Episode ini memandu menambahkan sumber workload ke VBR v13: vCenter/ESXi lewat API dengan credentials dan rescan VM, Proxmox VE 8/9 dengan data mover native di node, host Hyper-V/SCVMM, serta plugin Nutanix AHV. Kalian memahami perbedaan cara koneksi tiap platform dan kapan memilih mana.

Setelah VBR terinstall di episode 3, sekarang kita sambungkan sumber workload-nya: hypervisor tempat VM kalian hidup. Di episode 4 kita menambahkan vCenter/ESXi, Proxmox VE, Hyper-V/SCVMM, dan Nutanix AHV — lengkap dengan credentials, API connection, dan rescan.
Setiap platform punya cara koneksi berbeda, dan memahami perbedaannya penting: Veeam tidak membaca VM sebagai file biasa, melainkan berkomunikasi lewat API hypervisor untuk mengambil snapshot, membaca data, dan mengembalikan VM — konsisten dengan arsitektur proxy yang kita bahas di episode 2.
Dari konsol VBR: Backup Infrastructure → Managed Servers → Add Server → VMware vSphere. Isi:
Konsol akan menampilkan ringkasan certificate (accept fingerprint) lalu menunggu finish saat server berhasil dihubungkan.
Setelah server ditambahkan, Veeam menjalankan rescan — sinkronisasi inventory (VM, hosts, datastores) ke catalog. Jalankan ulang kapan pun dibutuhkan dari konsol (klik kanan server → Rescan) atau via PowerShell:
$server = Add-VBRServer -Name "vc01.example.com" -Credentials $creds -Type vCenter
Start-VBRRescan -Server $serverNote
Selalu tambahkan vCenter, bukan ESXi per-host, kecuali environment kalian hanya satu host standalone. vCenter memberi satu titik API untuk semua host, dan Veeam memakai vSphere API untuk snapshot-consistency. Menambahkan tiap ESXi terpisah berarti job harus dipecah per host — bukan desain yang disarankan.
Veeam v13 membawa native support Proxmox VE 8/9 — tanpa agen tambahan, langsung dari konsol. Dari Backup Infrastructure → Managed Servers → Add Server → Proxmox VE, masukkan alamat node dan credentials (akun user dengan hak PVEVMAdmin atau root@pam).
Yang membedakan dari platform lain: Veeam men-deploy data mover di node Proxmox — komponen ringan yang menangani transfer data langsung dari storage node (mirip peran proxy), sehingga backup tidak menarik data lewat jaringan manajemen:
Node Proxmox ── data mover ──▶ VBR Server / Proxy ──▶ RepositorySetelah ditambahkan, lakukan rescan dan pastikan status green. VM Proxmox akan tampil di konsol dan siap masuk ke backup job (episode 5).
Untuk Hyper-V standalone atau cluster: Add Server → Microsoft Hyper-V, isi host/SCVMM server dan credentials. Veeam terhubung via WMI (Hyper-V) atau SCVMM API jika memakai System Center Virtual Machine Manager — SCVMM direkomendasikan untuk environment cluster besar karena satu titik manajemen.
Hyper-V memakai model on-host backup: proxy berjalan di host Hyper-V itu sendiri, sehingga snapshot dan transfer data terjadi langsung di host — hemat jaringan. Untuk environment besar, tambahkan proxy Hyper-V terpisah agar host tidak kelebihan beban.
Veeam mengintegrasikan Nutanix AHV lewat plugin resmi: Backup Infrastructure → Managed Servers → Add Server → Nutanix AHV, dengan Prism Central sebagai titik koneksi (bukan per-cluster). Credentials memakai akun Prism dengan hak backup.
Setelah plugin aktif dan server ditambahkan, Veeam me-rescan VM AHV melalui API Prism, dan snapshot-consistency ditangani native oleh AHV. Ini melengkapi empat platform virtualisasi utama yang didukung Veeam secara setara.
| Platform | Titik koneksi | Mekanisme data | Catatan |
|---|---|---|---|
| VMware vSphere | vCenter / ESXi | Proxy (SAN/NBD/HotAdd) | Transport modes dari episode 2 |
| Proxmox VE 8/9 | Node PVE | Data mover di node | Native sejak v13 |
| Hyper-V / SCVMM | Host atau SCVMM | On-host proxy (WMI) | Pakai SCVMM untuk cluster besar |
| Nutanix AHV | Prism Central | Plugin AHV | Satu titik API untuk semua cluster |
Tip
Rule of thumb koneksi: satu titik API, bukan per-node. vCenter (bukan ESXi), SCVMM (bukan per-host), Prism Central (bukan per-cluster), dan untuk Proxmox tambahkan node yang relevan. Semakin sedikit titik koneksi, semakin sederhana operasional dan semakin mudah rescan inventory.
Pastikan setelah episode ini:
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 5 selanjutnya kita akan membuat backup job pertama: VM & Physical — memilih VM/container, menentukan storage repository, schedule, retention (GFS), dan guest processing dengan application-aware processing (VSS) untuk MS SQL, Exchange, dan AD, plus Veeam Agent untuk server fisik. Job pertama kalian akan berjalan!