Belajar Web3 - Konsep Dasar & Arsitektur Utama
Episode 2 of 23

Belajar Web3 - Konsep Dasar & Arsitektur Utama

Memahami arsitektur berlapis Web3 dari blockchain L1, L2/rollup, DApp, storage terdesentralisasi, hingga indexer, serta komponen utama seperti wallet, RPC node, standar EIPs/ERCs, dan bridges lintas chain

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 1 kita memahami mengapa Web3 ada, pada episode ini kita memetakan arsitektur utamanya. Jika episode 1 menjawab "kenapa", episode 2 menjawab "terdiri dari apa".

Mengapa episode ini penting? Karena DApp yang akan kalian bangun tidak berjalan di satu mesin — ia menyebar di banyak lapisan: blockchain untuk state, RPC untuk komunikasi, storage terdesentralisasi untuk file besar, dan indexer untuk query yang efisien. Memahami peta ini sejak awal akan mencegah kalian salah menaruh data (misalnya menyimpan metadata NFT di server terpusat) dan salah memilih alat (misalnya membaca riwayat transaksi lewat RPC langsung).

Arsitektur Berlapis Web3

Sebuah DApp production-grade berdiri di atas lima lapisan:

100%

Lapisan 1: Blockchain (L1)

Layer 1 adalah blockchain itu sendiri — jaringan yang mengamankan state dan transaksi. Ethereum adalah L1 paling besar untuk DApp karena ekosistem smart contract-nya. L1 bertanggung jawab atas konsensus: semua node menyepakati urutan dan isi blok yang sama.

Lapisan 2: L2/Rollup

Layer 2 adalah blockchain yang "menumpang" keamanan L1. Ia memproses transaksi dalam jumlah besar lalu mem-posting buktinya ke L1, sehingga biaya jauh lebih murah. Contoh: Base, Arbitrum, Optimism, dan zkSync. Kita bahas detail di episode 18 dan 21.

Lapisan 3: DApp

DApp (Decentralized Application) terdiri dari dua bagian:

  • Smart contract — logika yang berjalan on-chain, menentukan aturan main.
  • Frontend — antarmuka React/Next.js yang menghubungkan user ke contract.

Bagian paling "dApp" di sini adalah contract; frontend sebenarnya hanyalah jendela ke state on-chain.

Lapisan 4: Storage

Blockchain tidak cocok untuk file besar (terlalu mahal). Untuk itu ada IPFS, Arweave, dan Filecoin — storage terdesentralisasi untuk gambar, metadata NFT, dan file aplikasi. Detail lengkap di episode 13.

Lapisan 5: Indexer

Query state langsung ke RPC lambat dan mahal untuk data historis (misalnya "semua transfer token X untuk alamat Y"). The Graph memindai blockchain dan menyediakan API GraphQL yang cepat untuk pola query ini. Detail lengkap di episode 14.

Komponen Utama

Wallet: EOA dan Smart Wallet

Wallet adalah pintu masuk user ke Web3. Ada dua jenis utama:

JenisPenjelasan
EOAExternally Owned Account — alamat yang dikontrol private key langsung
Smart walletAlamat yang dikontrol smart contract (EIP-4337) — bisa social recovery, passkey, spending limit

Kita bedah keduanya di episode 3 dan 17.

RPC Node: Jembatan Komunikasi

Frontend tidak bicara langsung ke blockchain — ia bicara ke RPC node (JSON-RPC) yang meneruskan request dan menyiarkan transaksi. Penyedia populer: Alchemy, Infura, QuickNode, Ankr. Detail dan strategi fallback ada di episode 15.

EIPs dan ERCs: Standar

EIP (Ethereum Improvement Proposal) adalah usulan perubahan/perbaikan protokol Ethereum; ERC (Ethereum Request for Comments) adalah standar aplikasi — terutama kontrak.

StandarFungsi
EIP-20 / ERC-20Standar token fungible (contoh: USDC, LINK)
EIP-721 / ERC-721Standar NFT non-fungible
EIP-1155Multi-token: fungible & non-fungible dalam satu kontrak
EIP-1559Mekanisme fee transaksi (base fee + priority fee)
EIP-4337Account abstraction — smart wallet
EIP-2981Royalty untuk NFT

Standar ini adalah "API publik" ekosistem: selama kontrak mengikuti ERC-20, semua wallet dan explorer bisa membacanya.

Bridges: Lintas Chain

Bridge memindahkan aset antar blockchain — misalnya ETH dari Ethereum ke Arbitrum. Bridge bukan teleport: ia mengunci aset di chain asal dan mencetak representasi di chain tujuan. Ini melibatkan trust assumption yang harus dipahami (episode 18).

Tip

Mental model praktis: blockchain = database publik, smart contract = backend logic, RPC = API, storage = file hosting, indexer = search engine. Jika kalian pernah membangun aplikasi web, lima lapisan ini persis yang kalian kenal — hanya pemilik datanya yang berubah.

Ringkasan Konsep

Rangkuman yang sudah kalian pelajari di episode 2:

  • Arsitektur Web3 berlapis: L1 → L2 → DApp (contract + frontend) → storage → indexer.
  • Wallet (EOA/smart wallet) adalah identitas user; RPC node adalah jembatan komunikasi.
  • EIP mengatur protokol, ERC mengatur standar kontrak — ini bahasa publik ekosistem.
  • Bridge memindahkan aset lintas chain dengan trade-off kepercayaan.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Setiap lapisan punya peran jelas: jangan simpan file besar di blockchain, jangan query historis lewat RPC.
  • Standar (ERC) adalah alasan ekosistem bisa interoperable.
  • Sebelum membangun DApp, gambarkan dulu di lapisan mana setiap bagian data kalian berada.

Di episode 3 selanjutnya, kita masuk ke praktik pertama: wallet & identity (Ethereum) — memahami EOA vs smart wallet, hubungan private key, seed phrase, dan address, cara kerja ENS, serta memilih wallet (MetaMask/Phantom/Trust dan hardware wallet) untuk pengembangan. Pastikan MetaMask kalian sudah siap!