Melengkapi riset kualitatif dengan data kuantitatif — analytics funnel, heatmap, dan metrik UX seperti SUS dan SUPR-Q — dan mempraktikkannya dengan menganalisis data penggunaan JagaKota.

Setelah di episode 12 kita menguji JagaKota secara kualitatif — mempelajari mengapa dari beberapa orang — sekarang kita menambahkan sisi lain koin: data kuantitatif dari banyak orang. UX yang matang memakai keduanya: kualitatif menjawab mengapa, kuantitatif menjawab berapa banyak dan seberapa sering.
Mengapa penting? Karena beberapa masalah hanya terlihat dalam skala besar. Lima pengguna di usability test bisa lancar mengisi form, tapi analitik mengungkap bahwa 60% pengguna berhenti di langkah ketiga. Data kuantitatif memberi bukti untuk meyakinkan stakeholder, dan baseline untuk mengukur perbaikan.
Funnel menampilkan perjalanan langkah demi langkah dan berapa banyak pengguna yang bertahan di tiap langkah. Funnel lapor JagaKota:
Buka aplikasi ........ 1000 (100%)
Mulai lapor .......... 640 (64%)
Pilih kategori ....... 580 (58%)
Isi detail ........... 380 (38%) ← kehilangan terbesar
Konfirmasi lokasi .... 290 (29%)
Kirim ................ 275 (28%)Funnel menunjukkan kehilangan terbesar ada di langkah "Isi detail" (58% → 38%). Inilah isyarat untuk menggali kualitatif: apa yang membuat pengguna berhenti di langkah itu? Episode 14 akan menunjukkan cara mengubah insight ini menjadi eksperimen.
Tip
Urutkan langkah funnel sesuai perilaku nyata, bukan alur yang dibayangkan. Pasang event analytics sejak dini (nama event konsisten, seperti form_detail_view dan form_detail_submit) agar funnel tidak kehilangan jejak di tengah jalan.
Heatmap menunjukkan di mana pengguna mengklik, menggulir, dan memandang (alat: Hotjar). Session recording adalah rekaman layar pengguna nyata. Kombinasi keduanya menjawab pertanyaan yang tidak bisa dijawab angka biasa:
- Peta mini di layar Lapor menerima 3x klik lebih banyak dari yang
diperkirakan → pengguna mencoba memindahkan pin sebelum mengirim.
- CTA "Lapor Masalah" di header hanya 1 dari 5 klik; mayoritas klik
jatuh di tombol melayang bawah.
→ Prioritas: pindah CTA utama ke bawah, buat peta mini interaktif.Untuk mengukur pengalaman secara berkala, gunakan questionnaire tervalidasi:
SUS (System Usability Scale) — 10 pernyataan, skala 1-5, menghasilkan skor 0-100. Di atas 68 dianggap di atas rata-rata. Contoh item (diparafrase): "Saya merasa produk ini rumit untuk digunakan", "Saya akan sering memakai produk ini".
SUPR-Q — 4 dimensi: usability, trust, appearance, loyalty. Lebih cocok untuk situs/webshop; SUS lebih umum untuk aplikasi.
kuantitatif:
- funnel lapor (step conversion)
- heatmap layar Beranda & Lapor
- SUS kuartalan (target >= 68)
- follow-through laporan (>= 70% dalam 7 hari)
kualitatif:
- usability test bulanan (5 peserta)
- survey kepuasan berkala (episode 3)Angka bisa menipu tanpa konteks:
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 14 selanjutnya kita akan membahas eksperimen dan A/B testing — hipotesis, pengujian terukur, dan iterasi berbasis data — dan merancang eksperimen untuk JagaKota. Sampai jumpa di episode 14!