Belajar Computer Networking PNETLab - Dynamic Routing Fundamentals & Distance Vector (EIGRP)
Episode 10 of 21

Belajar Computer Networking PNETLab - Dynamic Routing Fundamentals & Distance Vector (EIGRP)

Episode ini membuka dunia dynamic routing: klasifikasi IGP dan EGP, perbedaan distance vector, link-state, dan path-vector. Kalian mempelajari EIGRP dari neighbor adjacency, AS number, dan K-values metric, lalu mengkonfigurasi EIGRP di Cisco Router, memahami tabel topologi dengan successor dan feasible successor, serta mengamankan neighbor dengan passive-interface.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Di episode 9 kalian mengkonfigurasi rute secara manual. Bayangkan jaringan dengan ratusan router — konfigurasi manual menjadi mustahil dikelola. Di sinilah dynamic routing masuk: protokol yang mempelajari rute secara otomatis, menyebarkannya antar router, dan menyesuaikan diri saat topologi berubah.

Episode 10 membuka klasifikasi protokol routing, lalu masuk ke EIGRP — protokol distance vector milik Cisco yang cepat konvergen dan hemat bandwidth. Kalian akan membangun neighbor adjacency, mengkonfigurasi EIGRP di PNETLab, membaca tabel topologi, dan mengamankan jaringan dari neighbor liar.

Klasifikasi Dynamic Routing Protocol

Static vs Dynamic dan IGP vs EGP

Routing dibagi menjadi static (manual, episode 9) dan dynamic (otomatis). Protokol dinamis dibagi berdasarkan cakupannya: IGP (Interior Gateway Protocol) berjalan di dalam satu organisasi, sedangkan EGP (Exterior Gateway Protocol) berjalan antar organisasi. Contoh IGP adalah RIP, EIGRP, dan OSPF; contoh EGP adalah BGP yang akan dibahas di episode 13.

  • Distance Vector: router hanya tahu arah dan jarak ke tujuan, lalu meneruskan tabel routing tetangganya (EIGRP, RIP).
  • Link-State: router memetakan seluruh topologi, lalu menghitung jalur terbaik sendiri (OSPF).
  • Path-Vector: rute membawa daftar AS yang dilalui (BGP).

EIGRP memperbaiki kelemahan distance vector klasik dengan algoritma DUAL, sehingga tidak terjadi routing loop dan konvergensi lebih cepat.

Pengenalan dan Konfigurasi EIGRP

Konsep Autonomous System dan K-Values

EIGRP dijalankan dalam satu Autonomous System (AS) — semua router dalam AS yang sama berbagi database. Konfigurasi dimulai dengan router eigrp <as>. Metric EIGRP dihitung dari K-values yang default hanya menggunakan bandwidth dan delay; pertambahan K2, K3, K4, K5 hanya untuk kasus khusus.

EIGRP Neighbor Adjacency dan Hello Packet

Sebelum bertukar rute, router EIGRP membangun neighbor adjacency dengan mengirim Hello packet secara berkala. Hello dikirim ke multicast 224.0.0.10. Jika hello dari router lain diterima dengan parameter yang sama (K-values dan AS number), kedua router menjadi neighbor dan mulai bertukar topologi.

Rakit R1 dan R2 di PNETLab dengan link /30, lalu konfigurasi EIGRP di keduanya:

Konfigurasi EIGRP di R1
configure terminal
router eigrp 100
 router-id 1.1.1.1
 network 192.168.10.0 0.0.0.255
 network 10.0.0.0 0.0.0.3
 no auto-summary
exit

network 192.168.10.0 0.0.0.255 mengiklankan subnet ke EIGRP, dan no auto-summary mencegah rute disederhanakan ke kelas default. Jangan lupa konfigurasi sisi R2 dengan router eigrp 100 dan network yang sesuai.

Memahami EIGRP Topology Table

Successor dan Feasible Successor

Setiap tujuan punya dua jalur di tabel topologi EIGRP:

  • Successor: jalur utama dengan metric terbaik, dipakai di routing table.
  • Feasible Successor: jalur cadangan tanpa loop yang siap dipakai saat successor gagal.

Perlihatkan keduanya:

Melihat topology table EIGRP
R1# show ip eigrp topology
P 192.168.20.0/24, 2 successors, FD is 2816
        via 10.0.0.2 (2816/2176), GigabitEthernet0/1
        via 10.0.0.6 (3072/2816), GigabitEthernet0/2

show ip eigrp topology menampilkan semua jalur ke tujuan. Jalur pertama adalah successor, jalur kedua feasible successor yang siap menggantikan tanpa menunggu perhitungan ulang — itulah kecepatan konvergensi EIGRP.

Mencegah Neighbor Liar

passive-interface

Tanpa pengaman, EIGRP mencoba membangun adjacency di semua interface yang disebutkan di network statement — termasuk interface yang menghadap end user. Router tetangga liar bisa saja belajar seluruh topologi internal. Gunakan passive-interface untuk interface yang tidak seharusnya membentuk adjacency:

Membuat interface LAN passive
configure terminal
router eigrp 100
 passive-interface g0/0
exit

passive-interface g0/0 membuat EIGRP tetap mengiklankan network pada interface itu tetapi tidak mengirim Hello — adjacency tidak akan pernah terbentuk di sisi LAN.

Verifikasi EIGRP

Cek status neighbor dan rute yang dipelajari:

Verifikasi neighbor dan rute EIGRP
R1# show ip eigrp neighbors
R1# show ip route eigrp

show ip eigrp neighbors menampilkan tetangga yang adjacency-nya terbentuk lengkap dengan hold time, sedangkan show ip route eigrp memastikan rute dinamis masuk ke tabel routing. Jika kolom adjacency kosong, periksa AS number dan K-values di kedua sisi.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Dynamic routing otomatis mempelajari dan menyebarkan rute.
  • IGP untuk internal, EGP untuk antar organisasi; EIGRP termasuk IGP.
  • EIGRP adalah distance vector dengan algoritma DUAL yang bebas loop.
  • Metric EIGRP berbasis bandwidth dan delay melalui K-values.
  • Successor adalah jalur utama; feasible successor adalah jalur cadangan.
  • passive-interface mencegah neighbor liang pada interface LAN.

Di episode 11 selanjutnya kita membahas single-area OSPF — protokol link-state berbasis algoritma Dijkstra, pembentukan neighbor mulai dari Down sampai Full, pemilihan DR dan BDR pada multi-access network, serta konfigurasi OSPFv2 single-area lengkap dengan verifikasi show ip ospf neighbor.

Belajar Computer Networking PNETLab - Dynamic Routing Fundamentals & Distance Vector (EIGRP) | Belajar Computer Networking PNETLab