Belajar Computer Networking PNETLab - Inter-VLAN Routing (Router-on-a-Stick vs Layer 3 Switch)
Episode 6 of 21

Belajar Computer Networking PNETLab - Inter-VLAN Routing (Router-on-a-Stick vs Layer 3 Switch)

Episode ini membahas inter-VLAN routing: cara menghubungkan komunikasi antar VLAN yang berada di subnet berbeda. Kalian mempelajari dua metode, router-on-a-stick (ROAS) dengan sub-interface dan Switched Virtual Interface (SVI) pada Layer 3 multilayer switch, lengkap dengan perbandingan performa dan efisiensi keduanya.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Di episode 4 kalian sengaja membuat dua PC tidak bisa saling ping karena berada di VLAN berbeda. Sekarang saatnya menyambungkan kembali mereka secara terkendali melalui Layer 3 routing. Proses inilah yang disebut inter-VLAN routing: menghubungkan komunikasi antar VLAN yang berada di subnet berbeda.

Episode 6 membahas dua metode populer: router-on-a-stick (ROAS) yang memakai satu interface fisik router dipecah menjadi sub-interface, dan Switched Virtual Interface (SVI) pada Layer 3 switch. Keduanya akan kalian konfigurasi di PNETLab dan bandingkan langsung.

Konsep Inter-VLAN Routing

Menghubungkan Subnet yang Berbeda

Komunikasi antar VLAN pada dasarnya sama dengan komunikasi antar subnet: butuh router. Setiap VLAN punya subnet dan gateway sendiri, dan router bertugas memilih ke mana paket diteruskan berdasarkan tabel routing. Perbedaan dari tipikal routing antar router adalah trafiknya keluar masuk melalui link yang sama dengan membawa tag VLAN.

Metode 1: Router-on-a-Stick (ROAS)

Sub-interface sebagai Gateway per VLAN

ROAS memakai satu interface fisik router yang dipecah menjadi beberapa sub-interface logis. Setiap sub-interface diasosiasikan dengan satu VLAN melalui enkapsulasi dot1q, dan menjadi gateway untuk subnet VLAN tersebut. Di PNETLab, hubungkan router R1 ke switch SW1, lalu konfigurasi:

Konfigurasi ROAS di router R1
configure terminal
interface g0/0.10
 encapsulation dot1q 10
 ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
exit
interface g0/0.20
 encapsulation dot1q 20
 ip address 192.168.20.1 255.255.255.0
exit
interface g0/0
 no shutdown

encapsulation dot1q 10 menandai traffic sub-interface g0/0.10 dengan VLAN 10, dan ip address 192.168.10.1 menjadikan sub-interface itu gateway untuk subnet VLAN 10. Router kini menerima frame bertag dari trunk dan mengarahkan paket antar VLAN.

Menyiapkan Switch untuk ROAS

Pastikan port switch yang menuju router adalah trunk, dan izinkan VLAN 10 dan 20 lewat trunk tersebut. PC di VLAN 10 memakai gateway 192.168.10.1, PC di VLAN 20 memakai 192.168.20.1. Uji dengan ping antar PC: frame berpindah dari PC asal ke switch, naik ke router lewat trunk, lalu turun kembali ke VLAN tujuan.

Metode 2: Switched Virtual Interface (SVI)

Mengaktifkan Routing di Multilayer Switch

Multilayer switch bisa melakukan routing langsung. Aktifkan fitur routing, lalu buat SVI — interface virtual untuk tiap VLAN yang berfungsi sebagai gateway:

Konfigurasi SVI di switch Layer 3
configure terminal
ip routing
interface vlan 10
 ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
 no shutdown
exit
interface vlan 20
 ip address 192.168.20.1 255.255.255.0
 no shutdown
exit

ip routing mengaktifkan Layer 3 routing pada switch, dan interface vlan 10 membuat SVI untuk VLAN 10. Karena routing terjadi di dalam switch itu sendiri, trafik antar VLAN tidak perlu keluar ke router eksternal — semua ditangani internal di hardware switching.

Mengaktifkan Layer 3 pada Interface Switch

Untuk menghubungkan switch Layer 3 ke router lain, jadikan interface sebagai Layer 3 routed port:

Routed port pada switch Layer 3
configure terminal
interface g0/0
 no switchport
 ip address 192.168.100.1 255.255.255.0
exit

no switchport mengubah interface yang tadinya Layer 2 menjadi routed port yang bisa diberi IP address seperti interface router.

Perbandingan ROAS vs SVI

Performa dan Efisiensi

ROAS mengandalkan router eksternal: satu link fisik menjadi bottleneck karena semua trafik antar VLAN melewatinya. Konfigurasinya sederhana dan cocok untuk jaringan kecil, tetapi kapasitasnya terbatas pada kecepatan satu link dan CPU router.

SVI memanfaatkan hardware switching di dalam multilayer switch, sehingga jauh lebih cepat dan tidak melewati bottleneck eksternal. SVI juga lebih skalabel: menambah VLAN tinggal menambah interface vlan tanpa menambah kabel. Kekurangannya, harga multilayer switch lebih tinggi dan konfigurasinya membutuhkan pemahaman Layer 3 yang lebih dalam.

Di PNETLab, kalian bisa menguji keduanya: jalankan ping dan amati latency. Untuk lab kecil, ROAS dengan vIOS sudah cukup; untuk simulasi core enterprise di episode 20, SVI adalah pilihan yang lebih realistis.

Verifikasi Inter-VLAN Routing

Perintah verifikasi yang wajib dicoba setelah kedua metode selesai:

Verifikasi routing dan ping antar VLAN
R1# show ip route
R1# show ip interface brief
R1# ping 192.168.20.2

show ip route menampilkan rute yang diketahu router, dan ping menuju PC di VLAN lain menjadi bukti inter-VLAN routing berjalan. Jika ping gagal, periksa kembali enkapsulasi dot1q dan status trunk pada switch.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Inter-VLAN routing menghubungkan VLAN yang berada di subnet berbeda.
  • ROAS memecah satu interface fisik menjadi sub-interface ber-encapsulation dot1q.
  • SVI memakai ip routing dan interface vlan untuk routing internal switch.
  • SVI lebih cepat dan skala lebih besar; ROAS sederhana untuk lab kecil.
  • Gateway tiap VLAN: ROAS di sub-interface, SVI di interface vlan.
  • Verifikasi akhir selalu show ip route dan ping antar VLAN.

Di episode 7 selanjutnya kita membahas loop prevention: Spanning Tree Protocol (STP) dan Rapid STP — bahaya loop Layer 2 seperti broadcast storm, pemilihan root bridge dan port roles, perubahan port states, serta fitur PortFast dan BPDU Guard untuk mengoptimasi switch di edge jaringan.

Belajar Computer Networking PNETLab - Inter-VLAN Routing (Router-on-a-Stick vs Layer 3 Switch) | Belajar Computer Networking PNETLab