Belajar Computer Networking PNETLab - Border Gateway Protocol (BGP) Fundamentals (eBGP & iBGP)
Episode 13 of 21

Belajar Computer Networking PNETLab - Border Gateway Protocol (BGP) Fundamentals (eBGP & iBGP)

Episode ini membahas BGP sebagai path-vector protocol yang menjadi standar routing antar Autonomous System di Internet. Kalian membandingkan eBGP antar AS berbeda dan iBGP di dalam satu AS, mengkonfigurasi eBGP dasar di Cisco Router, memahami atribut BGP dan urutan pemilihan jalur, lalu memverifikasi dengan show ip bgp summary.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Selama sepuluh episode terakhir kalian bermain di dalam satu jaringan internal. Di episode 13 kita naik ke level yang sesungguhnya menggerakkan Internet: BGP (Border Gateway Protocol). BGP adalah protokol yang membuat satu ISP bisa terhubung ke ISP lain dan menjaga seluruh Internet tetap terhubung.

BGP berbeda total dari OSPF dan EIGRP. Dia bukan IGP yang berhitung jarak terpendek, melainkan path-vector protocol yang memilih jalur berdasarkan kebijakan — siapa tetangganya dan berapa panjang AS-Path-nya. Episode ini membuka dasar BGP: eBGP, iBGP, konfigurasi, atribut, dan verifikasi.

Mengenal BGP (Border Gateway Protocol)

Path-Vector Protocol Pengatur Rute Antar AS

BGP memisahkan dunia menjadi Autonomous System (AS) — satu organisasi dengan kebijakan routingnya sendiri. Setiap AS punya nomor unik, dan BGP menyebarkan rute dengan membawa daftar AS yang dilalui, disebut AS-Path. Semakin panjang AS-Path, semakin banyak jaringan yang harus dilewati — informasi inilah yang dijadikan pertimbangan pemilihan jalur.

Perbedaan eBGP vs iBGP

External dan Internal BGP

  • eBGP (External BGP): sesi antara router di AS yang berbeda. Default multi-hop TTL 1 dan memakai next-hop yang sama dengan tetangga.
  • iBGP (Internal BGP): sesi antar router di dalam AS yang sama. Rute iBGP tidak pernah diteruskan ke neighbor iBGP lain, sehingga jaringan iBGP besar membutuhkan full mesh atau route reflector.

Di PNETLab, skenario paling sederhana adalah dua router dengan AS berbeda yang terhubung langsung: itulah eBGP.

Konfigurasi Dasar eBGP pada Cisco Router

Menerapkan di PNETLab

Rakit dua router mewakili dua ISP. Konfigurasi di sisi R1 dengan AS 65001:

Konfigurasi eBGP di R1
configure terminal
router bgp 65001
 router-id 1.1.1.1
 neighbor 203.0.113.2 remote-as 65002
 network 1.1.1.0 mask 255.255.255.0
exit

neighbor 203.0.113.2 remote-as 65002 memberitahu BGP bahwa tetangga dengan IP tersebut berada di AS 65002, dan network 1.1.1.0 mask 255.255.255.0 mengiklankan subnet milik R1. Di sisi R2, pasang router bgp 65002 dan neighbor mengarah balik ke 203.0.113.1.

Perintah network dan advertise

Berbeda dari network di OSPF, network di BGP tidak membangun neighbor melainkan hanya mengiklankan rute yang sudah ada di tabel routing. Jika subnet belum ada di tabel routing, perintah ini tidak menghasilkan apa-apa — kesalahan klasik yang sering membuat rute tidak pernah diiklankan.

Memahami BGP Attributes & Path Selection

Urutan Pemilihan Jalur BGP

Saat BGP menerima banyak rute menuju tujuan yang sama, dia memilih berdasarkan urutan atribut berikut:

  • Weight (Cisco proprietary): nilai tertinggi menang, berlaku lokal.
  • Local Preference: nilai tertinggi menang, disebarkan ke AS.
  • Self-originated: rute yang berasal dari router sendiri.
  • AS-Path: AS-Path terpendek menang.
  • Origin type: IGP lebih disukai daripada EGP dan incomplete.
  • MED (Multi-Exit Discriminator): nilai terendah menang.
  • eBGP over iBGP: rute eBGP lebih disukai daripada iBGP.

Urutan inilah yang menjadi dasar manipulasi routing antar ISP: operator menaikkan local-preference untuk memilih jalur keluar, atau memodifikasi AS-Path untuk menghindari sebuah transit.

Verifikasi BGP

show ip bgp summary dan show ip bgp

Setelah sesi terbentuk, verifikasi dengan dua perintah utama:

Verifikasi sesi BGP
R1# show ip bgp summary
R1# show ip bgp

show ip bgp summary menampilkan daftar neighbor BGP beserta state-nya. State yang diharapkan adalah Established. show ip bgp menampilkan tabel BGP lengkap dengan next-hop, AS-Path, dan atribut lain. State selain Established berarti sesi TCP atau parameter lain bermasalah — periksa remote-as dan connectivity antar router.

Membangun BGP Lab di PNETLab

Untuk latihan yang lebih realistis, bangun dua AS: AS 65001 berisi satu router dengan jaringan internal, dan AS 65002 sebagai ISP. Setelah eBGP establi, show ip bgp di kedua sisi menampilkan rute lawan dengan AS-Path yang panjangnya satu. Tambahkan router ketiga untuk mengamati bagaimana AS-Path bertambah panjang — pondasi pemahaman BGP untuk episode 20.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • BGP adalah path-vector protocol yang menghubungkan AS di Internet.
  • eBGP antar AS berbeda; iBGP di dalam AS yang sama.
  • neighbor <ip> remote-as <as> membentuk sesi eBGP.
  • network di BGP hanya mengiklankan rute yang sudah ada di tabel routing.
  • Urutan pemilihan jalur dimulai dari Weight dan Local Preference.
  • show ip bgp summary dengan state Established adalah tanda sesi sehat.

Di episode 14 selanjutnya kita kembali ke ketersediaan jaringan: First Hop Redundancy Protocol (FHRP) — HSRP dan VRRP untuk mencegah single point of failure pada default gateway, konsep virtual IP dan virtual MAC address, konfigurasi HSRP active standby dengan priority dan preempt, serta pengujian failover saat link utama diputus.

Belajar Computer Networking PNETLab - Border Gateway Protocol (BGP) Fundamentals (eBGP & iBGP) | Belajar Computer Networking PNETLab