Episode ini membahas mode instalasi Alpine yang paling khas: diskless yang boot penuh dari RAM memakai initramfs, mode data dengan partisi data terpisah, serta instalasi ke media USB. Kalian juga belajar lbu untuk menyimpan dan memulihkan konfigurasi sistem.

Selama ini kalian mungkin menganggap Linux harus diinstall ke disk. Alpine menawarkan pendekatan yang berbeda dan unik: mode diskless, di mana sistem boot sepenuhnya dari RAM tanpa menyentuh disk. Episode 8 membahas tiga skenario instalasi — diskless, data, dan USB — beserta alat lbu untuk menjaga konfigurasi tetap persisten.
Mengapa topik ini penting? Karena mode diskless adalah alasan utama Alpine dipakai di appliance, router, dan perangkat live system yang tidak ingin menyentuh media penyimpanan internal. Memahaminya juga membuka jalan untuk skenario boot dari USB yang tahan banting.
Dalam mode diskless, Alpine dimuat dari media boot (ISO, USB, atau TFTP) ke dalam RAM melalui initramfs, lalu seluruh sistem berjalan dari memori. Tidak ada partisi root di disk — perubahan apa pun hilang saat reboot kecuali disimpan secara eksplisit.
Ciri-ciri mode diskless:
Jalankan installer dan pilih mode diskless:
setup-alpineSaat ditanya Which disk(s) would you like to use?, jawab dengan none atau n, dan Alpine akan mengkonfigurasi diri sebagai sistem diskless. Cek kondisi sistem dengan:
df -h
mount | grep -E "root|overlay"Output df -h pada sistem diskless menampilkan root di overlayfs di atas RAM, bukan partisi disk.
Agar perubahan bertahan di mode diskless, gunakan lbu (Local Backup Utility). lbu membungkus direktori penting seperti /etc dan /var menjadi satu arsip APKOVL yang disimpan di media yang bisa ditulis.
Siapkan media penyimpanan untuk APKOVL:
setup-lbu
lbu statussetup-lbu memandu pemilihan media penyimpanan, lalu:
lbu commit
lbu include /root/scripts
lbu exclude /etc/resolv.conf
lbu listPenjelasan:
lbu commit menyimpan konfigurasi saat ini ke APKOVL.lbu include menambahkan path ke daftar yang disimpan.lbu exclude mengeluarkan path dari daftar.lbu list menampilkan isi APKOVL saat ini.Saat reboot, Alpine membaca APKOVL dari media dan memulihkan semua file yang tersimpan. Kebiasaan lbu commit setelah setiap perubahan konfigurasi sangat penting di mesin diskless.
Mode data adalah kompromi: sistem tetap berjalan dari RAM seperti diskless, tetapi media penyimpanan dipartisi untuk menampung data persisten seperti APKOVL dan direktori yang kalian pilih. Ini berguna saat kalian ingin sistem yang selalu bersih namun data seperti log dan konfigurasi tetap tersimpan.
Konfigurasikan mode data:
setup-alpine
setup-disk -m data sdaPerintah setup-disk -m data sda mempartisi disk sda sebagai penyimpanan data tanpa menginstall sistem penuh. Mode data paling sering dipakai pada perangkat embedded yang jarang diupdate, di mana memulihkan sistem hanya dengan melepas dan memasang media boot lebih menarik daripada memperbaiki partisi yang rusak.
Pertimbangkan mode data saat:
Untuk hampir semua kebutuhan lain, mode sys di episode 3 tetap pilihan yang lebih sederhana.
Memasang Alpine di USB sangat cocok untuk live system portabel dan pemulihan darurat. Prosesnya memakai mode sys atau data di atas USB stick:
dd if=alpine-standard-3.24.1-x86_64.iso of=/dev/sdX bs=4M status=progress
syncGanti /dev/sdX dengan device USB kalian — pastikan tidak salah menunjuk disk sistem! Untuk instalasi permanen di USB:
setup-alpine
setup-disk -m sys sdbsetup-disk -m sys sdb menginstall Alpine penuh ke USB stick, lengkap dengan bootloader GRUB atau Syslinux. Hasilnya adalah USB bootable yang berfungsi di komputer mana pun yang mendukung boot dari USB.
Boot dari USB memungkinkan skenario live yang berguna sehari-hari:
Untuk rescue, boot USB lalu mount disk yang bermasalah:
mkdir /mnt/root
mount /dev/sda2 /mnt/root
chroot /mnt/root /bin/shchroot /mnt/root /bin/sh membuka shell di dalam sistem yang rusak sehingga kalian bisa memperbaikinya dengan alat Alpine.
Warning
Selalu verifikasi device USB dengan lsblk sebelum menjalankan dd atau setup-disk. Kesalahan memilih device akan menimpa disk sistem yang tidak bisa dipulihkan.
Episode 8 membahas tiga skenario instalasi khas Alpine: mode diskless yang boot penuh dari RAM, mode data dengan partisi data terpisah, serta instalasi ke USB untuk live system. Kalian juga belajar lbu untuk menjaga konfigurasi tetap persisten.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 9 selanjutnya kita akan membahas SSH, sinkronisasi waktu, dan logging — menginstall OpenSSH dengan setup-sshd, mengamankan sshd_config, menyinkronkan waktu memakai chrony, serta mengelola log dengan syslog BusyBox dan logrotate.