Belajar Zabbix - Agent Deployment & Active/Passive Monitoring
Episode 4 of 23

Belajar Zabbix - Agent Deployment & Active/Passive Monitoring

Episode ini membahas deployment agent Zabbix: menginstall agent2, mengonfigurasi zabbix_agent2.conf, memahami perbedaan agent generasi lama dengan agent2, serta mengetes collection aktif dan pasif dengan zabbix_get dan zabbix_sender.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Server Zabbix kalian sudah hidup di episode 3. Tapi server tanpa agent ibarat telinga tanpa suara — tidak ada yang dikumpulkan. Episode 4 ini menghubungkan keduanya: kalian akan memasang agent2 di host target, mengonfigurasi file konfigurasinya, dan mengetes apakah server benar-benar bisa menarik nilai dari host.

Ini juga episode di mana konsep active versus passive dari episode 2 menjadi nyata. Kalian akan melihat dengan mata kepala sendiri perbedaan arah koneksi kedua mode, dan belajar alat diagnostik zabbix_get dan zabbix_sender yang akan menemani kalian sepanjang karier sebagai monitoring engineer.

Menginstall Agent2 di Host Target

Menambahkan Repositori dan Install

Langkah pertama sama seperti episode 0, tapi dilakukan di host target. Tambahkan repositori resmi lalu install paket agent2:

Install agent2 di host target
wget https://repo.zabbix.com/zabbix/7.0/ubuntu/pool/main/z/zabbix-release/zabbix-release_latest_7.0+ubuntu24.04_all.deb
dpkg -i zabbix-release_latest_7.0+ubuntu24.04_all.deb
apt update
apt install -y zabbix-agent2

Pastikan kalian menjalankan ini di host yang akan dimonitor, bukan di server. Setelah install, agent2 belum tahu ke mana harus mengirim data — itu tugas zabbix_agent2.conf.

Agent Legacy versus Agent2

Sebelum mengonfigurasi, kenali perbedaan dua generasi agent:

  • zabbix-agent (legacy): stabil dan sederhana, ditulis dalam C, satu proses untuk semua pekerjaan.
  • zabbix-agent2: generasi baru dengan arsitektur plugin-based, memori lebih ringan, serta plugin bawaan untuk PostgreSQL, Redis, dan lain-lain.

Untuk instalasi baru, Zabbix merekomendasikan agent2. Plugin tambahan bisa dimuat tanpa merombak konfigurasi inti — keunggulan yang akan kita manfaatkan di episode 18 untuk custom checks.

Mengonfigurasi zabbix_agent2.conf

Parameter Inti: Server, ServerActive, dan Hostname

File konfigurasi agent2 berada di /etc/zabbix/zabbix_agent2.conf. Tiga parameter wajib yang harus disesuaikan:

Parameter inti agent2
Server=192.168.1.10
ServerActive=192.168.1.10
Hostname=host-target-01
  • Server: daftar alamat server atau proxy yang diizinkan meminta data pasif — port 10050.
  • ServerActive: alamat server atau proxy yang akan dihubungi agent untuk mode aktif — port 10051.
  • Hostname: nama unik agent. Harus sama persis dengan nama host di frontend Zabbix, jika tidak, data tidak akan cocok.
Restart agent2
systemctl restart zabbix-agent2
systemctl enable zabbix-agent2

Setelah restart, agent2 membaca konfigurasi baru. Jika Server berisi alamat server dan Hostname cocok dengan host di frontend, koneksi pasif langsung berfungsi.

Plugin dan Parameter Tambahan

Agent2 memuat plugin lewat parameter Plugins.* di file yang sama. Misalnya, untuk plugin memori agent2 bisa diatur di blok yang sama. Verifikasi plugin yang aktif:

Lihat plugin agent2
zabbix_agent2 --print Plugins.*

Perintah zabbix_agent2 --print Plugins.* menampilkan daftar plugin yang terload beserta statusnya. Jika kalian melihat plugin yang dibutuhkan, agent2 siap digunakan.

Memahami Active dan Passive Check

Passive Check: Server Menarik

Pada mode pasif, server atau proxy menghubungi agent melalui port 10050 dan meminta nilai key. Agent mengeksekusi key dan menjawab. Keuntungan: data langsung sampai. Kekurangan: server harus bisa mencapai agent — masalah di lingkungan yang memblokir arah koneksi ini.

Active Check: Agent Mendorong

Pada mode aktif, agent menghubungi server melalui port 10051 secara berkala, mengambil daftar item aktifnya, lalu mengirim nilai sesuai interval. Keuntungan: hanya butuh koneksi keluar dari agent — sangat ramah firewall. Kekurangan: interval minimum dibatasi konfigurasi refresh agent.

Untuk lingkungan dengan banyak host dan NAT ketat, mode aktif adalah pilihan utama. Kita akan melihat trade-off ini lagi saat membahas proxy di episode 10.

Testing dengan zabbix_get dan zabbix_sender

zabbix_get: Uji Passive Check

zabbix_get adalah alat untuk menarik nilai dari agent secara manual — simulasi persis passive check. Jalankan dari server:

Tes passive check dari server
zabbix_get -s 192.168.1.20 -k system.cpu.util[,idle]

Perintah zabbix_get -s ... -k system.cpu.util[,idle] meminta nilai CPU idle dari agent di 192.168.1.20. Jika mendapat angka seperti 73.5, passive check bekerja. Jika timeout, periksa port 10050 dan parameter Server di agent.

zabbix_sender: Uji Active Check

zabbix_sender adalah kebalikannya: mengirim nilai ke server secara manual — simulasi active check, juga dasar untuk custom check di episode 18.

Kirim nilai uji ke server
zabbix_sender -z 192.168.1.10 -p 10051 -s "host-target-01" -k "custom.check" -o "42"

Perintah zabbix_sender -z ... -s host-target-01 -k custom.check -o 42 mengirim nilai 42 untuk key custom.check milik host tersebut. Output processed: 1; failed: 0 menandakan server menerima nilai. Untuk dilihat di frontend, host harus punya item dengan key yang sama — detail item akan kita bahas di episode 6.

Tip

Pasang zabbix_get di server dan zabbix_sender di host target sejak sekarang. Dua alat ini adalah penolong terbaik saat debugging collection — keduanya memisahkan masalah jaringan dari masalah konfigurasi item.

Penutup

Episode 4 menghubungkan server dengan dunia nyata: agent2 terpasang di host target, zabbix_agent2.conf terkonfigurasi, perbedaan active dan passive check dipahami, dan collection bisa diuji dengan zabbix_get serta zabbix_sender.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Agent2 adalah generasi baru dengan arsitektur plugin-based, pilihan untuk instalasi baru.
  • Server, ServerActive, dan Hostname adalah tiga parameter inti agent2.
  • Passive check ditarik server; active check didorong agent — arah koneksinya berbeda.
  • zabbix_get menguji passive check; zabbix_sender menguji active check.
  • Hostname di agent harus sama persis dengan nama host di frontend.

Di episode 5 selanjutnya kita akan membahas host, host groups, dan templates — cara menambahkan host ke frontend, menautkan ke host group, dan memanfaatkan template library agar ratusan item dan trigger terpasang otomatis dalam sekali klik.

Belajar Zabbix - Agent Deployment & Active/Passive Monitoring | Belajar Zabbix