Episode ini membahas kebutuhan redundansi default gateway dengan FHRP: HSRP milik Cisco dan VRRP open standard. Kalian memahami konsep virtual IP dan virtual MAC address, mengkonfigurasi HSRP active standby dengan priority dan preempt, tracking interface, lalu menguji failover saat link utama diputus di PNETLab.

Di episode 6 kalian menjadikan satu router atau SVI sebagai default gateway. Apa yang terjadi jika peranti itu mati? Seluruh PC kehilangan jalan keluar jaringan. Episode 14 membahas solusinya: First Hop Redundancy Protocol (FHRP) — sekelompok router berbagi satu IP virtual yang membuat kegagalan satu peranti tidak terasa oleh pengguna.
Kita membahas dua implementasi FHRP: HSRP milik Cisco dan VRRP open standard. Kalian akan mengkonfigurasi HSRP dengan priority, preempt, dan interface tracking, lalu menguji failover langsung di PNETLab.
Setiap subnet membutuhkan gateway. Jika gateway itu hanya satu peranti, semua traffic keluar jaringan bergantung pada peranti tunggal tersebut. FHRP menghilangkan ketergantungan ini: dua atau lebih router bergabung menjadi satu grup yang memakai satu virtual IP. PC tetap memakai virtual IP sebagai gateway, sementara router yang benar-benar aktif bisa berubah kapan saja.
HSRP (Hot Standby Router Protocol) adalah FHRP milik Cisco: satu router
menjadi Active, yang lain Standby, dan keduanya berbagi virtual IP.
Traffic diteruskan ke virtual MAC 0000.0c07.acXX milik grup.
VRRP (Virtual Router Redundancy Protocol) adalah standar terbuka dengan konsep serupa: satu Master dan beberapa Backup, berbagi virtual MAC berbasis nomor grup. Perbedaan praktisnya, VRRP memakai alamat nyata salah satu anggotanya sebagai virtual IP, sedangkan HSRP memakai IP yang benar-benar virtual. Untuk lab PNETLab, pilih HSRP bila semua peranti Cisco, dan VRRP bila kalian ingin standar terbuka.
Rakit dua router atau dua SVI yang mewakili gateway redundan untuk VLAN 10. Konfigurasi sisi yang ingin menjadi Active:
configure terminal
interface vlan 10
ip address 192.168.10.2 255.255.255.0
standby 1 ip 192.168.10.1
standby 1 priority 110
standby 1 preempt
standby 1 track g0/0 20
exitstandby 1 ip 192.168.10.1 menetapkan virtual IP grup 1,
standby 1 priority 110 membuat router ini lebih disukai, preempt membuatnya
kembali menjadi active saat pulih, dan track g0/0 20 menurunkan priority 20
poin bila uplink utama mati.
Konfigurasi sisi Standby dengan priority default 100:
configure terminal
interface vlan 10
ip address 192.168.10.3 255.255.255.0
standby 1 ip 192.168.10.1
exitKedua router berbagi virtual IP yang sama 192.168.10.1. PC di VLAN 10 memakai
virtual IP itu sebagai gateway, bukan IP nyata masing-masing router.
Saatnya membuktikan redundansi. Buka console PC di VLAN 10 dan lakukan ping berkelanjutan ke luar subnet. Sambil ping berjalan, matikan interface utama router Active:
interface g0/0
shutdown
exitKarena interface tracking menurunkan priority Active di bawah Standby, router Standby otomatis naik menjadi Active. Ping di PC mungkin kehilangan satu atau dua paket, lalu melanjutkan tanpa campur tangan manual. Verifikasi status grup:
R1# show standby brief
Interface Grp Pri P State Active Standby Virtual IP
Vl10 1 90 Standby 192.168.10.2 local 192.168.10.1show standby brief menampilkan peran tiap router. Setelah
failover, router cadangan menunjukkan state Active. Saat interface pulih,
preempt mengembalikan peran Active ke router utama secara otomatis.
Beberapa aturan penting: beri priority yang jelas agar peran tidak berpindah
acak, wajib pasang preempt agar router yang lebih baik kembali aktif, dan
selalu kombinasikan dengan interface tracking agar penurunan priority terjadi
otomatis saat uplink bermasalah. Kombinasi HSRP dengan EtherChannel di episode
8 dan STP di episode 7 membentuk fondasi ketersediaan jaringan yang akan
dipakai di episode 20.
Inti yang harus dibawa pulang:
standby <grup> ip <ip> membuat virtual IP yang dipakai PC.show standby brief adalah verifikasi peran setiap saat.Di episode 15 selanjutnya kita beralih ke keamanan: Access Control List (ACL) — paket filtering dengan evaluasi top-down dan implicit deny, perbedaan standard ACL dan extended ACL, konfigurasi extended named ACL untuk memblokir web, serta penerapan pada interface dan line VTY dengan access-class.