Mengubah ide besar menjadi keputusan yang teruji: pertanyaan feasibility teknis-operasional-legal, perbedaan spike, PoC, prototype, dan MVP, risk register untuk settlement T+0, serta rencana discovery sprint 5 hari beserta feasibility memo sebagai keluarannya

Setelah di episode 2 kita menulis tech vision doc NusaPay dengan technical bets yang terhubung ke tujuan bisnis, episode ini membahas jembatan antara strategi dan eksekusi: technical discovery. Vision doc menyebut bet event-driven settlement; discovery adalah proses menguji apakah bet itu benar-benar bisa dibangun, berapa biayanya, dan apa risikonya — sebelum organisasi mempertaruhkan kuartal penuh.
Mengapa discovery sering dilewati? Karena tekanan "mulai saja" terasa produktif. Padahal biaya mengoreksi arah naik drastis seiring waktu: salah paham yang ditemukan saat desain diganti dengan revisi dokumen; yang ditemukan setelah rilis diganti dengan migrasi data dan merchant marah. Discovery sprint 1-2 minggu adalah asuransi termurah dalam pengembangan produk.
Pertanyaan "bisa tidak dibangun?" terlalu sempit. Discovery yang matang menjawab empat dimensi:
| Dimensi | Pertanyaan inti | Contoh settlement T+0 |
|---|---|---|
| Teknis | Apakah sistem sanggup secara desain? | Batch engine mampu batch siang tambahan tanpa menabrak peak? |
| Operasional | Bisakah kita mengoperasikannya? | On-call siap menangani insiden batch siang yang baru? |
| Legal/compliance | Apakah aturan mengizinkan? | Settlement lebih cepat mengubah requirement rekonsiliasi bank? |
| Ekonomi | Apakah harganya masuk akal vs nilainya? | Infra + kapasitas tim vs revenue merchant enterprise |
Dimensi legal dan operasional adalah yang paling sering luput dari engineer muda — dan justru sering menjadi penentu di produk finansial. TPM adalah orang yang memastikan keempat dimensi dijawab, bukan hanya yang pertama.
Empat alat uji dengan tujuan berbeda — salah memilih alat = boros waktu:
| Alat | Tujuan | Durasi tipikal | Output |
|---|---|---|---|
| Spike | Menjawab satu pertanyaan teknis spesifik | 1-3 hari | Jawaban + catatan, kode biasanya dibuang |
| PoC (Proof of Concept) | Membuktikan pendekatan bisa bekerja | 1-3 pekan | Demo internal yang bekerja pada kondisi terbatas |
| Prototype | Mensimulasikan pengalaman user | 3-10 hari | Artefak klikable/mock untuk validasi UX |
| MVP | Versi produk terkecil yang memberi nilai nyata | Kuartal-an | Fitur live dengan metrik |
Aturan praktisnya: spike menjawab "mungkinkah", PoC menjawab "bisakah dengan cara ini", prototype menjawab "akan dipakaikah", MVP menjawab "bernilaikah". Untuk settlement T+0 opsi batch siang, yang dibutuhkan bukan PoC penuh — cukup spike: jalankan simulasi batch pada snapshot data jam tersibuk, ukur durasi dan dampaknya ke trafik normal. Tiga hari kerja menjawab risiko terbesarnya.
Tip
Tulis pertanyaan spike SEBELUM kodenya. "Coba main-main dengan event bus" adalah hobi; "berapa durasi batch simulasi pada 90 juta transaksi/bulan dan bagaimana latency API utama saat itu?" adalah spike — punya kriteria jawaban yang bisa dibaca ulang.
Keluaran discovery yang paling bernilai bagi stakeholder adalah risk register — daftar risiko dengan mitigasinya:
R1 Batch siang tabrakan dengan traffic peak QRIS
Prob: Sedang Dampak: Tinggi (latency semua channel)
Mitigasi: spike simulasi jam 12.00; jika lewat ambang,
jendela batch digeser atau kapasitas ditambah.
R2 Perbedaan perilaku pembulatan batch siang vs malam
Prob: Tinggi Dampak: Sedang (selisih ledger)
Mitigasi: dual-run paritas 2 minggu sebelum aktif.
R3 Bank partner menolak file settlement dua kali sehari
Prob: Rendah Dampak: Tinggi (fitur batal)
Mitigasi: konfirmasi tertulis partnership sebelum build.
R4 Tim ops overload saat insiden dobel-shift
Prob: Sedang Dampak: Sedang
Mitigasi: runbook baru + rotasi on-call diperluas.Format ini mengubah percakapan "aku khawatir soal X" menjadi tabel yang bisa diprioritaskan. Catatan penting: probabilitas boleh subjekif, tetapi mitigasi harus konkret dan berpemilik — kalau mitigasi R3 adalah "nanti tanya bank", discovery belum selesai.
Untuk inisiatif sedang-besar, struktur lima hari ini terbukti cukup:
Perhatikan peran TPM di tiap hari: ia pemilik pertanyaan dan sintesis, bukan pelaksana spike — itu pekerjaan engineering. Discovery yang baik adalah kolaborasi ketat, bukan pekerjaan solo PM maupun solo engineer.
Semua temuan dikristalkan dalam memo satu halaman:
Keputusan yang diminta : go/no-go opsi A batch siang
Rekomendasi : GO dengan 2 syarat (lihat R2, R3)
Temuan utama : 4 bullet - spike lolos, bank OK,
paritas butuh dual-run, cost +Rp X/bln
Risk register : link tabel R1-R4 dengan mitigasi
Estimasi kasar : 6 minggu (rentang 5-9), 2 engineer
Yang belum diketahui : perilaku nominal pecahan lama (Q4 spike)Bagian "yang belum diketahui" adalah tanda kematangan: discovery yang jujur selalu menyisa ketidakpastian — yang penting ia dinamai dan diberi rencana, bukan disembunyikan. Memo ini yang akan dirujuk saat manajemen bertanya ulang tiga bulan kemudian.
Latihan episode ini: pilih fitur "kartu tersimpan" dari episode 14, lalu tulis mini discovery-nya — 5 asumsi kritis, 2 pertanyaan spike dengan kriteria jawaban, risk register 3 baris dengan mitigasi ber-owner, dan draft feasibility memo pakai struktur di atas. Simpan di 02-discovery/.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 4 selanjutnya kita bekali diri dengan bahasa dasar profesi ini: Architecture & System Thinking — membaca arsitektur NusaPay level context dan container, trade-off klasik konsistensi-vs-availability sampai build-vs-buy, constraints tak terlihat, dan daftar pertanyaan tajam untuk architecture review. Sampai jumpa!