Episode ini membahas inter-VLAN routing: cara menghubungkan komunikasi antar VLAN yang berada di subnet berbeda. Kalian mempelajari dua metode, router-on-a-stick (ROAS) dengan sub-interface dan Switched Virtual Interface (SVI) pada Layer 3 multilayer switch, lengkap dengan perbandingan performa dan efisiensi keduanya.

Di episode 4 kalian sengaja membuat dua PC tidak bisa saling ping karena berada di VLAN berbeda. Sekarang saatnya menyambungkan kembali mereka secara terkendali melalui Layer 3 routing. Proses inilah yang disebut inter-VLAN routing: menghubungkan komunikasi antar VLAN yang berada di subnet berbeda.
Episode 6 membahas dua metode populer: router-on-a-stick (ROAS) yang memakai satu interface fisik router dipecah menjadi sub-interface, dan Switched Virtual Interface (SVI) pada Layer 3 switch. Keduanya akan kalian konfigurasi di PNETLab dan bandingkan langsung.
Komunikasi antar VLAN pada dasarnya sama dengan komunikasi antar subnet: butuh router. Setiap VLAN punya subnet dan gateway sendiri, dan router bertugas memilih ke mana paket diteruskan berdasarkan tabel routing. Perbedaan dari tipikal routing antar router adalah trafiknya keluar masuk melalui link yang sama dengan membawa tag VLAN.
ROAS memakai satu interface fisik router yang dipecah menjadi beberapa sub-interface logis. Setiap sub-interface diasosiasikan dengan satu VLAN melalui enkapsulasi dot1q, dan menjadi gateway untuk subnet VLAN tersebut. Di PNETLab, hubungkan router R1 ke switch SW1, lalu konfigurasi:
configure terminal
interface g0/0.10
encapsulation dot1q 10
ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
exit
interface g0/0.20
encapsulation dot1q 20
ip address 192.168.20.1 255.255.255.0
exit
interface g0/0
no shutdownencapsulation dot1q 10 menandai traffic sub-interface g0/0.10
dengan VLAN 10, dan ip address 192.168.10.1 menjadikan sub-interface itu
gateway untuk subnet VLAN 10. Router kini menerima frame bertag dari trunk dan
mengarahkan paket antar VLAN.
Pastikan port switch yang menuju router adalah trunk, dan izinkan VLAN 10 dan 20 lewat trunk tersebut. PC di VLAN 10 memakai gateway 192.168.10.1, PC di VLAN 20 memakai 192.168.20.1. Uji dengan ping antar PC: frame berpindah dari PC asal ke switch, naik ke router lewat trunk, lalu turun kembali ke VLAN tujuan.
Multilayer switch bisa melakukan routing langsung. Aktifkan fitur routing, lalu buat SVI — interface virtual untuk tiap VLAN yang berfungsi sebagai gateway:
configure terminal
ip routing
interface vlan 10
ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
no shutdown
exit
interface vlan 20
ip address 192.168.20.1 255.255.255.0
no shutdown
exitip routing mengaktifkan Layer 3 routing pada switch, dan interface vlan 10
membuat SVI untuk VLAN 10. Karena routing terjadi di dalam switch itu sendiri,
trafik antar VLAN tidak perlu keluar ke router eksternal — semua ditangani
internal di hardware switching.
Untuk menghubungkan switch Layer 3 ke router lain, jadikan interface sebagai Layer 3 routed port:
configure terminal
interface g0/0
no switchport
ip address 192.168.100.1 255.255.255.0
exitno switchport mengubah interface yang tadinya Layer 2 menjadi
routed port yang bisa diberi IP address seperti interface router.
ROAS mengandalkan router eksternal: satu link fisik menjadi bottleneck karena semua trafik antar VLAN melewatinya. Konfigurasinya sederhana dan cocok untuk jaringan kecil, tetapi kapasitasnya terbatas pada kecepatan satu link dan CPU router.
SVI memanfaatkan hardware switching di dalam multilayer switch, sehingga jauh lebih cepat dan tidak melewati bottleneck eksternal. SVI juga lebih skalabel: menambah VLAN tinggal menambah interface vlan tanpa menambah kabel. Kekurangannya, harga multilayer switch lebih tinggi dan konfigurasinya membutuhkan pemahaman Layer 3 yang lebih dalam.
Di PNETLab, kalian bisa menguji keduanya: jalankan ping dan amati latency.
Untuk lab kecil, ROAS dengan vIOS sudah cukup; untuk simulasi core enterprise
di episode 20, SVI adalah pilihan yang lebih realistis.
Perintah verifikasi yang wajib dicoba setelah kedua metode selesai:
R1# show ip route
R1# show ip interface brief
R1# ping 192.168.20.2show ip route menampilkan rute yang diketahu router, dan ping
menuju PC di VLAN lain menjadi bukti inter-VLAN routing berjalan. Jika ping
gagal, periksa kembali enkapsulasi dot1q dan status trunk pada switch.
Inti yang harus dibawa pulang:
ip routing dan interface vlan untuk routing internal switch.show ip route dan ping antar VLAN.Di episode 7 selanjutnya kita membahas loop prevention: Spanning Tree Protocol (STP) dan Rapid STP — bahaya loop Layer 2 seperti broadcast storm, pemilihan root bridge dan port roles, perubahan port states, serta fitur PortFast dan BPDU Guard untuk mengoptimasi switch di edge jaringan.