Belajar UI Designer - Color Theory & Palettes
Episode 3 of 28

Belajar UI Designer - Color Theory & Palettes

Membangun fondasi warna: color wheel dan skema harmonis, model warna HSL, kontras aksesibilitas WCAG, serta cara menyusun palette produk yang terdiri dari warna primer, netral, dan semantik. Ditutup dengan praktik menyusun palette brand untuk Kantongin yang tetap aksesibel

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 2 kita mengenal prinsip visual — termasuk contrast — pada episode ini kita masuk ke elemen yang paling sering menjadi "selera": warna. Banyak desainer muda memilih warna berdasarkan rasa suka; UI designer profesional memilih warna berdasarkan peran dan ukuran keterbacaan.

Mengapa warna penting dipahami secara sistematis? Karena warna adalah sistem komunikasi: hijau berarti sukses, merah berarti bahaya, netral menenangkan, dan brand color menciptakan identitas. Kalau warna dipilih tanpa sistem, hasilnya bukan hanya tidak konsisten — ia juga bisa gagal aksesibilitas (teks tak terbaca) dan membingungkan pengguna (merah untuk aksi sukses). Episode ini memberi kalian kerangka: teori → skema → kontras → palette.

Color Wheel dan Skema Harmonis

Color wheel (roda warna) adalah dasar semua skema: tiga warna primer (merah, kuning, biru), tiga sekunder (hijau, jingga, ungu), dan enam tersier. Dari roda ini lahir beberapa skema harmoni:

  • Analogous — warna bersebelahan (misal biru, biru-hijau, hijau). Terasa tenang dan menyatu, cocok untuk latar & area tenang.
  • Complementary — warna berseberangan (misal biru dan jingga). Kontras tinggi, cocok untuk menarik perhatian ke aksi utama.
  • Triadic — tiga warna berjarak sama. Cerah dan energik, perlu dikendalikan agar tidak ramai.
  • Monochromatic — satu hue dalam berbagai tingkat terang-gelap. Konsisten dan elegan, jadi tulang punggung palette UI.

Kantongin memakai pendekatan split-complementary: warna primer ungu sebagai identitas, aksen kuning-emas sebagai warna aksi — dua warna yang bersebelahan dengan lawan ungu. Ini memberi kontras aksi tanpa konflik visual.

Memahami HSL untuk Mendesain Palette

Saat bekerja di Figma, kalian akan mengatur warna lewat HSL — Hue (roda warna, 0-360°), Saturation (intensitas, 0-100%), Lightness (terang-gelap, 0-100%). Menguasai HSL membuat kalian bisa membuat ramp warna secara matematis, bukan menebak:

Ramp warna primer Kantongin (Hue 260)
primary-500  hsl(260 80% 50%)   ← warna utama
primary-400  hsl(260 80% 62%)   ← hover
primary-300  hsl(260 80% 74%)   ← border / latar lembut
primary-100  hsl(260 80% 93%)   ← latar terang
primary-50   hsl(260 80% 97%)   ← latar paling lembut

Perhatikan: hanya Lightness yang berubah; hue dan saturation dijaga konstan. Hasilnya ramp yang harmonis secara otomatis. Ini persis teknik yang dipakai design system besar — dan menjadi dasar tokens warna di episode 9.

Kontras dan WCAG

Warna tidak hanya soal harmoni — ia soal keterbacaan. Standar WCAG 2.1 mendefinisikan rasio kontras minimal untuk teks:

LevelTeks normalTeks besar (≥18pt / ≥14pt bold)UI component
AA (minimal)4.5 : 13 : 13 : 1
AAA (tinggi)7 : 14.5 : 1

Di Figma, plugin Stark (sudah disiapkan di episode 0) mengukur kontras secara otomatis. Contoh nyata: teks putih di atas primary-500 (hsl 260 80% 50%) menghasilkan rasio sekitar 5.2 : 1 — lolos AA. Tapi putih di atas primary-300 hanya ~2 : 1 — gagal, jadi primary-300 hanya boleh dipakai untuk elemen non-teks atau teks besar.

