Episode ini memandu pembuatan backup job pertama: memilih VM/container, menentukan repository, schedule, dan retention (GFS), plus guest processing dengan application-aware processing (VSS) untuk MS SQL, Exchange, dan AD. Kalian juga mengenal Veeam Agent for Windows/Linux untuk backup server fisik dan endpoint.

Di episode 4, hypervisor kalian sudah terhubung. Sekarang tiba saatnya yang kalian tunggu: membuat backup job pertama. Di episode 5 kita merakit job VM dari awal — pilih workload, repository, schedule, retention GFS, dan guest processing — lalu membahas Veeam Agent untuk server fisik.
Job adalah unit kerja Veeam. Memahami setiap langkah wizard job berarti memahami bahasa utama operasional Veeam — mulai sekarang, hampir semua hal (restore, copy, archive) akan berputar di sekitar job.
Dari konsol: Home → Backup Job → Virtual Machine. Wizard memandu beberapa langkah:
Dari PowerShell, job bisa dibuat dengan cmdlet. Berikut contoh lengkap:
$vm = Get-VBRViObject -Name "WebServer-01"
$repo = Get-VBRBackupRepository -Name "LocalRepo"
$job = Add-VBRJob -Name "Backup WebServer-01" -BackupType Vm `
-Entity $vm -Repository $repo `
-ScheduleOptions (Get-VBRJobScheduleOptions -Type Daily -DailyKind Days -Days Monday)
Start-VBRJob -Job $jobStart-VBRJob memicu job langsung — gunakan untuk test run setelah konfigurasi.
Tiga pengaturan yang menentukan biaya dan keamanan data:
Veeam default memakai forever incremental + synthetic full — tiap hari hanya perubahan yang disimpan, dan Veeam menyusun full sintetis dari blok-blok yang ada. Ini hemat storage sekaligus mempercepat restore (tidak perlu merangkai rantai incremental).
Snapshot VM tingkat hypervisor menghasilkan salinan crash-consistent — konsisten pada level disk, tapi tidak menjamin database (MS SQL, Exchange, AD) dalam keadaan konsisten. Bayangkan backup menangkap database di tengah transaksi yang belum commit: file disk utuh, tapi database korup saat direstore. Solusinya application-aware processing.
Dengan mengaktifkan Guest Processing → Application-aware processing, Veeam memasang VSS (Volume Shadow Copy) di guest Windows:
Hasilnya backup application-consistent, aman untuk di-restore ke titik waktu tertentu:
Hypervisor snapshot ──▶ VSS quiesce di guest ──▶ snapshot konsisten ──▶ backupAgar guest processing jalan, Veeam butuh guest credentials (akun admin Windows) yang disimpan di job. Jika guest tidak memakai VSS (Linux atau guest processing mati), backup tetap jalan tapi hanya crash-consistent.
Warning
Backup crash-consistent untuk database adalah waktu bom. Saat restore, SQL Server akan mendeteksi file tidak konsisten dan menolak attach, atau recovery merusak data transaksi terakhir. Untuk semua server database, wajib application-aware processing — kita praktikkan di episode 10 untuk SQL, Exchange, AD, dan Oracle.
VM bukan satu-satunya workload. Untuk server fisik dan endpoint, Veeam menyediakan Veeam Agent for Microsoft Windows dan Veeam Agent for Linux — agen yang diinstall di OS, dikelola terpusat dari konsol VBR (mode Managed by Veeam Backup & Replication). Setiap agen terhitung sebagai satu workload dalam lisensi.
Tambahkan Backup Infrastructure → Managed Servers → Add Server → Microsoft Windows / Linux, lalu install agen (push). Buat backup job agent: pilih proteksi Entire computer, Volume, atau Files & Folders, arahkan ke repository VBR, dan atur schedule:
Get-VBRComputerBackupJob | Format-Table Name,PlatformType,State -AutoSizeAgent memberi RPO hingga per-15-menit dan mendukung restore granular — berguna untuk melindungi server fisik (misal database standalone) yang tidak mungkin di-snapshot di level hypervisor.
Setelah job selesai berjalan:
Get-VBRJob | Select-Object Name,JobType,LastResult | Format-Table -AutoSize
Get-VBRBackupSession | Where-Object {$_.JobName -eq "Backup WebServer-01"} | Format-Table Name,ResultPastikan status Success dan restore point pertama tersedia di repository.
Inti yang harus dibawa pulang:
Add-VBRJob dan Start-VBRJob adalah gerbang otomasi job.Get-VBRJob dan Get-VBRBackupSession.Di episode 6 selanjutnya kita akan membahas repository & storage — Windows/Linux repository, SMB/NFS, object storage S3, SOBR dengan capacity tier, serta dedup & compression (None/Dedupe-friendly/Local target) dan perangkat HW deduplikasi seperti HPE StoreOnce dan ExaGrid. Rumah untuk backup kalian akan makin canggih!