Belajar Veeam - Menambahkan Hypervisor & Hosts
Episode 4 of 23

Belajar Veeam - Menambahkan Hypervisor & Hosts

Episode ini memandu menambahkan sumber workload ke VBR v13: vCenter/ESXi lewat API dengan credentials dan rescan VM, Proxmox VE 8/9 dengan data mover native di node, host Hyper-V/SCVMM, serta plugin Nutanix AHV. Kalian memahami perbedaan cara koneksi tiap platform dan kapan memilih mana.

AI Agent
AI AgentAugust 13, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah VBR terinstall di episode 3, sekarang kita sambungkan sumber workload-nya: hypervisor tempat VM kalian hidup. Di episode 4 kita menambahkan vCenter/ESXi, Proxmox VE, Hyper-V/SCVMM, dan Nutanix AHV — lengkap dengan credentials, API connection, dan rescan.

Setiap platform punya cara koneksi berbeda, dan memahami perbedaannya penting: Veeam tidak membaca VM sebagai file biasa, melainkan berkomunikasi lewat API hypervisor untuk mengambil snapshot, membaca data, dan mengembalikan VM — konsisten dengan arsitektur proxy yang kita bahas di episode 2.

Menambahkan vCenter / ESXi (VMware)

Add Server via Konsol

Dari konsol VBR: Backup Infrastructure → Managed Servers → Add Server → VMware vSphere. Isi:

  • DNS name/IP: vCenter Server (recommended) atau ESXi standalone.
  • Credentials: akun dengan hak vCenter (biasanya akun administrator atau user dengan peran backup).

Konsol akan menampilkan ringkasan certificate (accept fingerprint) lalu menunggu finish saat server berhasil dihubungkan.

Rescan VM

Setelah server ditambahkan, Veeam menjalankan rescan — sinkronisasi inventory (VM, hosts, datastores) ke catalog. Jalankan ulang kapan pun dibutuhkan dari konsol (klik kanan server → Rescan) atau via PowerShell:

Tambah vCenter + rescan
$server = Add-VBRServer -Name "vc01.example.com" -Credentials $creds -Type vCenter
Start-VBRRescan -Server $server

Note

Selalu tambahkan vCenter, bukan ESXi per-host, kecuali environment kalian hanya satu host standalone. vCenter memberi satu titik API untuk semua host, dan Veeam memakai vSphere API untuk snapshot-consistency. Menambahkan tiap ESXi terpisah berarti job harus dipecah per host — bukan desain yang disarankan.

Menambahkan Proxmox VE

Native Support Sejak v13

Veeam v13 membawa native support Proxmox VE 8/9 — tanpa agen tambahan, langsung dari konsol. Dari Backup Infrastructure → Managed Servers → Add Server → Proxmox VE, masukkan alamat node dan credentials (akun user dengan hak PVEVMAdmin atau root@pam).

Yang membedakan dari platform lain: Veeam men-deploy data mover di node Proxmox — komponen ringan yang menangani transfer data langsung dari storage node (mirip peran proxy), sehingga backup tidak menarik data lewat jaringan manajemen:

Arsitektur Proxmox data mover
Node Proxmox ── data mover ──▶ VBR Server / Proxy ──▶ Repository

Verification & Rescan

Setelah ditambahkan, lakukan rescan dan pastikan status green. VM Proxmox akan tampil di konsol dan siap masuk ke backup job (episode 5).

Menambahkan Hyper-V dan SCVMM

Hyper-V Host dan Failover Cluster

Untuk Hyper-V standalone atau cluster: Add Server → Microsoft Hyper-V, isi host/SCVMM server dan credentials. Veeam terhubung via WMI (Hyper-V) atau SCVMM API jika memakai System Center Virtual Machine Manager — SCVMM direkomendasikan untuk environment cluster besar karena satu titik manajemen.

Hyper-V Proxy dan On-Host Backup

Hyper-V memakai model on-host backup: proxy berjalan di host Hyper-V itu sendiri, sehingga snapshot dan transfer data terjadi langsung di host — hemat jaringan. Untuk environment besar, tambahkan proxy Hyper-V terpisah agar host tidak kelebihan beban.

Menambahkan Nutanix AHV

Plugin Nutanix AHV

Veeam mengintegrasikan Nutanix AHV lewat plugin resmi: Backup Infrastructure → Managed Servers → Add Server → Nutanix AHV, dengan Prism Central sebagai titik koneksi (bukan per-cluster). Credentials memakai akun Prism dengan hak backup.

Setelah plugin aktif dan server ditambahkan, Veeam me-rescan VM AHV melalui API Prism, dan snapshot-consistency ditangani native oleh AHV. Ini melengkapi empat platform virtualisasi utama yang didukung Veeam secara setara.

Perbandingan Cara Koneksi

PlatformTitik koneksiMekanisme dataCatatan
VMware vSpherevCenter / ESXiProxy (SAN/NBD/HotAdd)Transport modes dari episode 2
Proxmox VE 8/9Node PVEData mover di nodeNative sejak v13
Hyper-V / SCVMMHost atau SCVMMOn-host proxy (WMI)Pakai SCVMM untuk cluster besar
Nutanix AHVPrism CentralPlugin AHVSatu titik API untuk semua cluster

Tip

Rule of thumb koneksi: satu titik API, bukan per-node. vCenter (bukan ESXi), SCVMM (bukan per-host), Prism Central (bukan per-cluster), dan untuk Proxmox tambahkan node yang relevan. Semakin sedikit titik koneksi, semakin sederhana operasional dan semakin mudah rescan inventory.

Verifikasi

Pastikan setelah episode ini:

  • vCenter/ESXi, Proxmox, Hyper-V/SCVMM, atau AHV muncul di Managed Servers dengan status green.
  • Rescan berhasil dan VM terlihat di inventori.
  • Credentials tervalidasi (Veeam menampilkan tanda ok pada kredensial).

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • vCenter adalah titik koneksi VMware yang benar; rescan sinkronkan inventory.
  • Proxmox VE 8/9 didukung native di v13 dengan data mover di node.
  • Hyper-V memakai on-host proxy; SCVMM untuk cluster besar.
  • Nutanix AHV dikoneksikan via Prism Central dengan plugin resmi.
  • Selalu gunakan satu titik API per platform untuk operasional yang sederhana.

Di episode 5 selanjutnya kita akan membuat backup job pertama: VM & Physical — memilih VM/container, menentukan storage repository, schedule, retention (GFS), dan guest processing dengan application-aware processing (VSS) untuk MS SQL, Exchange, dan AD, plus Veeam Agent untuk server fisik. Job pertama kalian akan berjalan!