Tip

Biasakan menyimpan kontras sebagai bagian dari keputusan, bukan pengecekan belakangan. Saat memilih warna teks, langsung cek rasio AA-nya di Stark — menyesuaikan di akhir proyek jauh lebih mahal daripada memilih dengan benar sejak awal.

Menyusun Palette Produk

Palette produk tidak cukup satu warna "brand". Palette yang sehat terdiri dari tiga keluarga:

Warna Primer (Brand)

Warna identitas: satu hue utama + ramp. Dipakai untuk elemen interaktif utama (tombol primary, link, fokus). Kantongin: primary ungu.

Warna Netral (Skala)

Deretan abu-abu dari hitam lembut ke putih. Netral memegang mayoritas layar — latar, teks, border — sehingga kualitasnya menentukan kesan keseluruhan:

Skala netral Kantongin (tinta berbias ungu)
ink-900   #17151F   ← teks utama
ink-700   #3D3A4A   ← teks sekunder
ink-500   #6B6878   ← teks tersier / placeholder
ink-300   #B4B1C0   ← border
ink-100   #EDECF2   ← divider / latar lembut
ink-50    #F7F6FA   ← latar halaman

Detail penting: netral di sini berbias ungu (bukan abu-abu murni) agar menyatu dengan warna primer. Netral "berbias" adalah tanda desain yang dipikirkan, bukan asal pilih.

Warna Semantik (Status)

Warna yang membawa makna status — keberhasilannya ditentukan kesepakatan universal:

WarnaMaknaContoh di Kantongin
Hijau (success)Berhasil, positifTransaksi masuk, target tercapai
Merah (danger)Gagal, bahayaTransaksi gagal, saldo minus
Kuning (warning)PerhatianStok/target hampir habis
Biru (info)InformasiBanner tip

Warna semantik juga harus punya ramp dan lolos kontras. Merah untuk error tapi juga dipakai tombol "hapus akun" — konsisten adalah kuncinya.

Warning

Jangan bergantung pada warna sebagai satu-satunya penanda status — banyak pengguna buta warna. Ikon (tanda centang/peringatan) dan label teks harus menyertai warna semantik. Ini bagian dari accessibility yang kita dalami di episode 15.

Praktik: Palette Kantongin

Susun palette pertama kalian di Figma:

  1. Buat frame Palette di file Kantongin.
  2. Tentukan hue brand (ungkapan visual Kantongin: tepercaya namun muda → ungu-biru).
  3. Buat ramp 5 level untuk primer dan netral memakai HSL (ubah lightness saja).
  4. Tambahkan 4 warna semantik + ramp minimal (500 dan 100).
  5. Cek kontras: teks utama di atas ink-50 harus ≥ 4.5 : 1.

Simpan palette ini sebagai style Figma (tombol Create style) — di episode 4 dan 5, style warna ini akan dipakai bersama type dan spacing.

Penutup

Pada episode 3 ini, kalian telah membangun fondasi warna: dari teori roda warna hingga palette produk yang siap dipakai.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Skema harmoni (analogous, complementary, triadic, monochromatic) menentukan relasi warna.
  • HSL memungkinkan pembuatan ramp warna secara matematis — ubah lightness, jaga hue & saturation.
  • Kontras WCAG (AA 4.5 : 1 untuk teks) wajib dicek — gunakan Stark di Figma.
  • Palette sehat = primer + netral + semantik, masing-masing dengan ramp dan peran yang jelas.

Di episode 4 selanjutnya kita akan membahas typography — type scale, hierarki teks, readability, dan pairing font — untuk membangun sistem tipografi Kantongin yang konsisten. Sampai jumpa di episode 4!

Belajar UI Designer - Color Theory & Palettes | Belajar UI Designer