Episode ini membahas OSPFv2 sebagai protokol link-state berbasis algoritma Dijkstra: keunggulannya, konsep backbone area 0, dan tujuh state pembentukan neighbor dari Down sampai Full. Kalian mempelajari pemilihan DR dan BDR pada multi-access network, mengkonfigurasi single-area OSPF, dan memverifikasinya dengan show ip ospf neighbor.

EIGRP di episode 10 mengandalkan informasi dari tetangga. Sekarang kita berpindah ke pendekatan yang berbeda: link-state routing lewat OSPF (Open Shortest Path First). Setiap router OSPF membangun peta lengkap jaringan, lalu menghitung jalur terbaiknya sendiri — tidak ada router yang "mempercayai" tetangganya secara membabi buta.
Episode 11 membahas OSPFv2 single-area: keunggulan protokol, konsep backbone area 0, alur pembentukan neighbor, peran DR dan BDR, lalu konfigurasi lengkap di PNETLab. Ini adalah dasar untuk multi-area OSPF di episode 12.
OSPF adalah protokol link-state: setiap router menyebarkan informasi tentang link-nya sendiri (state), semua router membangun Link-State Database (LSDB) yang identik, lalu setiap router menghitung jalur terpendek dengan algoritma Dijkstra (Shortest Path First / SPF). Hasilnya, tidak ada routing loop dan seluruh router memilih jalur yang konsisten.
OSPF membagi jaringan menjadi area untuk menghemat sumber daya. Area 0, disebut backbone area, wajib ada dan menjadi pusat penghubung semua area lainnya. Di single-area OSPF, seluruh jaringan berada di area 0 — desain paling sederhana dan ideal untuk lab.
Sebelum bertukar rute, dua router OSPF melewati serangkaian state:
Hello OSPF dikirim ke multicast 224.0.0.5. Verifikasi langsung di PNETLab
setelah kedua router saling terhubung:
R1# show ip ospf neighbor
Neighbor ID Pri State Dead Time Address Interface
2.2.2.2 1 FULL/DR 00:00:35 10.0.0.2 GigabitEthernet0/1show ip ospf neighbor menampilkan tetangga dalam state FULL.
State inilah yang menandakan adjacency berhasil terbentuk.
Pada jaringan multi-access seperti switch, ratusan Hello bisa membanjiri bandwidth. OSPF memilih Designated Router (DR) dan Backup Designated Router (BDR) untuk memusatkan pertukaran LSDB. DR dan BDR dipilih berdasarkan priority tertinggi, lalu Router ID tertinggi sebagai pemecah seri.
Router yang bukan DR dan bukan BDR hanya bertukar dengan DR dan BDR, bukan
antar sesama. Pada link point-to-point seperti antar router langsung, DR/BDR
tidak dipilih — state menunjukkan Full/- tanpa peran.
Gunakan topologi tiga router dari episode 9. Konfigurasi R1:
configure terminal
router ospf 1
router-id 1.1.1.1
network 10.0.0.0 0.0.0.3 area 0
network 192.168.10.0 0.0.0.255 area 0
exitrouter ospf 1 mengaktifkan OSPF dengan process id 1, router-id menetapkan
identitas router, dan network <network> <wildcard> area 0 menentukan
interface mana yang diiklankan dan ke area mana. Wildcard mask adalah
kebalikan subnet mask: 0.0.0.3 untuk /30, 0.0.0.255 untuk /24.
Konfigurasi R2 dan R3 mengikuti pola yang sama dengan router-id dan network masing-masing. Pastikan seluruh router memakai area 0 agar adjacency terbentuk.
Setelah konfigurasi, jalankan verifikasi lengkap:
R1# show ip ospf neighbor
R1# show ip ospf interface
R1# show ip route ospfshow ip ospf interface menampilkan status interface dan timer
OSPF, sedangkan show ip route ospf memastikan rute OSPF masuk ke tabel
routing dengan kode O. Jika rute tidak muncul, periksa apakah kedua ujung
link berada di area yang sama dan wildcard mask sudah benar.
Untuk memahami kerja SPF secara langsung, aktifkan logging peristiwa:
R1# debug ip ospf eventsdebug ip ospf events menampilkan peristiwa pembentukan adjacency
dan kalkulasi SPF. Kombinasi show ip ospf neighbor state FULL dan log SPF
ini adalah bekal troubleshooting yang akan dipakai di episode 12 dan 20.
Inti yang harus dibawa pulang:
network <network> <wildcard> area 0 menentukan interface yang diiklankan.show ip ospf neighbor, interface, dan ip route ospf.Di episode 12 selanjutnya kita skalakan OSPF: multi-area OSPF — manfaat hierarki area untuk memperkecil LSDB dan beban SPF, peran backbone router, ABR, dan ASBR, pemahaman tipe-tipe LSA 1 sampai 5, serta konfigurasi ABR dan route summarization dengan perintah area range.