Series/OSI Model/Episode 10
Episode 10 of 19

BELAJAR OSI MODEL - [EPISODE 10 - KONFIGURASI DNS]

Mempelajari dasar konfigurasi DNS yang mencakup pemahaman tentang struktur Zone, serta berbagai tipe Record seperti SOA, NS, dan A Record.

Architek ID
Architek IDMarch 9, 2026
0 views
2 min read

Di episode kesepuluh dari seri Belajar OSI Model ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai tahapan konfigurasi pada DNS (Domain Name System). Saat melakukan konfigurasi DNS, Anda akan selalu berhadapan dengan dua elemen utama: Zone dan Record.

Perbedaan Zone dan Record

  • Zone: Adalah bagian dari struktur DNS yang dikelola oleh satu otoritas (Authoritative DNS Server). Sebuah Zone berisi sekumpulan domain dan subdomain beserta seluruh record yang ada di dalamnya (contoh: keseluruhan area manajemen untuk domain google.com).
  • Record: Adalah entitas data spesifik yang berada di dalam sebuah Zone. Record berfungsi untuk memberikan informasi atau instruksi spesifik mengenai suatu nama domain ke alamat tertentu.

Tipe-Tipe DNS Record

Ada beberapa tipe DNS Record yang umum dikonfigurasi dalam sebuah Zone, di antaranya:

1. SOA (Start of Authority)

Ini adalah record utama dan biasanya ditempatkan sebagai record pertama dalam suatu Zone. SOA menyimpan informasi penting mengenai manajemen DNS tersebut, seperti Name Server utama, alamat email kontak administrator, dan Serial Number. Serial Number ini sangat penting; setiap kali ada perubahan pada DNS (penambahan/penghapusan record), angka ini harus dinaikkan (increment) agar perubahan tersebut disebarluaskan ke server DNS lainnya di internet.

2. NS (Name Server)

Record ini merujuk pada server otoritatif mana yang mengelola subdomain atau DNS Zone tersebut (contoh: ns1.google.com). Umumnya, sebuah domain memiliki lebih dari satu NS record untuk tujuan Load Balancing (pembagian beban lalu lintas) dan High Availability (memastikan sistem tetap berjalan meski salah satu server mati).

3. A Record (Address Record / Single A)

Ini adalah record yang paling umum, berfungsi untuk menyimpan informasi yang mengubah (memetakan) sebuah nama domain atau subdomain menjadi alamat IPv4. Sama seperti NS, Anda dapat mendaftarkan beberapa A Record untuk satu domain demi kebutuhan Load Balancing.

Catatan: Terdapat juga beberapa tipe record lain seperti AAAA (untuk memetakan IPv6), CNAME (Canonical Name untuk kebutuhan redirect/alias), PTR (Pointer untuk Reverse DNS/mencari nama domain dari sebuah IP), dan MX (Mail Exchange untuk pengaturan jalur email).

Praktik DNS Query Menggunakan Terminal

Di sistem operasi Linux, kita bisa menggunakan tool dig untuk melakukan query DNS secara spesifik berdasarkan tipe record-nya dengan menambahkan opsi -t.

  • Mengecek SOA Record: Jalankan perintah dig -t soa google.com
  • Mengecek NS Record: Jalankan perintah dig -t ns google.com
  • Mengecek A Record: Jalankan perintah dig -t a google.com

⏱️ Navigasi Video (Timestamps)

Berikut adalah panduan waktu untuk mempermudah Anda mempelajari poin-poin di dalam video:

  • [00:00:01] Pengenalan Konfigurasi DNS: Zone dan Record.
  • [00:00:28] Penjelasan singkat berbagai tipe DNS Record (SOA, NS, A, CNAME, PTR, MX).
  • [00:02:35] Pembahasan mendetail tentang SOA (Start of Authority) Record dan komponennya seperti Serial Number.
  • [00:05:11] Praktik eksekusi query tipe SOA menggunakan perintah dig di terminal.
  • [00:06:05] Pembahasan mendetail tentang NS (Name Server) Record dan konsep High Availability.
  • [00:07:44] Praktik eksekusi query tipe NS menggunakan perintah dig di terminal.
  • [00:08:16] Pembahasan mendetail tentang A Record (Single A) untuk pemetaan ke IPv4.
  • [00:09:36] Praktik eksekusi query tipe A menggunakan perintah dig di terminal.

Tonton video selengkapnya di atas untuk melihat demonstrasi langsung menggunakan command line di Linux!