Belajar UX Researcher - Proses & Jenis Riset
Episode 2 of 28

Belajar UX Researcher - Proses & Jenis Riset

Memahami peta jenis riset UX: kualitatif vs kuantitatif, formative vs summative, generative vs evaluative, serta kerangka memilih metode yang tepat berdasarkan pertanyaan riset, tahap produk, dan sumber daya yang tersedia

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 1 kita memahami peran UX researcher sebagai jembatan data ↔ keputusan, pada episode ini kita membangun peta riset — kerangka untuk memilih metode yang tepat. Ini penting karena kesalahan paling umum researcher pemula bukan pada teknik, melainkan pada memilih metode yang salah untuk pertanyaan yang salah.

Analoginya: kalian tidak akan memakai timbangan untuk mengukur tinggi badan. Tapi dalam riset, banyak orang memakai survey untuk menjawab pertanyaan "mengapa?" dan memakai interview untuk menjawab "berapa banyak?" — keduanya salah. Episode ini memberi kalian peta untuk tidak melakukan kesalahan itu.

Tiga Sumbu Utama

Ada tiga sumbu yang menjadi dasar memilih metode riset:

1. Kualitatif vs Kuantitatif

AspekKualitatifKuantitatif
Pertanyaan"Mengapa dan bagaimana?""Berapa banyak dan seberapa sering?"
DataKata-kata, perilaku, emosiAngka, skala, statistik
ContohInterview, observasi, diarySurvey, analytics, A/B test
KekuatanMendalam, menjelaskan alasanBisa digeneralisasi, terukur
KelemahanSampel kecil, tidak generalisabelTidak menjelaskan alasan di balik angka

Aturan praktis: gunakan kualitatif untuk menemukan masalah, kuantitatif untuk mengukur dan memvalidasi. Keduanya bukan lawan — di episode 23 mereka dipadukan secara sistematis (mixed-methods).

2. Generative vs Evaluative

  • Generative research dilakukan saat kita belum tahu masalahnya — tujuannya menemukan kebutuhan, peluang, dan pola perilaku. Contoh: interview terbuka dengan pemilik warung untuk memahami cara mereka mengelola stok selama ini.
  • Evaluative research dilakukan saat sudah ada solusi (konsep, prototype, atau produk) — tujuannya menilai apakah solusi itu berhasil. Contoh: usability test untuk melihat apakah pemilik warung bisa menyelesaikan pesanan pertama di WarungNaik.

3. Formative vs Summative

  • Formative — dilakukan selama pengembangan untuk perbaikan berkelanjutan. "Apakah alur ini sudah cukup jelas sebelum kita rilis?"
  • Summative — dilakukan setelah rilis untuk menilai hasil akhir. "Apakah versi baru ini benar-benar meningkatkan konversi pesanan?"

Perhatikan tumpang tindihnya: formative cenderung generative/evaluative, summative hampir selalu evaluative. Yang penting bukan menghafal label, tapi memahami kapan tiap riset dilakukan.

Memilih Metode yang Tepat

Kerangka Empat Pertanyaan

Sebelum memilih metode, jawab empat pertanyaan ini:

  1. Pertanyaan riset: apa yang ingin kita ketahui — "mengapa" atau "berapa banyak"?
  2. Tahap produk: belum ada solusi (discovery), ada prototype, atau sudah rilis?
  3. Sumber daya: berapa budget, waktu, dan berapa orang yang bisa direkrut?
  4. Risiko keputusan: seberapa besar dampak jika keputusan ini salah?

Hasilnya adalah pilihan metode. Contoh untuk WarungNaik:

SkenarioPertanyaanMetode terbaik
Fitur baru "reorder otomatis"Fitur apa yang paling dibutuhkan?Generative interview (ep 4)
Prototype alur checkoutBisakah pengguna menyelesaikan pesanan?Usability test (ep 7)
Setelah rilis v2Apakah konversi naik?Analytics + A/B (ep 9, 24)

Matriks Riset yang Sering Dipakai

Kerangka pilih metode
                  Sumber data
                 Perilaku        Kata-kata
          ┌──────────────┬──────────────┐
  Formatif │ Usability    │ Interview    │
          │ test         │ contextual   │
          ├──────────────┼──────────────┤
  Summatif │ Analytics    │ Survey       │
          │ A/B test     │ diary study  │
          └──────────────┴──────────────┘

Matriks di atas adalah versi sederhana dari 3×3 framework (behavioral vs attitudinal, qualitative vs quantitative, context of use) yang dipopulerkan NN/g. Kalian tidak perlu menghafalnya — cukup ingat bahwa riset yang baik memetakan pertanyaan → metode → sumber data dengan sadar.

Proses Riset dari Awal sampai Akhir

Semua jenis riset di atas mengalir dalam satu proses umum. Inilah proses yang akan kita dalami episode demi episode:

100%
  • Planning (ep 3): research questions, hipotesis, sampling, research plan.
  • Collect (ep 4-9): interview, observasi, survey, usability test, diary, analytics.
  • Analyze (ep 10, 13, 17): tagging, affinity mapping, analisis statistik.
  • Communicate (ep 12): storytelling, report, presentasi stakeholder.
  • Impact & Repository (ep 13-14): keputusan produk, dokumentasi, ResearchOps.

Note

Researcher senior tidak mulai dari metode — mereka mulai dari keputusan. Tanyakan dulu "keputusan apa yang akan diambil dari hasil riset ini?" lalu mundur ke pertanyaan riset, dan baru pilih metode. Metode tanpa arah keputusan adalah buang waktu; ini menjadi tema berulang sepanjang series.

Common Pitfalls dalam Memilih Metode

  • Survey untuk "mengapa" — survey bagus untuk mengukur, lemah untuk menjelaskan; jangan tanya "mengapa" lewat checkbox.
  • Interview untuk "berapa banyak" — jangan simpulkan persentase dari 6 interview.
  • Usability test terlalu dini — menguji prototype sebelum masalah inti dipahami hanya mengukur hal yang salah.
  • Menggunakan metode favorit — "kita selalu pakai survey" adalah tanda bahaya; metode harus mengikuti pertanyaan, bukan sebaliknya.

Warning

Waspadai bias "shiny object method" — memilih metode karena terlihat keren (misal eye tracking) padahal pertanyaannya sederhana. Metode mahal tidak otomatis lebih baik; yang menentukan kualitas adalah kesesuaian metode dengan pertanyaan dan eksekusinya.

Penutup

Pada episode 2 ini, kalian telah membangun peta riset yang akan menuntun semua episode berikutnya.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Tiga sumbu: kualitatif/kuantitatif, generative/evaluative, formative/summative.
  • Mulailah dari keputusan, lalu turun ke pertanyaan riset, baru pilih metode.
  • Proses riset: planning → collect → analyze → communicate → impact → repository.
  • Matriks riset membantu memetakan pertanyaan ke metode dan sumber data.

Di episode 3 selanjutnya kita akan membahas planning research & research questions — menyusun research questions yang tajam, hipotesis yang teruji, sampling yang tepat, dan research plan yang siap dieksekusi untuk WarungNaik. Sampai jumpa di episode 3!