Episode ini membahas manajemen host di Zabbix: menambahkan host target, menautkan host group untuk organisasi dan permission, serta memanfaatkan template library agar ratusan item dan trigger terpasang otomatis. Kalian juga mengenal HostMetadata untuk auto-registration.

Episode 4 membuktikan bahwa agent bisa mengirim data. Tapi di sisi frontend, data itu belum punya "rumah" — karena host target belum didaftarkan di Zabbix. Episode 5 ini menjembatani dua dunia: kalian akan menambahkan host di frontend, menata mereka ke dalam host group, dan yang paling penting — menautkan template agar lusinan item dan trigger terpasang tanpa kerja manual.
Jika episode 4 adalah cara menghubungkan jaringan, episode 5 adalah cara menata konfigurasi. Pola pikir yang kalian bangun di sini — template-first, organisasi yang rapi, nama yang konsisten — akan menentukan betapa mudahnya Zabbix kalian dikelola pada skala ratusan host.
Host ditambahkan lewat menu Configuration → Hosts → Create host. Ada tiga bagian yang wajib diisi:
Hostname di agent.Host name: host-target-01
Groups: Linux servers
Agent interface: 192.168.1.20 : 10050Setelah host dibuat dan template ditautkan, tunggu beberapa interval sampai data masuk. Cek menu Monitoring → Latest data dengan filter nama host untuk memastikan nilai mulai terkumpul.
Satu aturan emas: nama host di frontend harus identik dengan Hostname di agent. Jika berbeda, data active check tidak akan cocok dan host tampak "No data" meski agent sehat. Untuk passive check, ketidakcocokan ini tidak muncul karena server menanyai berdasarkan alamat — tapi tetap jaga konsistensi untuk menghindari kebingungan.
Host group adalah cara mengorganisasi host — misalnya Linux servers, Database servers, Web servers, atau Network devices. Host group bukan hanya kosmetik: ini dasar untuk permission RBAC dan pemfilteran di dashboard serta laporan.
curl -s -X POST http://localhost/api_jsonrpc.php \
-H "Content-Type: application/json" \
-d '{"jsonrpc":"2.0","method":"hostgroup.create","params":{"name":"Linux servers"},"id":1,"auth":"<token>"}'Perintah curl -s -X POST http://localhost/api_jsonrpc.php memanggil API Zabbix — kita akan membedah autentikasi dan automation API secara penuh di episode 14. Untuk sekarang, cukup pahami bahwa host group adalah objek terprogram, bukan sekadar label.
Desain host group dengan hirarki yang jelas. Contoh pola yang banyak dipakai tim produksi:
Linux/ProductionLinux/DevelopmentNetwork/EdgeCloud/AWSDengan pola ini, permission per host group menjadi mudah diatur: tim development hanya melihat grup miliknya, dan laporan bisa difilter per lingkungan tanpa menyentuh data lain.
Template adalah kumpulan item, trigger, graph, dan action yang didefinisikan sekali lalu dilampirkan ke banyak host. Alih-alih membuat 40 item CPU, memory, disk, dan network untuk tiap host secara manual, kalian menautkan satu template Linux dan semuanya terpasang.
Setiap host bisa menautkan banyak template. Jika dua template menghasilkan item dengan key yang sama, yang ditautkan lebih akhir akan menang. Ini penting saat kalian membuat template custom di episode 18.
Zabbix menyediakan template library resmi yang sangat luas — dari Linux by Zabbix agent active dan Linux by Zabbix agent untuk sistem operasi, hingga template untuk PostgreSQL, Nginx, Docker, dan Kubernetes. Template ini adalah titik awal terbaik karena sudah mencakup item, trigger, dan graph yang matang.
curl -s -X POST http://localhost/api_jsonrpc.php \
-H "Content-Type: application/json" \
-d '{"jsonrpc":"2.0","method":"template.get","params":{"output":["host"]},"id":1,"auth":"<token>"}'Perintah template.get mengembalikan daftar template yang ada di server. Pilih template yang sesuai, lampirkan ke host, dan biarkan Zabbix melakukan sisanya.
Saat kebutuhan melebihi library resmi, buat template sendiri: duplikasi template bawaan, tambahkan item dan trigger custom, lalu uji di satu host sebelum menyebar ke banyak. Kita akan membangun custom template dan plugin agent2 secara mendalam di episode 18.
Tip
Selalu utamakan template resmi sebelum membuat sendiri. Template resmi dirawat oleh tim Zabbix, diperbarui di setiap rilis, dan sudah melewati pengujian di berbagai versi sistem operasi.
Untuk skala besar, menambahkan host satu per satu tidak efisien. Solusinya: konfigurasi HostMetadata di agent, lalu biarkan server mendaftarkan host secara otomatis lewat auto-registration.
ServerActive=192.168.1.10
HostMetadata=system.uname:Linux
HostMetadataItem=system.unameParameter HostMetadataItem=system.uname membuat agent mengambil nilai dari item system — misalnya nama kernel — dan mengirimkannya sebagai metadata saat auto-registration. Server lalu memakai metadata ini untuk memutuskan template mana yang ditautkan. Mekanisme lengkap auto-registration dan discovery akan kita bahas di episode 11.
Saat agent aktif pertama kali menghubungi server, server menerima hostname dan metadata, mencocokkannya dengan kondisi action auto-registration, lalu otomatis: membuat host, menautkan host group, dan melampirkan template. Tanpa menyentuh frontend, host baru langsung terkonfigurasi penuh.
Episode 5 menata sisi konfigurasi: host ditambahkan di frontend dengan nama yang konsisten, host group menyediakan organisasi dan permission, template memangkas kerja manual puluhan item, dan HostMetadata membuka jalan menuju provisioning otomatis.
Inti yang harus dibawa pulang:
Hostname di agent.HostMetadata dan auto-registration memangkas provisioning host baru.Di episode 6 selanjutnya kita akan membahas items, data collection, dan preprocessing — jenis-jenis item dari agent hingga SNMP dan HTTP, pemahaman keys, serta preprocessing untuk menormalkan data mentah dengan JavaScript, JSONPath, dan multiplier.