Belajar Computer Networking PNETLab - VLAN Trunking Protocol & IEEE 802.1Q Trunking
Episode 5 of 21

Belajar Computer Networking PNETLab - VLAN Trunking Protocol & IEEE 802.1Q Trunking

Episode ini membahas kebutuhan trunking saat VLAN melewati banyak switch fisik, mekanisme tag IEEE 802.1Q sepanjang 4 byte, dan risiko native VLAN serta VLAN hopping. Kalian mengkonfigurasi trunk, membatasi VLAN yang diizinkan, lalu memahami VTP domain, mode server client transparent, dan pruning.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Di episode 4 kalian membuat VLAN di satu switch. Persoalan muncul saat jaringan bertumbuh: bagaimana membawa traffic VLAN 10 dan VLAN 20 melewati dua switch fisik sekaligus? Solusinya adalah trunking — dan episode 5 membahas seluruh detailnya.

Kita akan mempelajari mekanisme tag IEEE 802.1Q, risiko native VLAN, konfigurasi trunk di Cisco, lalu VTP (VLAN Trunking Protocol) dengan seluruh kekurangannya. Materi ini sangat penting karena kesalahan trunking adalah penyebab tersering masalah Layer 2 di lab maupun produksi.

Kebutuhan VLAN Trunking

Menghubungkan Komunikasi Antar-VLAN Melewati Banyak Switch

Jika dua switch masing-masing memiliki PC di VLAN 10, kabel biasa tidak cukup: tanpa trunk, switch tidak tahu VLAN mana yang dimiliki sebuah frame dari switch lain. Trunk link adalah satu link fisik yang membawa traffic banyak VLAN sekaligus. Karena beberapa VLAN lewat di satu link yang sama, setiap frame harus diberi tanda identitas VLAN-nya.

Enkapsulasi Trunking IEEE 802.1Q

Cara Kerja Tag 4 Byte pada Ethernet Frame

IEEE 802.1Q menyisipkan tag 4 byte di antara alamat MAC sumber dan field Type/Length pada frame Ethernet. Tag berisi VLAN ID (VID) sepanjang 12 bit, sehingga mendukung hingga 4096 VLAN. Saat frame tiba di switch lain, switch membaca tag, meneruskan frame ke VLAN yang tepat, lalu menghapus tag sebelum frame dikirim ke access port.

Praktikkan di PNETLab: dua switch dihubungkan, lalu capture link trunk dengan Wireshark. Kalian akan melihat frame yang ditandai 802.1Q Virtual LAN, PRI 0, CFI 0, ID 10 saat berpindah antar switch.

Native VLAN dan Risiko VLAN Hopping

Pada trunk 802.1Q, native VLAN dikirim tanpa tag. Secara default native VLAN adalah VLAN 1. Karena tidak bertag, frame native VLAN dianggap milik semua switch yang terhubung — inilah celah yang dieksploitasi teknik VLAN hopping: penyerang berpura-pura sebagai switch trunk (double tagging) untuk menjangkau VLAN lain.

Mitigasi standar: ganti native VLAN dari 1 ke VLAN khusus, jangan pernah menggunakan VLAN 1 untuk data, dan matikan trunking otomatis (DTP) pada access port.

Konfigurasi Trunking pada Cisco Switch

Mengaktifkan Trunk di Interface

Di PNETLab, hubungkan SW1 dan SW2 lalu konfigurasi trunk pada keduanya:

Konfigurasi trunk SW1 ke SW2
configure terminal
interface g0/0
 switchport trunk encapsulation dot1q
 switchport mode trunk
 switchport trunk native vlan 99
 switchport trunk allowed vlan 10,20
exit

Pada switch IOL L2, perintah switchport trunk encapsulation dot1q menetapkan enkapsulasi 802.1Q; pada switch yang hanya mendukung dot1q, perintah ini otomatis diabaikan. switchport mode trunk menjadikan port sebagai trunk link.

Membatasi VLAN yang Diizinkan lewat Trunk

Praktik terbaik: hanya izinkan VLAN yang benar-benar diperlukan melewati trunk. switchport trunk allowed vlan 10,20 membatasi hanya VLAN 10 dan 20 yang boleh lewat. VLAN lain, termasuk VLAN 1, tidak akan diteruskan — langkah kecil yang mengurangi permukaan serangan dan beban broadcast.

VLAN Trunking Protocol (VTP)

VTP Domain dan Mode Server, Client, Transparent

VTP menyebarkan database VLAN dari satu switch ke switch lain dalam satu domain. Ada tiga mode:

  • Server: sumber database VLAN; perubahan disebarkan ke seluruh domain.
  • Client: menerima dan menyimpan database dari server, tidak bisa membuat VLAN sendiri.
  • Transparent: meneruskan pesan VTP tetapi tidak ikut menyimpan database domain.

Konfigurasi minimalnya:

Mengatur VTP domain dan mode
configure terminal
vtp domain PNETLAB
vtp mode server
exit

vtp domain PNETLAB menetapkan nama domain, dan vtp mode server menjadikan switch sebagai sumber database VLAN.

Risiko VTP Revision Number Mismatch dan Pruning

Bahaya utama VTP: revision number. Setiap perubahan server menaikkan nomor revisi database. Jika sebuah switch dengan nomor revisi lebih tinggi terhubung ke jaringan, database VLAN seluruh domain bisa ditimpa — VLAN bisa terhapus atau tercipta tanpa disengaja. Di jaringan produksi, banyak engineer memilih vtp mode transparent atau mematikan VTP sama sekali.

VTP Pruning adalah fitur yang mencegah traffic broadcast VLAN dikirim ke switch yang tidak memiliki anggota VLAN tersebut. Ini menghemat bandwidth pada trunk besar, tetapi harus dikonfigurasi dengan hati-hati karena menambah kompleksitas.

Menghindari Kesalahan Trunking

Sebelum menutup episode, tiga aturan emas trunking: selalu pasang trunk pada kedua sisi link, selalu set native VLAN yang sama di kedua sisi (mismatch akan merusak komunikasi), dan jangan pernah membiarkan trunk menyebar tanpa izin ke port yang menghadap end user. Verifikasi dengan perintah berikut:

Verifikasi status trunk
SW1# show interfaces trunk
SW1# show interfaces g0/0 switchport

show interfaces trunk menampilkan daftar trunk aktif beserta VLAN yang diizinkan, sedangkan show interfaces switchport menunjukkan mode dan native VLAN tiap interface.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Trunk membawa banyak VLAN di satu link fisik dengan menandai frame.
  • Tag 802.1Q berukuran 4 byte dan berisi VLAN ID 12 bit.
  • Native VLAN dikirim tanpa tag; ganti dari VLAN 1 dan batasi lewat trunk.
  • switchport mode trunk plus allowed vlan mengamankan trunk.
  • VTP server client transparent punya risiko revision number mismatch.
  • Selalu verifikasi dengan show interfaces trunk.

Di episode 6 selanjutnya kita membangun jembatan antar VLAN: inter-VLAN routing — metode router-on-a-stick (ROAS) dengan sub-interface, metode SVI pada Layer 3 switch, konfigurasi keduanya di PNETLab, serta perbandingan performa dan efisiensi antara kedua pendekatan.