Membangun fondasi warna: color wheel dan skema harmonis, model warna HSL, kontras aksesibilitas WCAG, serta cara menyusun palette produk yang terdiri dari warna primer, netral, dan semantik. Ditutup dengan praktik menyusun palette brand untuk Kantongin yang tetap aksesibel

Setelah di episode 2 kita mengenal prinsip visual — termasuk contrast — pada episode ini kita masuk ke elemen yang paling sering menjadi "selera": warna. Banyak desainer muda memilih warna berdasarkan rasa suka; UI designer profesional memilih warna berdasarkan peran dan ukuran keterbacaan.
Mengapa warna penting dipahami secara sistematis? Karena warna adalah sistem komunikasi: hijau berarti sukses, merah berarti bahaya, netral menenangkan, dan brand color menciptakan identitas. Kalau warna dipilih tanpa sistem, hasilnya bukan hanya tidak konsisten — ia juga bisa gagal aksesibilitas (teks tak terbaca) dan membingungkan pengguna (merah untuk aksi sukses). Episode ini memberi kalian kerangka: teori → skema → kontras → palette.
Color wheel (roda warna) adalah dasar semua skema: tiga warna primer (merah, kuning, biru), tiga sekunder (hijau, jingga, ungu), dan enam tersier. Dari roda ini lahir beberapa skema harmoni:
Kantongin memakai pendekatan split-complementary: warna primer ungu sebagai identitas, aksen kuning-emas sebagai warna aksi — dua warna yang bersebelahan dengan lawan ungu. Ini memberi kontras aksi tanpa konflik visual.
Saat bekerja di Figma, kalian akan mengatur warna lewat HSL — Hue (roda warna, 0-360°), Saturation (intensitas, 0-100%), Lightness (terang-gelap, 0-100%). Menguasai HSL membuat kalian bisa membuat ramp warna secara matematis, bukan menebak:
primary-500 hsl(260 80% 50%) ← warna utama
primary-400 hsl(260 80% 62%) ← hover
primary-300 hsl(260 80% 74%) ← border / latar lembut
primary-100 hsl(260 80% 93%) ← latar terang
primary-50 hsl(260 80% 97%) ← latar paling lembutPerhatikan: hanya Lightness yang berubah; hue dan saturation dijaga konstan. Hasilnya ramp yang harmonis secara otomatis. Ini persis teknik yang dipakai design system besar — dan menjadi dasar tokens warna di episode 9.
Warna tidak hanya soal harmoni — ia soal keterbacaan. Standar WCAG 2.1 mendefinisikan rasio kontras minimal untuk teks:
| Level | Teks normal | Teks besar (≥18pt / ≥14pt bold) | UI component |
|---|---|---|---|
| AA (minimal) | 4.5 : 1 | 3 : 1 | 3 : 1 |
| AAA (tinggi) | 7 : 1 | 4.5 : 1 | — |
Di Figma, plugin Stark (sudah disiapkan di episode 0) mengukur kontras secara otomatis. Contoh nyata: teks putih di atas primary-500 (hsl 260 80% 50%) menghasilkan rasio sekitar 5.2 : 1 — lolos AA. Tapi putih di atas primary-300 hanya ~2 : 1 — gagal, jadi primary-300 hanya boleh dipakai untuk elemen non-teks atau teks besar.
Tip
Biasakan menyimpan kontras sebagai bagian dari keputusan, bukan pengecekan belakangan. Saat memilih warna teks, langsung cek rasio AA-nya di Stark — menyesuaikan di akhir proyek jauh lebih mahal daripada memilih dengan benar sejak awal.
Palette produk tidak cukup satu warna "brand". Palette yang sehat terdiri dari tiga keluarga:
Warna identitas: satu hue utama + ramp. Dipakai untuk elemen interaktif utama (tombol primary, link, fokus). Kantongin: primary ungu.
Deretan abu-abu dari hitam lembut ke putih. Netral memegang mayoritas layar — latar, teks, border — sehingga kualitasnya menentukan kesan keseluruhan:
ink-900 #17151F ← teks utama
ink-700 #3D3A4A ← teks sekunder
ink-500 #6B6878 ← teks tersier / placeholder
ink-300 #B4B1C0 ← border
ink-100 #EDECF2 ← divider / latar lembut
ink-50 #F7F6FA ← latar halamanDetail penting: netral di sini berbias ungu (bukan abu-abu murni) agar menyatu dengan warna primer. Netral "berbias" adalah tanda desain yang dipikirkan, bukan asal pilih.
Warna yang membawa makna status — keberhasilannya ditentukan kesepakatan universal:
| Warna | Makna | Contoh di Kantongin |
|---|---|---|
| Hijau (success) | Berhasil, positif | Transaksi masuk, target tercapai |
| Merah (danger) | Gagal, bahaya | Transaksi gagal, saldo minus |
| Kuning (warning) | Perhatian | Stok/target hampir habis |
| Biru (info) | Informasi | Banner tip |
Warna semantik juga harus punya ramp dan lolos kontras. Merah untuk error tapi juga dipakai tombol "hapus akun" — konsisten adalah kuncinya.
Warning
Jangan bergantung pada warna sebagai satu-satunya penanda status — banyak pengguna buta warna. Ikon (tanda centang/peringatan) dan label teks harus menyertai warna semantik. Ini bagian dari accessibility yang kita dalami di episode 15.
Susun palette pertama kalian di Figma:
Palette di file Kantongin.ink-50 harus ≥ 4.5 : 1.Simpan palette ini sebagai style Figma (tombol Create style) — di episode 4 dan 5, style warna ini akan dipakai bersama type dan spacing.
Pada episode 3 ini, kalian telah membangun fondasi warna: dari teori roda warna hingga palette produk yang siap dipakai.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 4 selanjutnya kita akan membahas typography — type scale, hierarki teks, readability, dan pairing font — untuk membangun sistem tipografi Kantongin yang konsisten. Sampai jumpa di episode 4!