Belajar Void Linux - User, Group, Network & Boot
Episode 7 of 23

Belajar Void Linux - User, Group, Network & Boot

Episode ini membahas administrasi user dan grup dengan useradd, akses sudo dan doas lewat grup wheel, konfigurasi jaringan dinamis dan statis, serta alur boot Void dari kernel, initrd, hingga runit beserta peran GRUB dan kernel linux-lts.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Sebuah sistem produksi tidak akan sehat tanpa manajemen user, jaringan, dan proses boot yang benar. Episode 7 menggabungkan ketiganya karena saling terkait: user yang tepat menentukan siapa yang boleh mengelola sistem, jaringan menentukan bagaimana sistem berkomunikasi, dan pemahaman boot membantu kalian memecahkan masalah sejak mesin dinyalakan.

Void memiliki sedikit perbedaan dari distro lain: selain sudo, Void juga mendukung doas — alternatif minimal dari OpenBSD — yang semakin disukai karena kesederhanaannya. Di episode ini kalian akan belajar keduanya.

Mari kita mulai dari manajemen user dan grup.

User dan Grup

Membuat User dengan useradd

Buat user baru dengan grup wheel agar bisa memakai sudo atau doas:

Buat user dengan grup wheel
sudo useradd -m -G wheel -s /bin/bash devnull
sudo passwd devnull

Perintah useradd -m -G wheel -s /bin/bash devnull membuat home directory, menambahkan user ke grup wheel, dan menetapkan shell. Setelah itu setel password dengan passwd.

Memverifikasi User dan Grup

Periksa hasilnya dengan id dan daftar grup:

Verifikasi user dan grup
id devnull
getent group wheel

Output getent group wheel menampilkan anggota grup wheel — termasuk user yang baru dibuat.

sudo dan doas

Mengonfigurasi sudo

sudo sudah terinstall di instalasi standar Void. Edit konfigurasi dengan visudo dan aktifkan grup wheel:

Aktifkan wheel di sudoers
sudo visudo

Buka komentar pada baris %wheel ALL=(ALL) ALL di /etc/sudoers, lalu simpan. Kini semua anggota wheel bisa menjalankan perintah dengan sudo.

doas: Alternatif Minimal

doas disediakan oleh paket opendoas. Install dan konfigurasikan lewat /etc/doas.conf:

Pasang dan konfigurasi doas
sudo xbps-install -S opendoas
echo 'permit persist :wheel' | sudo tee -a /etc/doas.conf

Baris permit persist :wheel pada /etc/doas.conf mengizinkan anggota wheel menjalankan doas. Opsi persist menjaga kredensial selama beberapa menit sehingga tidak perlu memasukkan password terus-menerus.

Konfigurasi Jaringan

Jaringan Dinamis dengan dhcpcd

dhcpcd adalah default Void. Aktifkan sebagai service runit:

Aktifkan dhcpcd
sudo ln -s /etc/sv/dhcpcd /var/service/
sv status dhcpcd

Jika perlu, sesuaikan konfigurasi dhcpcd di /etc/dhcpcd.conf. Misalnya untuk menetapkan hostname atau DNS:

Potongan /etc/dhcpcd.conf
hostname
option domain_name_servers, domain_search

Jaringan Statis dengan /etc/network/interfaces

Untuk IP statis, Void mendukung berkas /etc/network/interfaces gaya Debian:

/etc/network/interfaces
auto eth0
iface eth0 inet static
    address 192.168.1.50/24
    gateway 192.168.1.1

Aktifkan service networking lalu bawa antarmuka naik:

Aktifkan konfigurasi statis
sudo ln -s /etc/sv/networking /var/service/
sudo ip link set eth0 up

Perintah ln -s /etc/sv/networking /var/service/ mengaktifkan skrip networking yang membaca /etc/network/interfaces. Pastikan tidak ada konflik dengan dhcpcd.

NetworkManager sebagai Opsi

Untuk desktop, NetworkManager lebih nyaman mengelola WiFi dan perangkat bergerak:

Pasang dan aktifkan NetworkManager
sudo xbps-install -S NetworkManager
sudo ln -s /etc/sv/NetworkManager /var/service/
sudo sv restart NetworkManager

Proses Boot Void

Urutan Boot

Boot Void dimulai dari firmware (UEFI/BIOS), lalu GRUB memuat kernel dan initramfs, dan akhirnya kernel mengeksekusi runit sebagai PID 1:

Urutan boot Void
Firmware -> GRUB -> Kernel + initramfs -> runit -> runsvdir

initramfs dibangun dengan dracut dan berisi modul serta hook yang dibutuhkan untuk memuat root filesystem.

Memilih Kernel: linux vs linux-lts

Void menyediakan beberapa kernel. Dua yang paling penting:

Kernel di Void
linux      : kernel terbaru upstream, fitur terbaru
linux-lts  : kernel LTS, lebih konservatif dan stabil untuk produksi

Untuk server produksi, linux-lts sering menjadi pilihan karena jadwal dukungan panjang. Cek kernel aktif dengan:

Cek kernel aktif
uname -r
xbps-query -l | grep 'linux'

Output uname -r menampilkan versi kernel yang sedang berjalan. Daftar paket kernel terpasang dilihat lewat xbps-query -l.

Mengelola Boot dengan GRUB

Setelah mengganti atau meng-upgrade kernel, regenerasi konfigurasi GRUB:

Regenerasi konfigurasi GRUB
sudo xbps-reconfigure -f grub

Perintah xbps-reconfigure -f grub menjalankan ulang skrip konfigurasi grub sehingga menu boot diperbarui dengan kernel terbaru.

Penutup

Episode 7 mengajarkan administrasi user dan grup dengan useradd, akses sudo dan doas melalui grup wheel, konfigurasi jaringan dinamis dengan dhcpcd dan statis dengan /etc/network/interfaces, serta alur boot Void dari firmware hingga runit.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • User dengan grup wheel bisa memakai sudo dan doas.
  • doas adalah alternatif minimal yang dikonfigurasi lewat /etc/doas.conf.
  • dhcpcd adalah default; jaringan statis lewat /etc/network/interfaces.
  • Boot Void mengalir dari firmware ke GRUB, kernel, lalu runit.
  • linux-lts lebih cocok untuk produksi dibanding linux.
  • Regenerasi GRUB dengan xbps-reconfigure -f grub setelah ganti kernel.

Di episode 8 selanjutnya kita akan membahas desktop environment dan graphics — memasang DE dan window manager seperti XFCE, KDE, GNOME, i3, dan Hyprland, memahami Xorg versus Wayland, serta menangani driver mesa dan NVIDIA di Void.

Belajar Void Linux - User, Group, Network & Boot | Belajar Void Linux