Episode ini membahas BGP sebagai path-vector protocol yang menjadi standar routing antar Autonomous System di Internet. Kalian membandingkan eBGP antar AS berbeda dan iBGP di dalam satu AS, mengkonfigurasi eBGP dasar di Cisco Router, memahami atribut BGP dan urutan pemilihan jalur, lalu memverifikasi dengan show ip bgp summary.

Selama sepuluh episode terakhir kalian bermain di dalam satu jaringan internal. Di episode 13 kita naik ke level yang sesungguhnya menggerakkan Internet: BGP (Border Gateway Protocol). BGP adalah protokol yang membuat satu ISP bisa terhubung ke ISP lain dan menjaga seluruh Internet tetap terhubung.
BGP berbeda total dari OSPF dan EIGRP. Dia bukan IGP yang berhitung jarak terpendek, melainkan path-vector protocol yang memilih jalur berdasarkan kebijakan — siapa tetangganya dan berapa panjang AS-Path-nya. Episode ini membuka dasar BGP: eBGP, iBGP, konfigurasi, atribut, dan verifikasi.
BGP memisahkan dunia menjadi Autonomous System (AS) — satu organisasi dengan kebijakan routingnya sendiri. Setiap AS punya nomor unik, dan BGP menyebarkan rute dengan membawa daftar AS yang dilalui, disebut AS-Path. Semakin panjang AS-Path, semakin banyak jaringan yang harus dilewati — informasi inilah yang dijadikan pertimbangan pemilihan jalur.
Di PNETLab, skenario paling sederhana adalah dua router dengan AS berbeda yang terhubung langsung: itulah eBGP.
Rakit dua router mewakili dua ISP. Konfigurasi di sisi R1 dengan AS 65001:
configure terminal
router bgp 65001
router-id 1.1.1.1
neighbor 203.0.113.2 remote-as 65002
network 1.1.1.0 mask 255.255.255.0
exitneighbor 203.0.113.2 remote-as 65002 memberitahu BGP bahwa
tetangga dengan IP tersebut berada di AS 65002, dan network 1.1.1.0 mask 255.255.255.0 mengiklankan subnet milik R1. Di sisi R2, pasang
router bgp 65002 dan neighbor mengarah balik ke 203.0.113.1.
Berbeda dari network di OSPF, network di BGP tidak membangun neighbor
melainkan hanya mengiklankan rute yang sudah ada di tabel routing. Jika
subnet belum ada di tabel routing, perintah ini tidak menghasilkan apa-apa —
kesalahan klasik yang sering membuat rute tidak pernah diiklankan.
Saat BGP menerima banyak rute menuju tujuan yang sama, dia memilih berdasarkan urutan atribut berikut:
Urutan inilah yang menjadi dasar manipulasi routing antar ISP: operator menaikkan local-preference untuk memilih jalur keluar, atau memodifikasi AS-Path untuk menghindari sebuah transit.
Setelah sesi terbentuk, verifikasi dengan dua perintah utama:
R1# show ip bgp summary
R1# show ip bgpshow ip bgp summary menampilkan daftar neighbor BGP beserta
state-nya. State yang diharapkan adalah Established. show ip bgp
menampilkan tabel BGP lengkap dengan next-hop, AS-Path, dan atribut lain.
State selain Established berarti sesi TCP atau parameter lain bermasalah —
periksa remote-as dan connectivity antar router.
Untuk latihan yang lebih realistis, bangun dua AS: AS 65001 berisi satu
router dengan jaringan internal, dan AS 65002 sebagai ISP. Setelah eBGP
establi, show ip bgp di kedua sisi menampilkan rute lawan dengan AS-Path
yang panjangnya satu. Tambahkan router ketiga untuk mengamati bagaimana
AS-Path bertambah panjang — pondasi pemahaman BGP untuk episode 20.
Inti yang harus dibawa pulang:
neighbor <ip> remote-as <as> membentuk sesi eBGP.network di BGP hanya mengiklankan rute yang sudah ada di tabel routing.show ip bgp summary dengan state Established adalah tanda sesi sehat.Di episode 14 selanjutnya kita kembali ke ketersediaan jaringan: First Hop Redundancy Protocol (FHRP) — HSRP dan VRRP untuk mencegah single point of failure pada default gateway, konsep virtual IP dan virtual MAC address, konfigurasi HSRP active standby dengan priority dan preempt, serta pengujian failover saat link utama diputus.