Belajar Computer Networking PNETLab - Loop Prevention dengan Spanning Tree Protocol (STP & RSTP)
Episode 7 of 21

Belajar Computer Networking PNETLab - Loop Prevention dengan Spanning Tree Protocol (STP & RSTP)

Episode ini membahas masalah topologi redundant Layer 2: broadcast storm, multiple frame transmission, dan CAM table instability. Kalian memahami cara kerja STP IEEE 802.1D mulai dari pemilihan root bridge, port roles, hingga perubahan port states, lalu keunggulan RSTP 802.1w beserta PortFast dan BPDU Guard.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Di episode 5 kalian membangun trunk ganda antar switch. Topologi redundant seperti itu bagus untuk keandalan, tetapi di Layer 2 redundancy tanpa kontrol adalah malapetaka: frame bisa berputar selamanya dan melumpuhkan jaringan. Episode 7 membahas protokol yang menyelamatkan jaringan dari dirinya sendiri: Spanning Tree Protocol (STP).

Kita mulai dari masalah yang ditimbulkan loop, lalu membedah cara kerja STP 802.1D, kemudian Rapid STP 802.1w, dan menutup dengan fitur optimasi Cisco PortFast dan BPDU Guard yang wajib ada di access port.

Masalah Layer 2 Redundant Topology

Broadcast Storm, Multiple Frame, dan CAM Instability

Tanpa STP, loop di Layer 2 menimbulkan tiga masalah serius:

  • Broadcast Storm: frame broadcast dikirim ulang terus-menerus oleh setiap switch dalam loop, memenuhi bandwidth hingga jaringan tak terpakai.
  • Multiple Frame Transmission: frame unicast bisa diterima berulang kali oleh tujuan karena melalui jalur berbeda.
  • CAM Table Instability: switch menerima frame dengan MAC yang sama dari banyak port, sehingga tabel MAC ter-flapping dan switch kehilangan keputusan forwarding yang benar.

Coba di PNETLab: rakit tiga switch membentuk segitiga, hubungkan PC, dan biarkan beberapa detik. CPU dan link akan membengkak — itulah broadcast storm secara nyata.

Cara Kerja Spanning Tree Protocol

Pemilihan Root Bridge

STP membangun satu loop-free logical topology di atas fisik yang redundant. Langkah pertama: memilih Root Bridge, yaitu switch yang menjadi pusat perhitungan. Root Bridge dipilih berdasarkan Bridge Priority terkecil, dan jika sama, berdasarkan MAC address terkecil.

Perlihatkan hasilnya di PNETLab:

Melihat root bridge dan port roles
SW1# show spanning-tree vlan 10
Spanning tree enabled protocol ieee
Root ID    Priority    32769
           Address     0050.7966.6800
           This bridge is the root
Bridge ID  Priority    32769  (priority 32768 sys-id-ext 10)
           Address     0050.7966.6800
Interface   Role        Sts      Cost      Prio.Nbr Type
---------   ----------- -------- --------- -------- --------------
Gi0/0       Desg        FWD       4        128.1    P2p
Gi0/1       Desg        FWD       4        128.2    P2p

Output show spanning-tree menunjukkan Root ID dan peran setiap port. Root bridge selalu menjadikan semua portnya Designated Port (DP).

Port Roles: Root, Designated, dan Blocked

  • Root Port (RP): port terbaik non-root switch menuju root bridge, satu per switch.
  • Designated Port (DP): port yang menjadi penentu segmen, satu per segment.
  • Blocked / Non-Designated Port (BP): port yang dimatikan logis untuk memutus loop.

Perubahan Port States

Port STP bergerak melalui empat state: Blocking (mendengar BPDU saja), Listening, Learning (mengisi tabel MAC), lalu Forwarding. Transisi ini memakan waktu sekitar 30 detik pada STP klasik — waktu lama yang menjadi alasan RSTP dikembangkan.

Rapid Spanning Tree Protocol (RSTP)

Konvergensi Cepat dengan Alternatif dan Backup Port

RSTP (IEEE 802.1w) mempercepat konvergensi dengan memperkenalkan port baru: Alternate Port (cadangan root port, langsung ke forwarding saat RP gagal) dan Backup Port (cadangan designated port). Peran baru ini membuat failover hampir instan tanpa menunggu timer 30 detik.

Aktifkan RSTP di semua switch lab kalian:

Mengaktifkan Rapid PVST+
configure terminal
spanning-tree mode rapid-pvst
exit

spanning-tree mode rapid-pvst mengganti PVST+ klasik dengan Rapid PVST+, versi per-VLAN dari RSTP yang dipakai Cisco.

Fitur Optimasi STP pada Cisco

PortFast: Akses Langsung ke Forwarding

Access port yang terhubung PC tidak perlu menunggu proses konvergensi 30 detik. PortFast membuat port langsung ke state Forwarding saat link aktif:

Mengaktifkan PortFast dan BPDU Guard
configure terminal
interface range g0/1 - 5
 switchport mode access
 spanning-tree portfast
 spanning-tree bpduguard enable
exit

spanning-tree portfast melewatkan fase listening dan learning pada access port. Ingat: PortFast hanya untuk access port yang menghadap end device, bukan untuk link antar switch.

BPDU Guard: Mematikan Port Liar

BPDU Guard memantau port yang seharusnya tidak pernah menerima BPDU. Jika terdeteksi frame BPDU masuk — misalnya pengguna memasang switch liar — port otomatis masuk status err-disable dan mati. Verifikasi:

Melihat port err-disable
SW1# show interfaces status | include err-dis
Gi0/5                         err-disabled

show interfaces status menampilkan port yang masuk err-disable akibat BPDU Guard. Aktifkan kembali dengan shutdown lalu no shutdown setelah masalah sumber BPDU dibersihkan.

Mendesain STP di PNETLab

Di lab, tentukan secara manual switch mana yang menjadi root dengan spanning-tree vlan 10 root primary atau mengatur spanning-tree vlan 10 priority 4096. Root bridge seharusnya switch dengan performa terbaik, bukan switch acak yang kebetulan punya MAC terkecil. Konsistensi antara STP dan desain VLAN kalian di episode 5 akan sangat membantu saat troubleshooting di episode 20.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Loop Layer 2 menyebabkan broadcast storm, multiple frame, dan CAM instability.
  • Root bridge dipilih dari bridge priority dan MAC address terkecil.
  • Port roles: Root Port, Designated Port, dan Blocked Port.
  • RSTP 802.1w mempercepat konvergensi dengan alternate dan backup port.
  • PortFast melewatkan proses konvergensi pada access port.
  • BPDU Guard mematikan port yang menerima BPDU dari peranti liar.

Di episode 8 selanjutnya kita membahas link aggregation: EtherChannel dengan LACP dan PAgP — menggabungkan hingga 8 link fisik menjadi satu logical channel, mode negosiasi active passive desirable auto, konfigurasi Layer 2 dan Layer 3 EtherChannel, serta verifikasi dengan show etherchannel summary.