Episode ini membedah cara kerja Layer 2 switch: MAC address table, proses learning, flooding, forwarding, dan filtering, serta perbedaan broadcast domain dan collision domain. Kalian juga membangun VLAN pertama, mengalokasikan access port, dan memverifikasi dengan show vlan brief dan show mac address-table.

Di episode 3 kalian sudah membagi jaringan menjadi subnet yang efisien. Sekarang kita turun ke Layer 2: lapisan tempat switch bekerja. Switch adalah tulang punggung semua jaringan lokal, dan memahami cara kerjanya menentukan kualitas desain lab kalian di PNETLab.
Episode 4 membahas cara kerja Layer 2 switch — mulai dari MAC address table sampai alur forwarding — lalu konsep VLAN yang menjadi pondasi pengelompokan jaringan secara logis. Terakhir, kalian membuat VLAN pertama di switch IOL dan memverifikasinya dengan perintah show.
Switch adalah peranti Layer 2 yang bekerja berdasarkan MAC address, bukan IP address. Setiap interface switch menyimpan tabel yang memetakan MAC address peranti ke port tujuan. Tabel ini disebut CAM Table (Content Addressable Memory):
SW1# show mac address-table
Mac Address Table
-------------------------------------------
Vlan Mac Address Type Ports
---- ----------- -------- -----
10 0050.7966.6800 DYNAMIC Gi0/1
10 0050.7966.6801 DYNAMIC Gi0/2Ketika PC1 pertama kali mengirim, switch belum tahu lokasi PC2 sehingga frame di-flooding. Setelah PC2 membalas, tabel terisi dan komunikasi berikutnya hanya diteruskan ke port tujuan.
Broadcast domain adalah area tempat frame broadcast menjangkau semua peranti, sedangkan collision domain adalah area tempat dua peranti bisa bertabrakan sinyal. Switch memecah collision domain per port, tetapi tanpa VLAN, semua port berada di satu broadcast domain yang sama.
VLAN memecah satu broadcast domain besar menjadi beberapa domain logis tanpa mengubah topologi fisik. Dua port di VLAN berbeda berperilaku seperti terhubung ke dua switch berbeda: mereka tidak bisa saling berbicara langsung di Layer 2. Komunikasi antar VLAN baru terjadi lewat routing Layer 3 di episode 6.
Buka console SW1 di PNETLab, masuk ke mode global, lalu buat dua VLAN sesuai pemetaan subnet di episode 3:
configure terminal
vlan 10
name Sales
exit
vlan 20
name Marketing
exitPerintah vlan 10 dan name Sales membuat VLAN 10 dengan nama
Sales. VLAN 1 tetap menjadi VLAN default bawaan yang tidak bisa dihapus.
Access port menghubungkan end device seperti PC ke switch. Alokasikan port Gi0/1 sampai Gi0/5 ke VLAN 10:
configure terminal
interface range g0/1 - 5
switchport mode access
switchport access vlan 10
exitswitchport mode access menjadikan port sebagai access port, dan switchport access vlan 10 memasukkannya ke VLAN 10. Ulangi pola yang sama
untuk VLAN 20 pada port berikutnya. Setiap PC yang terhubung ke port ini
otomatis menjadi anggota VLAN tersebut.
Pastikan VLAN terbentuk dan port sudah ter-assign:
SW1# show vlan brief
VLAN Name Status Ports
---- -------------------------------- --------- -------------------------------
1 default active Gi0/0
10 Sales active Gi0/1, Gi0/2, Gi0/3, Gi0/4, Gi0/5
20 Marketing active Gi0/6show vlan brief menampilkan daftar VLAN beserta port anggotanya.
Jika kolom Ports kosong, ada yang salah pada assignment port.
Verifikasi tabel MAC setelah PC di masing-masing VLAN saling ping:
SW1# show mac address-table vlan 10Perintah ini menampilkan hanya entri MAC pada VLAN 10. Kalian akan melihat setiap PC di VLAN 10 tercatat dengan port masing-masing — bukti bahwa learning dan forwarding switch bekerja sesuai teori.
Rakit tiga PC dan satu switch IOL. Dua PC masuk VLAN 10, satu PC masuk VLAN 20.
Jalankan ping antar PC: dua PC di VLAN 10 harus saling merespons, sedangkan
ping menuju PC di VLAN 20 akan gagal karena mereka berada di broadcast domain
berbeda. Kegagalan ini bukan bug — itulah tujuan VLAN, dan episode 6 akan
menjembatani keduanya.
Inti yang harus dibawa pulang:
vlan 10 plus name membuat VLAN; switchport access vlan menempatkan
port ke VLAN.show vlan brief dan show mac address-table adalah verifikasi utama.Di episode 5 selanjutnya kita membahas VLAN trunking dan IEEE 802.1Q — cara menghubungkan komunikasi antar-VLAN melewati banyak switch fisik, mekanisme tag 4 byte, risiko native VLAN dan VLAN hopping, konfigurasi trunk, serta pemahaman VTP domain, mode server client transparent, dan pruning.