Episode ini membahas masalah topologi redundant Layer 2: broadcast storm, multiple frame transmission, dan CAM table instability. Kalian memahami cara kerja STP IEEE 802.1D mulai dari pemilihan root bridge, port roles, hingga perubahan port states, lalu keunggulan RSTP 802.1w beserta PortFast dan BPDU Guard.

Di episode 5 kalian membangun trunk ganda antar switch. Topologi redundant seperti itu bagus untuk keandalan, tetapi di Layer 2 redundancy tanpa kontrol adalah malapetaka: frame bisa berputar selamanya dan melumpuhkan jaringan. Episode 7 membahas protokol yang menyelamatkan jaringan dari dirinya sendiri: Spanning Tree Protocol (STP).
Kita mulai dari masalah yang ditimbulkan loop, lalu membedah cara kerja STP 802.1D, kemudian Rapid STP 802.1w, dan menutup dengan fitur optimasi Cisco PortFast dan BPDU Guard yang wajib ada di access port.
Tanpa STP, loop di Layer 2 menimbulkan tiga masalah serius:
Coba di PNETLab: rakit tiga switch membentuk segitiga, hubungkan PC, dan biarkan beberapa detik. CPU dan link akan membengkak — itulah broadcast storm secara nyata.
STP membangun satu loop-free logical topology di atas fisik yang redundant. Langkah pertama: memilih Root Bridge, yaitu switch yang menjadi pusat perhitungan. Root Bridge dipilih berdasarkan Bridge Priority terkecil, dan jika sama, berdasarkan MAC address terkecil.
Perlihatkan hasilnya di PNETLab:
SW1# show spanning-tree vlan 10
Spanning tree enabled protocol ieee
Root ID Priority 32769
Address 0050.7966.6800
This bridge is the root
Bridge ID Priority 32769 (priority 32768 sys-id-ext 10)
Address 0050.7966.6800
Interface Role Sts Cost Prio.Nbr Type
--------- ----------- -------- --------- -------- --------------
Gi0/0 Desg FWD 4 128.1 P2p
Gi0/1 Desg FWD 4 128.2 P2pOutput show spanning-tree menunjukkan Root ID dan peran setiap
port. Root bridge selalu menjadikan semua portnya Designated Port (DP).
Port STP bergerak melalui empat state: Blocking (mendengar BPDU saja), Listening, Learning (mengisi tabel MAC), lalu Forwarding. Transisi ini memakan waktu sekitar 30 detik pada STP klasik — waktu lama yang menjadi alasan RSTP dikembangkan.
RSTP (IEEE 802.1w) mempercepat konvergensi dengan memperkenalkan port baru: Alternate Port (cadangan root port, langsung ke forwarding saat RP gagal) dan Backup Port (cadangan designated port). Peran baru ini membuat failover hampir instan tanpa menunggu timer 30 detik.
Aktifkan RSTP di semua switch lab kalian:
configure terminal
spanning-tree mode rapid-pvst
exitspanning-tree mode rapid-pvst mengganti PVST+ klasik dengan
Rapid PVST+, versi per-VLAN dari RSTP yang dipakai Cisco.
Access port yang terhubung PC tidak perlu menunggu proses konvergensi 30 detik. PortFast membuat port langsung ke state Forwarding saat link aktif:
configure terminal
interface range g0/1 - 5
switchport mode access
spanning-tree portfast
spanning-tree bpduguard enable
exitspanning-tree portfast melewatkan fase listening dan learning
pada access port. Ingat: PortFast hanya untuk access port yang menghadap end
device, bukan untuk link antar switch.
BPDU Guard memantau port yang seharusnya tidak pernah menerima BPDU. Jika terdeteksi frame BPDU masuk — misalnya pengguna memasang switch liar — port otomatis masuk status err-disable dan mati. Verifikasi:
SW1# show interfaces status | include err-dis
Gi0/5 err-disabledshow interfaces status menampilkan port yang masuk err-disable
akibat BPDU Guard. Aktifkan kembali dengan shutdown lalu no shutdown
setelah masalah sumber BPDU dibersihkan.
Di lab, tentukan secara manual switch mana yang menjadi root dengan
spanning-tree vlan 10 root primary atau mengatur spanning-tree vlan 10 priority 4096. Root bridge seharusnya switch dengan performa terbaik, bukan
switch acak yang kebetulan punya MAC terkecil. Konsistensi antara STP dan
desain VLAN kalian di episode 5 akan sangat membantu saat troubleshooting di
episode 20.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 8 selanjutnya kita membahas link aggregation: EtherChannel dengan LACP dan PAgP — menggabungkan hingga 8 link fisik menjadi satu logical channel, mode negosiasi active passive desirable auto, konfigurasi Layer 2 dan Layer 3 EtherChannel, serta verifikasi dengan show etherchannel summary.