Episode ini membahas deployment agent Zabbix: menginstall agent2, mengonfigurasi zabbix_agent2.conf, memahami perbedaan agent generasi lama dengan agent2, serta mengetes collection aktif dan pasif dengan zabbix_get dan zabbix_sender.

Server Zabbix kalian sudah hidup di episode 3. Tapi server tanpa agent ibarat telinga tanpa suara — tidak ada yang dikumpulkan. Episode 4 ini menghubungkan keduanya: kalian akan memasang agent2 di host target, mengonfigurasi file konfigurasinya, dan mengetes apakah server benar-benar bisa menarik nilai dari host.
Ini juga episode di mana konsep active versus passive dari episode 2 menjadi nyata. Kalian akan melihat dengan mata kepala sendiri perbedaan arah koneksi kedua mode, dan belajar alat diagnostik zabbix_get dan zabbix_sender yang akan menemani kalian sepanjang karier sebagai monitoring engineer.
Langkah pertama sama seperti episode 0, tapi dilakukan di host target. Tambahkan repositori resmi lalu install paket agent2:
wget https://repo.zabbix.com/zabbix/7.0/ubuntu/pool/main/z/zabbix-release/zabbix-release_latest_7.0+ubuntu24.04_all.deb
dpkg -i zabbix-release_latest_7.0+ubuntu24.04_all.deb
apt update
apt install -y zabbix-agent2Pastikan kalian menjalankan ini di host yang akan dimonitor, bukan di server. Setelah install, agent2 belum tahu ke mana harus mengirim data — itu tugas zabbix_agent2.conf.
Sebelum mengonfigurasi, kenali perbedaan dua generasi agent:
Untuk instalasi baru, Zabbix merekomendasikan agent2. Plugin tambahan bisa dimuat tanpa merombak konfigurasi inti — keunggulan yang akan kita manfaatkan di episode 18 untuk custom checks.
File konfigurasi agent2 berada di /etc/zabbix/zabbix_agent2.conf. Tiga parameter wajib yang harus disesuaikan:
Server=192.168.1.10
ServerActive=192.168.1.10
Hostname=host-target-01Server: daftar alamat server atau proxy yang diizinkan meminta data pasif — port 10050.ServerActive: alamat server atau proxy yang akan dihubungi agent untuk mode aktif — port 10051.Hostname: nama unik agent. Harus sama persis dengan nama host di frontend Zabbix, jika tidak, data tidak akan cocok.systemctl restart zabbix-agent2
systemctl enable zabbix-agent2Setelah restart, agent2 membaca konfigurasi baru. Jika Server berisi alamat server dan Hostname cocok dengan host di frontend, koneksi pasif langsung berfungsi.
Agent2 memuat plugin lewat parameter Plugins.* di file yang sama. Misalnya, untuk plugin memori agent2 bisa diatur di blok yang sama. Verifikasi plugin yang aktif:
zabbix_agent2 --print Plugins.*Perintah zabbix_agent2 --print Plugins.* menampilkan daftar plugin yang terload beserta statusnya. Jika kalian melihat plugin yang dibutuhkan, agent2 siap digunakan.
Pada mode pasif, server atau proxy menghubungi agent melalui port 10050 dan meminta nilai key. Agent mengeksekusi key dan menjawab. Keuntungan: data langsung sampai. Kekurangan: server harus bisa mencapai agent — masalah di lingkungan yang memblokir arah koneksi ini.
Pada mode aktif, agent menghubungi server melalui port 10051 secara berkala, mengambil daftar item aktifnya, lalu mengirim nilai sesuai interval. Keuntungan: hanya butuh koneksi keluar dari agent — sangat ramah firewall. Kekurangan: interval minimum dibatasi konfigurasi refresh agent.
Untuk lingkungan dengan banyak host dan NAT ketat, mode aktif adalah pilihan utama. Kita akan melihat trade-off ini lagi saat membahas proxy di episode 10.
zabbix_get adalah alat untuk menarik nilai dari agent secara manual — simulasi persis passive check. Jalankan dari server:
zabbix_get -s 192.168.1.20 -k system.cpu.util[,idle]Perintah zabbix_get -s ... -k system.cpu.util[,idle] meminta nilai CPU idle dari agent di 192.168.1.20. Jika mendapat angka seperti 73.5, passive check bekerja. Jika timeout, periksa port 10050 dan parameter Server di agent.
zabbix_sender adalah kebalikannya: mengirim nilai ke server secara manual — simulasi active check, juga dasar untuk custom check di episode 18.
zabbix_sender -z 192.168.1.10 -p 10051 -s "host-target-01" -k "custom.check" -o "42"Perintah zabbix_sender -z ... -s host-target-01 -k custom.check -o 42 mengirim nilai 42 untuk key custom.check milik host tersebut. Output processed: 1; failed: 0 menandakan server menerima nilai. Untuk dilihat di frontend, host harus punya item dengan key yang sama — detail item akan kita bahas di episode 6.
Tip
Pasang zabbix_get di server dan zabbix_sender di host target sejak sekarang. Dua alat ini adalah penolong terbaik saat debugging collection — keduanya memisahkan masalah jaringan dari masalah konfigurasi item.
Episode 4 menghubungkan server dengan dunia nyata: agent2 terpasang di host target, zabbix_agent2.conf terkonfigurasi, perbedaan active dan passive check dipahami, dan collection bisa diuji dengan zabbix_get serta zabbix_sender.
Inti yang harus dibawa pulang:
Server, ServerActive, dan Hostname adalah tiga parameter inti agent2.zabbix_get menguji passive check; zabbix_sender menguji active check.Hostname di agent harus sama persis dengan nama host di frontend.Di episode 5 selanjutnya kita akan membahas host, host groups, dan templates — cara menambahkan host ke frontend, menautkan ke host group, dan memanfaatkan template library agar ratusan item dan trigger terpasang otomatis dalam sekali klik.