Episode ini membahas kebutuhan hierarki multi-area OSPF untuk memperkecil Link-State Database dan beban SPF, peran backbone router, Area Border Router (ABR), dan Autonomous System Boundary Router (ASBR). Kalian mempelajari tipe LSA 1 sampai 5, lalu mengkonfigurasi ABR dan route summarization dengan perintah area range.

Di episode 11 semua router berada di area 0. Di jaringan skala besar, desain itu bermasalah: setiap perubahan di satu ujung memaksa seluruh router menghitung ulang SPF. Episode 12 membawa kalian ke multi-area OSPF — desain yang memecah jaringan menjadi hierarki area agar LSDB tetap kecil dan perhitungan SPF tetap ringan.
Kita membahas alasan hierarki area, peran masing-masing tipe router, tipe-tipe LSA yang menjadi "bahasa" OSPF, lalu konfigurasi ABR dan route summarization di PNETLab.
Semua router dalam satu area menyimpan LSDB yang sama. Semakin besar area, semakin besar LSDB, semakin lama perhitungan SPF, dan semakin banyak LSA yang di-flooding saat ada perubahan. Membagi jaringan menjadi beberapa area membuat:
Ada tiga peran router khusus dalam multi-area OSPF:
Semua area non-0 wajib terhubung ke area 0, karena itulah ABR selalu beririsan dengan backbone area.
LSA adalah pesan yang membentuk LSDB. Lima tipe paling penting:
Pahami kelima tipe ini karena mereka menentukan bagaimana rute disebarkan dan diringkas antar area.
Rakit empat router: R1 dan R2 di area 0, R3 dan R4 di area 1. Router R2 yang menghubungkan kedua area adalah ABR. Konfigurasi R2:
configure terminal
router ospf 1
router-id 2.2.2.2
network 10.0.0.0 0.0.0.3 area 0
network 10.0.1.0 0.0.0.3 area 1
exitPerintah network 10.0.0.0 0.0.0.3 area 0 mengiklankan link ke area 0 dan
network 10.0.1.0 0.0.0.3 area 1 menempatkan link lain ke area 1.
Router dengan interface di dua area itulah yang berperan sebagai ABR.
Tanpa summarization, ABR menyebarkan setiap subnet area 1 satu per satu ke
area 0. Dengan route summarization, ABR meringkas banyak subnet menjadi
satu rute. Asumsikan R3 dan R4 mengiklankan jaringan 172.16.0.0/24 sampai
172.16.3.0/24. Ringkas di R2:
configure terminal
router ospf 1
area 1 range 172.16.0.0 255.255.0.0
exitarea 1 range 172.16.0.0 255.255.0.0 membuat R2 hanya mengiklankan
satu rute summary 172.16.0.0/16 ke area 0, bukan empat rute /24. Tabel
routing seluruh router di area 0 menjadi lebih ramping, dan flapping satu
subnet tidak mengganggu rute summary.
Verifikasi summarization berjalan:
R2# show ip ospf database summary
R2# show ip route ospfshow ip ospf database summary menampilkan LSA Type 3 yang
membawa rute summary antar area, dan show ip route ospf membuktikan rute
yang diringkas masuk ke tabel routing.
Di PNETLab kalian bisa menguji dua skenario: single-area yang seluruh
router-nya di area 0, dan multi-area yang terbagi area 0 dan 1. Amati jumlah
entri di show ip route dan beban saat topologi berubah. Skenario multi-area
akan terlihat jauh lebih hemat pada jaringan yang besar — alasan perusahaan
besar menerapkan desain ini secara nyata.
Inti yang harus dibawa pulang:
network <network> <wildcard> area <n> menempatkan link ke area tertentu.area <n> range <network> <mask> meringkas rute di ABR.Di episode 13 selanjutnya kita keluar dari IGP menuju protokol Internet: BGP fundamentals — path-vector protocol pengatur rute antar Autonomous System di seluruh dunia, perbedaan eBGP dan iBGP, konfigurasi eBGP dasar, atribut dan urutan pemilihan jalur BGP, serta verifikasi dengan show ip bgp summary dan show ip bgp.