainya sampai dua technical bets seperti diagram di atas. Kalau kalian macet di panah kedua, biasanya goal-nya terlalu vagu atau bet-nya sebenarnya solusi mencari masalah.

Roadmap Now-Next-Later

Format roadmap favorit untuk TPM adalah Now-Next-Later daripada Gantt bertanggal:

  • Now (kuartal ini): komitmen dengan milestone terukur — SDK baru rilis beta, success rate QRIS naik ke 99.2%.
  • Next (berikutnya): arah sudah diputuskan, tanggal belum — migrasi settlement ke event-driven.
  • Later (eksplorasi): hipotesis yang masih diuji — agentic checkout untuk merchant.

Kenapa tanpa tanggal kaku? Karena estimasi teknis punya ketidakpastian inheren (dibedah di episode 12), dan roadmap bertanggal palsu-akurat memaksa tim memotong quality agar tepat tanggal — trade-off yang seharusnya diputuskan sadar, bukan terjadi diam-diam.

Tip

Uji kelayakan roadmap: tunjukkan roadmap kalian ke engineer paling senior dan tanyakan "item mana yang menurutmu salah urutan?". Jawabannya hampir selalu mengungkap dependency teknis yang luput — jauh lebih murah diketahui sekarang daripada di tengah kuartal.

Anti-Pattern yang Sering Terjadi

Empat anti-pattern yang perlu kalian waspadai:

  1. Vision slogan: "jadi platform pembayaran terdepan di Asia" — tidak bisa difalsifikasi, tidak menghasilkan konsekuensi keputusan apa pun.
  2. Strategy = daftar fitur: strategi yang isinya hanya backlog panjang berarti belum memilih; strategi adalah seni menolak.
  3. Roadmap janji kaku: tanggal pasti untuk pekerjaan yang belum didiscovery adalah utang yang jatuh tempo di depan stakeholder.
  4. Tech bets tanpa pemilik dampak: setiap bet butuh metrik yang akan bergerak dan orang yang bertanggung jawab atas metrik itu.

Checklist Kualitas Sebelum Vision Doc Dibagikan

Sebelum vision doc kalian beredar, jalankan uji kualitas singkat:

  1. Uji falsifikasi: setiap klaim punya angka atau peristiwa pasar yang membuktikan salah/benar.
  2. Uji konsekuensi: dari visi ini, minimal tiga keputusan konkret bisa dijawab (bangun X? tidak. Prioritaskan Y? ya.)
  3. Uji engineering: satu engineer senior bisa membaca dan tidak menemukan klaim teknis yang mustahil.
  4. Uji satu halaman: kalau butuh lampiran panjang untuk menjelaskan, intinya belum tajam.

Dokumen yang lolos empat uji ini jarang sekali direvisi total — ia justru menjadi rujukan saat debat prioritas, persis fungsi yang kita inginkan.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Pisahkan tegas vision (ke mana, 2-3 tahun), strategy (jalur, 6-18 bulan), dan roadmap (urutan kerja, kuartalan).
  • Tech vision doc satu halaman: tujuan bisnis, dunia 3 tahun, prinsip teknis, technical bets, dan daftar yang tidak dilakukan.
  • Rantai logika goal → product bet → technical bet adalah inti kontribusi TPM; panah yang putus berarti strategi yang bocor.
  • Gunakan roadmap Now-Next-Later; hindari tanggal kaku sebelum discovery selesai.

Di episode 3 selanjutnya kita turun dari strategi ke eksekusi awal: Technical Discovery — cara menguji apakah ide besar kalian layak dibangun lewat feasibility assessment, proof of concept, spike, dan risk register, termasuk cara menjalankan discovery sprint 5 hari di NusaPay. Pastikan draft vision doc kalian sudah ditulis, karena dia akan jadi bahan uji di episode berikutnya!