Menjalankan usability testing — moderated dan unmoderated — mulai dari menyusun tugas, memilih peserta, memoderasi sesi, hingga menyintesis temuan, dengan praktik langsung menguji prototype JagaKota.

Setelah di episode 11 kita merapikan microcopy JagaKota, tiba saatnya menguji semua asumsi dengan cara yang paling jujur: usability testing — mengamati pengguna nyata mencoba menyelesaikan tugas. Inilah puncak siklus design thinking: uji prototype (episode 7), lihat kegagalannya, lalu perbaiki.
Mengapa penting? Karena semua evaluasi sebelumnya — heuristics, aksesibilitas, psikologi — adalah analisis dari luar. Usability testing adalah satu-satunya metode yang menangkap perilaku nyata: pengguna gagal, bingung, dan kadang sukses dengan cara yang tidak pernah kita bayangkan. Heuristics menemukan masalah yang terlihat; usability test menemukan masalah yang baru muncul saat digunakan.
| Aspek | Moderated | Unmoderated |
|---|---|---|
| Peserta | Diamati langsung oleh moderator | Mengerjakan sendiri via alat (Maze, UserTesting) |
| Kedalaman | Bisa bertanya lanjutan ("apa yang kamu pikirkan?") | Terbatas pada jawaban yang direkam |
| Biaya & waktu | Mahal dan lambat | Murah dan cepat |
| Cocok untuk | Eksplorasi, produk kompleks | Validasi, pengukuran task success |
Moderated memakai teknik think-aloud: peserta mengucapkan pikirannya sambil bekerja. Kalimat seperti "saya mencari tombol lapor… tapi kok tidak ada?" adalah data emas — tidak hanya apa yang gagal, tapi mengapa.
Tugas harus realistis, satu fokus, dan bebas petunjuk. Bukan "klik tombol Lapor Masalah" (itu instruksi, bukan tugas), tapi:
"Sepulang kerja, Anda melihat lampu jalan mati di dekat gang
rumah Anda dan ingin melaporkannya. Silakan mulai dari beranda."Ukur tiga metrik inti per tugas: task success (berhasil/gagal), time on task, dan error (jumlah kesalahan). Episode 13 akan membahas metrik ini lebih dalam secara kuantitatif.
peserta: 5 # 5 cukup untuk menemukan mayoritas masalah (Nielsen)
durasi: 45 menit
metode: moderated + think-aloud
tugas:
- lapor lampu jalan mati
- cari status laporan sebelumnya
- batalkan laporan yang salah
sukses:
- task success >= 3 dari 5 peserta
- error kritikal tidak adaBerapa peserta? Nielsen menemukan 5 peserta menemukan ~85% masalah. Tambah peserta hanya jika ingin mengukur (bukan menemukan) — episode 13.
Note
Ingat peran moderator: fasilitator, bukan juri. Jangan membantu peserta menyelesaikan tugas (kecuali sudah gagal total), jangan membenarkan desain, dan biarkan keheningan bekerja — keheningan justru momen di mana peserta berpikir paling jujur. Rekam layar dan audio dengan izin.
Setelah sesi, susun temuan secara sistematis:
BURUK:
"3 dari 5 peserta gagal menemukan tombol lapor."
BAIK:
"Peserta mencari tombol lapor di pojok kanan bawah (pola FAB),
tapi JagaKota menaruhnya di header. Alur lapor tidak terdeteksi
sebagai aksi utama di layar Beranda — menandakan hierarki aksi
berlawanan dengan mental model."Perhatikan: yang baik menceritakan pola, bukan sekadar angka — dan langsung menunjuk perbaikan desain.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 13 selanjutnya kita akan membahas quantitative UX dan analytics — funnel, heatmap, dan metrik seperti SUS dan SUPR-Q — untuk mengukur JagaKota dengan angka. Sampai jumpa di episode 13!