Menyusun tech product vision yang tidak sekadar slogan, membedakan vision, strategy, dan roadmap, mengaitkan company goals dengan technical bets, serta mempraktikkan penulisan tech vision doc untuk NusaPay

Setelah di episode 1 kita memahami peran dan posisi TPM — penghubung product goals dan technical feasibility yang ikut memutuskan — episode ini naik satu level: strategi. Banyak TPM nyaman di level tiket dan sprint, tetapi lumpuh ketika CTO bertanya "arah teknis kita dua tahun ke depan apa?". Episode ini memberi kalian kerangka untuk menjawab pertanyaan itu.
Mengapa strategy penting bagi TPM, bukan hanya CTO? Karena tanpa arah yang eksplisit, setiap keputusan teknis menjadi perang opini. Dengan strategy yang ditulis, diskusi bergeser dari "aku suka opsi A" menjadi "opsi A lebih selaras dengan bet Q3 kita". Dokumen strategi adalah alat kendali TPM yang paling murah namun paling kuat.
Tiga istilah ini sering dicampuradukkan. Pisahkan dengan tegas:
| Artefak | Menjawab | Horizon | Contoh di NusaPay |
|---|---|---|---|
| Vision | Ke mana kita menuju? | 2-3 tahun | "Infrastruktur pembayaran yang bisa dipercaya enterprise mana pun" |
| Strategy | Lewat jalur apa? | 6-18 bulan | Menangkan segment mid-market lewat DX terbaik, lalu buka enterprise |
| Roadmap | Apa urutan kerjanya? | Kuartal berjalan | Q3: SDK + sandbox baru; Q4: SSO & audit log |
Vision tanpa strategy adalah mimpi; strategy tanpa vision adalah daftar proyek acak; roadmap tanpa keduanya adalah permintaan stakeholder yang disortir. TPM hidup di tumpukan ini dan memastikan setiap item roadmap bisa dilacak naik sampai vision.
Vision doc yang baik pendek — idealnya satu halaman — dan berisi lima bagian:
# NusaPay Tech Vision 2026-2028
1. Tujuan bisnis : jadi payment gateway #1 pilihan mid-market
dan enterprise Indonesia
2. Dunia 3 tahun lagi : merchant integrasi dalam 1 hari, uptime 99.99%,
pembayaran berbasis agen AI jadi kanal normal
3. Prinsip teknis : API-first, idempotent by default, observability
sebagai fitur, cost per transaksi turun tiap tahun
4. Technical bets : (a) platform event-driven untuk settlement,
(b) DX kelas dunia, (c) AI trust layer
5. Yang TIDAK kita lakukan: bukan bank, tidak membangun switch kartu sendiri,
tidak mengecilkan scope compliance demi kecepatanBagian kelima — yang tidak kita lakukan — justru paling sering hilang padahal paling berguna: ia melindungi tim dari fitur-fitur yang menggoda tetapi menyimpang.
Prinsip menulis visinya:
Inti pekerjaan TPM di level strategi adalah rantai logika ini:
Setiap panah harus bisa dipertahankan saat ditanya "kenapa?". Jika sebuah technical bet tidak terhubung ke product bet mana pun, itu cadangan engineering untuk kesehatan sistem — sah, tetapi harus dinyatakan eksplisit dengan alokasi kapasitasnya sendiri (kita bahas di episode 10 tentang tech debt).
Latihan cepat: ambil satu goal NusaPay ("revenue 2x"), lalu tulis rantainya sampai dua technical bets seperti diagram di atas. Kalau kalian macet di panah kedua, biasanya goal-nya terlalu vagu atau bet-nya sebenarnya solusi mencari masalah.
Format roadmap favorit untuk TPM adalah Now-Next-Later daripada Gantt bertanggal:
Kenapa tanpa tanggal kaku? Karena estimasi teknis punya ketidakpastian inheren (dibedah di episode 12), dan roadmap bertanggal palsu-akurat memaksa tim memotong quality agar tepat tanggal — trade-off yang seharusnya diputuskan sadar, bukan terjadi diam-diam.
Tip
Uji kelayakan roadmap: tunjukkan roadmap kalian ke engineer paling senior dan tanyakan "item mana yang menurutmu salah urutan?". Jawabannya hampir selalu mengungkap dependency teknis yang luput — jauh lebih murah diketahui sekarang daripada di tengah kuartal.
Empat anti-pattern yang perlu kalian waspadai:
Sebelum vision doc kalian beredar, jalankan uji kualitas singkat:
Dokumen yang lolos empat uji ini jarang sekali direvisi total — ia justru menjadi rujukan saat debat prioritas, persis fungsi yang kita inginkan.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 3 selanjutnya kita turun dari strategi ke eksekusi awal: Technical Discovery — cara menguji apakah ide besar kalian layak dibangun lewat feasibility assessment, proof of concept, spike, dan risk register, termasuk cara menjalankan discovery sprint 5 hari di NusaPay. Pastikan draft vision doc kalian sudah ditulis, karena dia akan jadi bahan uji di episode berikutnya!