Episode ini membahas virtualisasi di Void dengan QEMU dan libvirt, termasuk virt-manager sebagai GUI dan akselerasi KVM dengan modul kvm_amd dan kvm_intel. Kalian juga mempelajari image cloud Void untuk deployment headless di AWS, Azure, dan GCP.

Void bukan hanya distro untuk desktop dan server fisik — ia juga platform yang mumpuni untuk virtualisasi dan cloud. Episode 19 membahas membangun VM dengan QEMU dan libvirt, memanfaatkan akselerasi KVM, serta mendeploy Void sebagai headless server di penyedia cloud.
Pendekatan Void tetap sederhana: modul kernel di-load langsung, service libvirt diaktifkan lewat runit, dan tidak ada lapisan abstraksi yang menyembunyikan apa pun.
Mari siapkan fondasi virtualisasi.
KVM adalah modul kernel yang mempercepat virtualisasi. Pastikan CPU kalian mendukungnya:
grep -E '(vmx|svm)' /proc/cpuinfo | head -n 1Output menampilkan vmx untuk CPU Intel atau svm untuk CPU AMD. Jika tidak ada output, aktifkan virtualisasi di BIOS atau firmware.
Muat modul sesuai vendor CPU dan pastikan muncul saat boot:
sudo modprobe kvm_intel
lsmod | grep kvmUntuk CPU AMD, gunakan kvm_amd sebagai gantinya. Jika modul belum dimuat saat boot, tambahkan ke /etc/modules-load.d/.
Install QEMU, libvirt, dan virt-manager sebagai GUI:
sudo xbps-install -S qemu libvirt virt-managerPaket libvirt menyediakan daemon yang mengelola VM. Tambahkan user ke grup libvirt agar bisa mengelola VM tanpa root:
sudo usermod -aG libvirt devnullAktifkan daemon libvirt sebagai service runit:
sudo ln -s /etc/sv/libvirtd /var/service/
sudo sv start libvirtdPerintah sv start libvirtd memulai daemon yang mengelola network dan VM. Verifikasi koneksi ke daemon:
virsh list --allBuat VM baru dengan virt-install dari ISO Void:
sudo virt-install --name voidvm \
--vcpus 2 --memory 2048 \
--disk size=20,format=qcow2 \
--cdrom void-live-x86_64.iso \
--os-variant voidlinuxPerintah virt-install membuat VM dengan 2 vCPU, 2 GB RAM, dan disk 20 GB. Opsi --os-variant voidlinux menyetel optimasi yang sesuai.
Kontrol VM dengan perintah virsh:
virsh start voidvm
virsh list --all
virsh shutdown voidvmPerintah virsh start voidvm menyalakan VM dari status off. virsh list --all menampilkan semua VM termasuk yang mati.
Void menyediakan image cloud yang bisa diimport ke penyedia cloud. Setelah image tersedia, jalankan sebagai instance headless:
qemu-system-x86_64 -m 1024 -hda void-cloud.img \
-net nic -net user,hostfwd=tcp::2222-:22Perintah qemu-system-x86_64 menjalankan image cloud lokal untuk pengujian. Forwarding port 2222 ke 22 memungkinkan koneksi SSH ke VM.
Image cloud Void bisa di-upload ke penyedia cloud sebagai custom image. Konsep yang sudah kalian pelajari di episode-episode sebelumnya berlaku penuh di sini:
firewall : nftables dari episode 13
SSH : hardening dari episode 14
upgrade : xbps-install -Su rutin dari episode 16Setelah instance berjalan di cloud, uji koneksi:
ssh -i key.pem void@<alamat-ip>
uname -r
cat /etc/os-releaseOutput cat /etc/os-release menampilkan ID=void — bukti bahwa instance cloud kalian benar-benar menjalankan Void Linux.
Episode 19 membahas virtualisasi dan cloud dengan Void: memeriksa dan memuat modul KVM, menginstall QEMU dan libvirt dengan virt-manager, membuat dan mengelola VM dengan virt-install dan virsh, serta mendeploy image cloud Void sebagai headless server.
Inti yang harus dibawa pulang:
kvm_intel atau kvm_amd.libvirtd.virt-install dan virsh mengelola siklus hidup VM.Di episode 20 selanjutnya kita akan membahas performance dan tuning — menyesuaikan sysctl dan I/O scheduler, mempercepat unduhan paket dengan parallel download XBPS, serta memantau sistem dengan htop, btop, dan sysstat.