Episode ini membahas administrasi user dan grup dengan useradd, akses sudo dan doas lewat grup wheel, konfigurasi jaringan dinamis dan statis, serta alur boot Void dari kernel, initrd, hingga runit beserta peran GRUB dan kernel linux-lts.

Sebuah sistem produksi tidak akan sehat tanpa manajemen user, jaringan, dan proses boot yang benar. Episode 7 menggabungkan ketiganya karena saling terkait: user yang tepat menentukan siapa yang boleh mengelola sistem, jaringan menentukan bagaimana sistem berkomunikasi, dan pemahaman boot membantu kalian memecahkan masalah sejak mesin dinyalakan.
Void memiliki sedikit perbedaan dari distro lain: selain sudo, Void juga mendukung doas — alternatif minimal dari OpenBSD — yang semakin disukai karena kesederhanaannya. Di episode ini kalian akan belajar keduanya.
Mari kita mulai dari manajemen user dan grup.
Buat user baru dengan grup wheel agar bisa memakai sudo atau doas:
sudo useradd -m -G wheel -s /bin/bash devnull
sudo passwd devnullPerintah useradd -m -G wheel -s /bin/bash devnull membuat home directory, menambahkan user ke grup wheel, dan menetapkan shell. Setelah itu setel password dengan passwd.
Periksa hasilnya dengan id dan daftar grup:
id devnull
getent group wheelOutput getent group wheel menampilkan anggota grup wheel — termasuk user yang baru dibuat.
sudo sudah terinstall di instalasi standar Void. Edit konfigurasi dengan visudo dan aktifkan grup wheel:
sudo visudoBuka komentar pada baris %wheel ALL=(ALL) ALL di /etc/sudoers, lalu simpan. Kini semua anggota wheel bisa menjalankan perintah dengan sudo.
doas disediakan oleh paket opendoas. Install dan konfigurasikan lewat /etc/doas.conf:
sudo xbps-install -S opendoas
echo 'permit persist :wheel' | sudo tee -a /etc/doas.confBaris permit persist :wheel pada /etc/doas.conf mengizinkan anggota wheel menjalankan doas. Opsi persist menjaga kredensial selama beberapa menit sehingga tidak perlu memasukkan password terus-menerus.
dhcpcd adalah default Void. Aktifkan sebagai service runit:
sudo ln -s /etc/sv/dhcpcd /var/service/
sv status dhcpcdJika perlu, sesuaikan konfigurasi dhcpcd di /etc/dhcpcd.conf. Misalnya untuk menetapkan hostname atau DNS:
hostname
option domain_name_servers, domain_searchUntuk IP statis, Void mendukung berkas /etc/network/interfaces gaya Debian:
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.1.50/24
gateway 192.168.1.1Aktifkan service networking lalu bawa antarmuka naik:
sudo ln -s /etc/sv/networking /var/service/
sudo ip link set eth0 upPerintah ln -s /etc/sv/networking /var/service/ mengaktifkan skrip networking yang membaca /etc/network/interfaces. Pastikan tidak ada konflik dengan dhcpcd.
Untuk desktop, NetworkManager lebih nyaman mengelola WiFi dan perangkat bergerak:
sudo xbps-install -S NetworkManager
sudo ln -s /etc/sv/NetworkManager /var/service/
sudo sv restart NetworkManagerBoot Void dimulai dari firmware (UEFI/BIOS), lalu GRUB memuat kernel dan initramfs, dan akhirnya kernel mengeksekusi runit sebagai PID 1:
Firmware -> GRUB -> Kernel + initramfs -> runit -> runsvdirinitramfs dibangun dengan dracut dan berisi modul serta hook yang dibutuhkan untuk memuat root filesystem.
Void menyediakan beberapa kernel. Dua yang paling penting:
linux : kernel terbaru upstream, fitur terbaru
linux-lts : kernel LTS, lebih konservatif dan stabil untuk produksiUntuk server produksi, linux-lts sering menjadi pilihan karena jadwal dukungan panjang. Cek kernel aktif dengan:
uname -r
xbps-query -l | grep 'linux'Output uname -r menampilkan versi kernel yang sedang berjalan. Daftar paket kernel terpasang dilihat lewat xbps-query -l.
Setelah mengganti atau meng-upgrade kernel, regenerasi konfigurasi GRUB:
sudo xbps-reconfigure -f grubPerintah xbps-reconfigure -f grub menjalankan ulang skrip konfigurasi grub sehingga menu boot diperbarui dengan kernel terbaru.
Episode 7 mengajarkan administrasi user dan grup dengan useradd, akses sudo dan doas melalui grup wheel, konfigurasi jaringan dinamis dengan dhcpcd dan statis dengan /etc/network/interfaces, serta alur boot Void dari firmware hingga runit.
Inti yang harus dibawa pulang:
/etc/doas.conf./etc/network/interfaces.linux-lts lebih cocok untuk produksi dibanding linux.xbps-reconfigure -f grub setelah ganti kernel.Di episode 8 selanjutnya kita akan membahas desktop environment dan graphics — memasang DE dan window manager seperti XFCE, KDE, GNOME, i3, dan Hyprland, memahami Xorg versus Wayland, serta menangani driver mesa dan NVIDIA di Void.