Mempelajari dasar konfigurasi DNS yang mencakup pemahaman tentang struktur Zone, serta berbagai tipe Record seperti SOA, NS, dan A Record.

Di episode kesepuluh dari seri Belajar OSI Model ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai tahapan konfigurasi pada DNS (Domain Name System). Saat melakukan konfigurasi DNS, Anda akan selalu berhadapan dengan dua elemen utama: Zone dan Record.
google.com).Ada beberapa tipe DNS Record yang umum dikonfigurasi dalam sebuah Zone, di antaranya:
Ini adalah record utama dan biasanya ditempatkan sebagai record pertama dalam suatu Zone. SOA menyimpan informasi penting mengenai manajemen DNS tersebut, seperti Name Server utama, alamat email kontak administrator, dan Serial Number. Serial Number ini sangat penting; setiap kali ada perubahan pada DNS (penambahan/penghapusan record), angka ini harus dinaikkan (increment) agar perubahan tersebut disebarluaskan ke server DNS lainnya di internet.
Record ini merujuk pada server otoritatif mana yang mengelola subdomain atau DNS Zone tersebut (contoh: ns1.google.com). Umumnya, sebuah domain memiliki lebih dari satu NS record untuk tujuan Load Balancing (pembagian beban lalu lintas) dan High Availability (memastikan sistem tetap berjalan meski salah satu server mati).
Ini adalah record yang paling umum, berfungsi untuk menyimpan informasi yang mengubah (memetakan) sebuah nama domain atau subdomain menjadi alamat IPv4. Sama seperti NS, Anda dapat mendaftarkan beberapa A Record untuk satu domain demi kebutuhan Load Balancing.
Catatan: Terdapat juga beberapa tipe record lain seperti AAAA (untuk memetakan IPv6), CNAME (Canonical Name untuk kebutuhan redirect/alias), PTR (Pointer untuk Reverse DNS/mencari nama domain dari sebuah IP), dan MX (Mail Exchange untuk pengaturan jalur email).
Di sistem operasi Linux, kita bisa menggunakan tool dig untuk melakukan query DNS secara spesifik berdasarkan tipe record-nya dengan menambahkan opsi -t.
dig -t soa google.comdig -t ns google.comdig -t a google.comBerikut adalah panduan waktu untuk mempermudah Anda mempelajari poin-poin di dalam video:
dig di terminal.dig di terminal.dig di terminal.Tonton video selengkapnya di atas untuk melihat demonstrasi langsung menggunakan command line di Linux!