Belajar menjadi Technical Product Manager dari dasar hingga production-grade: pre-requisites skill & setup environment, peran & posisi PM vs Engineer, technical strategy & vision, technical discovery, architecture & system thinking, requirements & specs teknis, API & platform products, data-informed decisions, engineering collaboration, AI & LLM products, technical debt & quality, migration & platform initiatives, technical estimation & planning, reliability & SLO as product, security & compliance products, developer experience (DX), infrastructure & cost, launch & rollout teknis, security by design, data privacy product, compliance & enterprise tech, AI products deep, agentic & autonomous products, platform strategy, technical leadership, karir & mentorship, ekosistem & tren modern 2026, hingga roadmap karir & refleksi akhir dengan total 28 episode.
Sebelum menyusun roadmap atau mendiskusi arsitektur, kalian perlu menguasai tiga fondasi TPM: engineering literacy, product sense, dan komunikasi teknis. Di episode ini kalian juga menyiapkan tool utama — Linear/Jira, workspace dokumentasi, akses repository, dan analytics — lalu mengenal studi kasus berjalan NusaPay yang akan menemani seluruh series

Mengurai apa yang benar-benar dilakukan Technical Product Manager setiap hari, di mana posisinya di antara PM, Engineering Lead, dan Software Architect, kapan organisasi butuh TPM, dan mengapa era produk AI/LLM membuat peran ini makin dicari

Menyusun tech product vision yang tidak sekadar slogan, membedakan vision, strategy, dan roadmap, mengaitkan company goals dengan technical bets, serta mempraktikkan penulisan tech vision doc untuk NusaPay

Mengubah ide besar menjadi keputusan yang teruji: pertanyaan feasibility teknis-operasional-legal, perbedaan spike, PoC, prototype, dan MVP, risk register untuk settlement T+0, serta rencana discovery sprint 5 hari beserta feasibility memo sebagai keluarannya

Melatih system thinking TPM: membaca arsitektur dari level context sampai component lewat studi arsitektur NusaPay, memahami trade-off klasik (consistency vs availability, sync vs async, build vs buy), mengenali constraints, dan daftar pertanyaan tajam untuk architecture review

Menulis PRD teknis yang dipahami engineer dan stakeholder: struktur bagian, non-functional requirements yang terukur, acceptance criteria testable gaya Given-When-Then, serta jebakan umum penulisan requirement yang membuat tim salah membangun

Mengelola API sebagai produk sungguhan: developer sebagai user, prinsip desain endpoint yang konsisten, idempotency key untuk pembayaran, kontrak error yang manusiawi, kebijakan breaking change & versioning, hingga platform economics dan pricing usage-based

Membangun metric framework TPM: pohon metrik dari north star ke input metrics, menggabungkan metrik teknis (p95 latency, success rate, uptime) dengan metrik produk (activation, retention), instrumentasi event, dan dasar eksperimen A/B beserta guardrail metrics

Kemitraan harian TPM dengan engineering: membangun trust dengan eng lead, memprioritaskan backlog dengan RICE dan impact-effort, seni negosiasi trade-off, anatomi tiket yang baik vs buruk, serta peran TPM di ritual agile tanpa menjadi admin proyek

Fondasi produk AI untuk TPM: cara kerja LLM secukupnya (token, context window, temperature, hallucination), karakteristik produk AI yang beda dari software biasa, empat pola produk AI, eval minimum sebelum rilis, dan studi kasus fitur fraud alert di NusaPay
